Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Wednesday, 27 January 2010

Kenapa Naek Sepeda?

toto zurianto


Kalau di kantorku, Bike to Work itu udah cukup banyak. Beberapa kawan sudah rutin selama sejak 3 – 5 tahun terakhir. Teddy cs dari Bintaro boleh dikatakan hampir tiap hari, gowes dari Bintaro.
Aku sendiri udah lama sepedaan, tapi amatir banget, Cuma Sabtu and Minggu, itupun hanya di sekitar Cinere, Pondok Indah, atau Kebayoran/Blok M. Pengen juga sepedaan ke Kantor, dari Cinere ke Thamrin. Kapan yaaaa? Rasanya malas, seperti kurang kerjaan.

Akhirnya, hari Jum’at (22-Jan-2010), aku yang tinggal di Puri Cinere dan Sule yang rumahnya di Bumi Karang Indah, Karang Tengah, bertekad bulat untuk B2W pada hari Selasa 26 Januari 2010. We decide to b2w! This is our goal!

Tantangannya tidak ringan. Senin malam sekitar jam 20.00, kucoba try-in my old bicyle di sekitar kompleks. Meskipun saat itu sedang gerimis, apa boleh buat, takut besoknya ada masalah. Meskipun enggak terlalu nyaman, maklumlah, sepeda sederhana, Cuma 21 speed tanpa rem cakram. Sepeda okay. Malam itu, Cuma mau b2w, koq seperti mau ujian, gelisah. Tidur aja, terpaksa bangun beberapa kali. He he he, lucu yaaaa.

Ujian pertama, datang pagi-pagi. Sekitar jam 03.30, hujan turun lebat banget. Karena gelisah dan exhausted banget, enggak bisa tidur lagi, mandi. Pokoknya jam 04.30 subuh, semuanya ready! Hujan udah reda, tapi air masih banyak menggenang, dingin mak jang! Jam 04.55 mau start, sms Rudi. Eeehhh Rudi baru wake-up. Mungkin Rudi udah mau batal. Terpaksa tak sms, “masih sempat koq” (maksudnya, jangan khawatir, kita udah tekad bulat). Semoga keinginannya kuat. Soalnya, kalau sendiri, mana tahan.

Akhirnya jam 05.20 aku udah nunggu di depan Mesjid Al Azkar (di depan kompleks Bumi Karang Indah), sedikit gelisah, rasanya lama banget nunggu Rudi.
Hore, akhirnya jam 05.30 kita udah mengayuh Jl. Karang Tengah. Alhamdulilah, MileStone I (sasaran pertama, atau sukses karena berhasil melewati hambatan pertama) terlalui, kami udah mulai, sudah start. Ini penting! Bergerak perlahan, enggak bisa kencang, soalnya becek and wet!

MileStone II, melewati 2 tanjakan panjang di Jalan lebak Bulus III, sedikit berat bagi the 100kgs and over 50yrs. Okaylah, semua terlewati dengan baik. Memang lalu lintas masih sepi dan gelap, paling-paling motor pada ngebut! Segar banget udaranya, bau dedaunan dan sedikit tetes hujan dari dedaunan yang bergerak di tiup angin pagi. Thanks God, this is a all free for us.

Lalu sepanjang Jalan Fatmawati kita berhadapan dengan Metromini 610 yang berhenti seenaknya. Lalulintas mulai ramai, jalan sepeda cukup stabil, ada tanjakan kecil. Tapi sudah merasa semakin mantap. “We can do this” (hopefully)! Soalnya malu sama bikers muda, untungnya kami berangkat cukup pagi, jadi enggak ada yang nyalip. Cuma harus hati-hati, genangan air banyak dimana-mana.

Milestone III, jam 06.10 nyampek di Jl. Pakubuwono, rumah seorang sahabat, Hatief Hadikoesoemo yang berdinas di PPATK Jalan Ir H. Juanda di belakang Istana Presiden. HH udah cukup lama benar b2w, sebelumnya dia selalu naek busway. Sepedanya juga bagus banget. Then we go together along the Sudirman and Thamrin. I let them (HH dan Rudi) go first, I have to maintain my capacity. Everything under control, and in just 15-20 minutes we arrived at Jl Sabang, to have a morning Porridge!

Lama perjalanan dari Cinere ke Thamrin naek sepeda, hampir sama dengan seandainya naik mobil. The Question is Kenapa kami melakukannya? Is it a Wildy Important Goal?