Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Friday, 12 September 2014

Give me my people

toto zurianto

Seperti kata Henry Ford, "you can take my business, burn up my building, but give me my people, and I'll build the business right back again".

Tentu saja yang dimaksud Henry Ford, adalah orang-orang yang memiliki komitmen dan emosional untuk bekerja dengan sepenuh hati. Bukan yang separuh hati. Kita mengenalnya sebagai orang yang "fully enggaged". Orang yang penuh komitmen ini tidak banyak. Dalam suatu perusahaan, menurut Kevin Sheridan (2012), berkisar sekitar 27% saja. Sebagian besar, 60% adalah orang-orang yang tidak enggaged atau orang yang ambivalent. Belum mempunyai komitmen, tetapi sangat mungkin untuk menjadi fully engaged apabila berada pada pemimpin yang benar. Tetapi kalau dia jatuh ke pelukan pemimpin yang "Actively Disengaged", mereka ada sekitar 13%, maka perusahaan akan kesulitan dan akhirnya tenggelam.

Pemimpin atau orang-orang yang dipercaya, selalu bermain pada level ini. Bagaimana membuat 80% pegawai menjadi bersemangat dan enthusiasm untuk mencurahkan kemampuan, kekuatan, ilmu dan energinya bagi keberhasilan perusahaan. Tugas pemimpin harus membuat orang menjadi "go above and beyond", atau berbuat lebih dari yang seharusnya diminta. Pemimpin harus selalu berusaha membuat suasana menjadi nyaman dimana orang menjadi sangat passionate untuk berbicara mengenai misi dan visi organisasi serta mengembangkan nilai-nilai organisasi secara utuh.
Lalu semuanya menjadi tergerak sendiri secara otomatis tanpa diperintah untuk self-motivated and self-driven mencapai kinerja terbaik di level tertinggi.
Pemimpin harus mampu menganggap anak buahnya atau orang-orang yang dipimpinnya menjadi nyaman bekerja dan berlomba memberikan kontribusi lebih, ide terbaik, dan melakukan perubahan secara terus menerus untuk mencapai efisiensi dan efektivitas organisasi.

Sebuah organisasi, pada dasarnya, sangat tergantung pada kapasitas pemimpin yang mengelolanya. Pemimpin bukan untuk dirinya sendiri, tetapi bagaimana membuat, orang-orang yang ambivalent, menjadi lebih engaged, dan selanjutnya menjadi fully engaged. Ini yang akan membuat sebuah perusahaan berkembang sehingga mencapai tahap yang sempurna. Tantangan kita ke depan adalah menciptakan suasana seperti ini, bukan membuat orang menjadi disengaged, atau actively disengaged.