Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Friday, 15 May 2015

Didi Petet semoga mendapatkan yang terbaik disisiNya

toto zurianto

Dia termasuk salah satu legenda di perfilm-an Indonesia. Mungkin seperti Sophan Sophian, atau Rahmat Hidayat, atau Farouk Afero. Didi Petet yang terkenal setelah Catatan Si Boy dan Si Kabayan, menjadi orang hebat di zamannya. Saya sendiri tidak sering melihat Film-nya, kecuali di Televisi. Termasuk mdi Sinetron. Terakhir saya sering nonton Film TV atau Sinetron "Mantan Preman" yang menampilkan Didi Petet. Sungguh luar biasa aktingnya yang menurut saya, sorry, akan sulit menemukan pemain hebat seperti Didi Petet.

Tadi pagi sekitar jam 05,00 dia pergi menghadap sang pencipta. Tidak saja meninggalkan keluarga dan orang-orang yang sangat mencintainya. Sayapun yang tidak kenal secara pribadi dengan Didi, juga merasa kehilangan sosok yang bermulti talenta, humble, dan menjadi contoh bagi para insan film Indonesia. Dia bukan aktor kacangan dan sekedar mengandalkan popularitas. Dia bermain dengan jiwa dan karakter. Kita melihat dari ucapan dan pilihan kata dan mimik yang dihadirkannnya dalam setiap filmnya. Kita selalu merindukan orang-orang seperti Didi Petet. Tidak hanya di dunia perfilman, juga di tempat lain. Termasuk di pemerintahan dan perpolitikan. Kita kehilangan pada orang-orang yang cinta pengabdian, tidak pelit mendidik, juga tidak berorientasi kepada kebendaan. Selamat jalan aktor besar. Semoga Indonsia bisa melahirkan orang-orang yang hebat kapasitasnya seperti anda, tetapi sekaligus memiliki karakter yang membanggakan.