Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Tuesday, 28 February 2012

Rekening Gendut, bagaimana gerakan pemberantasan Korupsi

toto zurianto

Pemimpin bangsa ini tetap harus bekerja keras. Presiden khususnya, tetap harus selalu dipertanyakan komitmennya untuk memberantas korupsi. Karena ternyata, orang yang korupsi masih belum berkurang. Kasus korupsi masih tetap hebat. Reformasi Birokrasi yang sudah dimulai sejak 5 tahun yang lalu, kini semakin terlihat dingin. Tak banyak pembaharuan yang telah dilakukan. Profesionalisme pegawai negeri sebagai pelayan pemerintah, mungkin banyak yang semakin membaik. Tetapi persoalan rekening gendut, ternyata tidak memperlihatkan kemajuan.

Lebih setahun yang lalu kita dikejutkan dengan kasus Gayus yang memiliki rekening gendut dan sangat gendut. Tapi sekarang tidak banyak beritanya yang bisa kita dengar. Banyak pula dugaan korupsi yang dialamatkan kepada pejabar negara, anggota Kepolisian dan TNI.
Sekali 3 Uang, selalu tidak ada beritanya.
Kini muncul pula rekening Gendut pegawai Dirjen Pajak yang lain, Dhana Widyatmika yang diduga memiliki harta/rekening tidak kurang dari Rp60 milyar. Hebat sekali!

Dari mana uang sebesar itu, mana mungkin penerimaan gaji atau karena melakukan perjalanan dinas. Ya inilah masalah kita yang belum terselesaikan. Korupsi masih menjadi momok yang tidak terjawab. Bagaimana Komitmen penyelenggara negara. Katanya ingin memberantas korupsi, tapi koq semakin banyak?