Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Wednesday, 8 June 2016

PNS Terlalu Banyak

toto zurianto

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN dan RB)Yuddy Chrisnandi sudah tidak sabar untuk segera mengurangi jumlah pegawai negeri. Perlua da pengurangan sebanyak 1 juta pegawai, berkurang menjadi sekitar 3,5 juta pegawai dari jumlah sekarang yang mencapai 4,5 juta orang. Simulasi Kementerian PAN RB menetapkan jumlah ideal pegawai negeri sekitar 1,5 % dari jumlah penduduk. Jadi untuk Indonesia dengan penduduk sekitar 250 juta, juimlah ideal pegawai negeri sebanyak 3,5 juta orang.

Banyak pertimbangan yang disampaikan pemerintah mengenai pegaai negeri kita. Intinya, pegawai negeri dinilai belum cukup kompeten, sehingga pelaksanaan kegiatan tidak efisien dan tidak efektif. Kita perlu melakukan langkah besar melakukan perbaikan sistem kepegawaian, termasuk organisasi pemerintah. Banyak business process yang perlu disempurnakan. Apalagi dengan pemanfaatan teknologi, sudah waktunya bagi Indonesia untuk segera melakukan pembenahan besar. Dalam 4 tahun ke depan, pemerintah berusaha mengurangi pegawainya sebanyak 1 juta orang.

Hanya saja,  masyarakat belum mendapatkan gambaran lengkap bagaimana cara pemerintah melakukan pengurangan jumlah pegawai sebanyak 1 juta orang. Belum apa-apa, tantangan besar juga lahir dari kalangan pemerintah sendiri yang menyebutkan kebijakan MenPANRB dinilai masih prematur dan belum dibahas dengan Presiden. Presiden sendiri sebenarnya sudah setuju dengan rencana pengurangan jumlah pegawai negeri. Tetapi jelas memerlukan langkah tepat yang sering mendapat tantangan kuat.
Terlalu banyak aspek yang perlu dipersiapkan. Pemerintah perlu mendapatkan data lengkap mengenai profile pegawai yang ada sekarang. Perlu ada hasil assessment dan Maping (Profil) sebelum keputusan diambil. Lalu kalau ingin memberhentikan orang, bagaimana caranya? Apakah sudah menyiapkan alternatif tempat, pesangon, dan persiapan mental dari pegawai sendiri. Kebijakan exit memerlukan persiapan dan komunikasi. Ini yang menjadi tugas penting yang menghendaki persiapan.