Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Thursday, 26 August 2010

Sate Memeng Medan

toto zurianto

Banyak tulisan di beberapa Blog yang telah mengulas salah satu makanan khas Medan ini, yaitu Sate Memeng dan Mie Rebus Medan yang dijual di Sate Memeng ini.

Bagi penikmat kuliner dari Jakarta, saya akui, memang ulasan pada Blog-blog itu (yang ternyata di-copy berulang kali ke Blog-blog yang lain), benar adanya. Daging Satenya dianggap kurang empuk dan bumbunya biasa-biasa saja. Kebanyakan memuji Mie Rebusnya yang dianggap dahsyat dengan aroma Ebi (udang) yang sangat khas kota Medan.

Tapi bagi saya, Sate ini jelas berbeda. Karena dagingnya terlebih dahulu direbus bersama-sama dengan bumbu yang melimpah, terutama aroma ketumbar yang dahsyat, Sate Memeng terasa beda, tidak sama dengan Sate yang ada di Jakarta atau dari Jawa. Sate Memeng memang ciri khas Medan dengan bumbu kacang yang tidak terlalu halus tetapi manis, dan terutama aroma atau bau daging Lembu (sapi) yang sangat terasa. Meskipun Sate Memeng juga menjual Sate Daging Kambing dan Sate Jeroan (lembu)/Ati, yang paling khas adalah Sate Lembu. Orang Medan lebih banyak yang memakai istilah Lembu, bukan Sapi.

Dan cara makan yang paling Nikmat adalah sekaligus memesan Mie Rebus Medan dengan Kuah Ebi yang Kental dan Hangat dan di atasnya disertakan Sate Sapi + Bumbu Kacang tanpa Lontong (ketupat), biasanya hanya 5 Tusuk saja. Ini dahsyat, cobalah menikmatinya Sate Memeng + Mie Rebus Medan seperti itu. Ditanggung komentar anda akan berbeda. Memang betul, kalau kita hanya mengunyah Sate saja, dagingnya relatif terasa lebih keras. Tapi kalau kita gabungkan dengan Mie Rebusnya, tanggapan anda pasti beda dan saya yakin anda akan selalu (kembali) mengunjunginya, meskipun Parkir kenderaan susah dan Lalu lintas cukup Ramai.

Saya menyarankan anda untuk menikmati Sate Memeng + Mie Rebus Medan pada malam yang lebih larut, ya sekitar jam 10.00 malam, bahkan setelah jam 12,00 tengah malam. Pasti Nikmat!

Sorry Blogers, ini bukan Iklan dari Sate Memeng, tetapi begitulah rasa Sate Memeng menurut saya yang sedari kecil sampai selesai kuliah bermukim di Kota Medan (Jl. Kapten Muslim, Sei Sikambing).
Post a Comment