Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Wednesday, 12 September 2012

Siluman Indonesia

toto zurianto


Ini salah satu pencapaian luar biasa putra-putri Indonesia. Beberapa waktu yang lalu, Indonesia meluncurkan sebuah Kapal Cepat Rudal (KCR)  brand new yang disebut KRI Klewang di galangan kapal milik PT Lundin Industry Invest di Pantai cacalan Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur.
Kapal perang sepanjang 63 meter berwajah siluman tersebut, tercatat sebagai salah satu kapal perang paling canggih yang dimiliki TNI Angkatan laut dengan sudut depan lancip, berlunas tiga (trimaran) dibuat dengan bahan dasar infus vinylester karbon fiber yang ringan dan mampu menginduksi panas sehingga sulit terdeteksi radar. Sepintas, kapal ini sangat mirip dengan pesawat tempur Amerika tercanggih Siluman (stealth) yang juga tidak terdeteksi oleh radar.

Ada momen luar biasa dari hadirnya kapal canggih ini, yaitu, kemampuan teknologi kita yang semakin tinggi dan rasa percaya diri untuk melakukan perubahan radikal. Tidak mudah meyakinkan pemimpin kita, bahwa, kalau mau, kitapun bisa melakukan banyak hal seperti membuat kapal atau pesawat canggih dan modern.
Ini menjadi pencapaian luar biasa seperti yang pernah kita lakukan ketika pertama kali membuat CN-235 dan kemudian yang lebih canggih dan modern N-250 yang akhirnya nasibnya belum ketahuan sampai sekarang (konon akan dibangun dan dikembangkan kembali menjadi N-2130)

Teknologi adalah salah satu ukuran pencapaian luar biasa dari suatu negara apabila dia mau mencapai suatu posisi tertentu yang diakui negara lain. Teknologi akan membuat suatu masyarakat (dan bangsa), mampu mencapai tahap kemajuan yang luar biasa. Itu juga sebagai implementasi dari berkembangnya ilmu pengetahuan dan peradaban.

Kita, bangsa Indonesia, saat ini, belumlah mencapai tahap yang kita idam-idamkan. Masyarakat kita, secara umum, belum dibangun melalui semangat pengetahuan dan teknologi. Kita, terutama, masih banyak hanya mengandalkan kekayaan alam dan perdagangan yang nilai tambahnya tidak terlalu maksimal. Ini adalah tantangan pemimpin. Kini dan di masa depan, secara pasti dan terarah, kepemimpinan nasional kita harus mampu membulatkan keinginan dan tekadnya untuk melakukan langkah yang lebih strategis yang melahirkan value added tinggi bagi masyarakat keseluruhan.  Secara potensi, sama sepeti bangsa-bangsa lain didunia ini, kitapun memiliki SDM yang baik untuk memainkan peran yang lebih strategis. Kita memiliki banyak insinyur dan teknokrat untuk menciptakan teknologi terbaik dalam berbagai bidang dan area.
“Ilmu Pengetahuan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia”, demikan kata Nelson Mandela, tokoh dunia dari Afrika Selatan.