Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Thursday, 11 August 2016

Visit Sunda Kelapa Harbour

toto zurianto

Kalau sempat, berkunjunglagh ke Pelabuhan Sunda Kelapa. Tidak jauh dari kawasan Kota (tua) Jakarta. Bukan  saja historikal dan indah, tetapi inilah cikal bakal kota Jakarta. Jadi bukan sekedar Pelabuhan kecil yang dilayani oleh kapal-kapal Kayu antar pulau, tetapi sebuah penghayatan dari sejarah panjang Kota Metropolitan Jakarta. Waktu itu, Kalapa menjadi kawasan pelabuhan dari sebuah kerajaan Pakuan Pajajaran (Bogor). Banyak perjalanan sejarah bangsa berlangsung di sini. Termasuk sejarah kerajaan Pajadaran, kerajaan Tarumanagara, juga kerajaan Sriwijaya. Sampai ke pasukan Demak, Cirebon, dan tentu saja tentara Kolonial Belanda dan Persekutuan dagang VOC yang sangat terkenal.

Kapal Layar Bermotor yang Kokoh



Pelabuhan Sunda Kelapa kini meliputi kawasan sekitar 760 hektare dengan kolam pelabuhan mencapai 16.470 hektare. Ada 2 kawasan pelabuhan, pelabuhan utama memiliki panjang 3.250 meter dengan luas kolam sekitar 1.200 meter. Lalu ada Pelabuhan Kalibaru dengan panjang 750 meter dan luas daratan sekitar 340 ribu meter persegi dengan kolam pelabuhan mencapai 42 ribu meter persegi. Kawasan pelabuhan Sunda Kelapa seluruhnya mampu menampung 70 perahu layar motor + 65 kapal antar pulau.

Di hari Minggu (pagi), tidak banyak kegiatan bongkar muat yang ada di Pelabuhan Sunda Kelapa. Sebagian anak kapal terlihat melakukan kegiatan ringan, atau memperbaiki kapal. Jadi sangat menarik untuk melihat dan membuat photo session. Kita bisa melihat keindahan Kapal Kayu yang cukup besar yang memuat berbagai kebutuhan masyarakat. Kapal ini berlayar dengan muatan yang cukup banyak, mulai dari kayu, mesin-mesin, semen, atau beras dan kebutuhan pokok. Tidak hanya untuk tujuan pelabuhan di pulau Jawa, tetapi sampai ke Kalimantan, Sulawesi, Sumatera dan jauh lagi. Bawa keluarga, terutama anak-anak untuk melihat, menghayati, serta menikmati pelabuhan tua Sunda Kelapa. Bahkan, jangan segan untuk mencoba menyusuri kolam pelabuhan dengan menaiki Perahu yang banyak ditawarkan di sekitar pelabuhan. Lumayan, kita bisa keliling pelabuhan di antara kapal-kapal kayu besar sekitar 30 menit sampai 1 jam.

Ralfazza in Action

Di depan barisan Kapal Layar Bermotor di Sunda Pelapa

Menyusuri kolam pelabuhan Sunda Kelapa dengan Perahu Motor

with Ralfazza