Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Friday, 21 October 2016

Jambi

toto zurianto

Setelah menunggu puluhan tahun, akhirnya, kemaren (20 Oktober 2016), aku mendarat di Kota Jambi. Ini impian lama yang baru kesampaian. Meskipun hampir seluruh daerah di Sumatera sudah dikunjungi, tapi kota ini baru baru sekarang bisa jadi menyataan. Mungkin Jambi biasa aja. Tetapi sebenarnya aku ingin mengeksplor lebih jauh dari kota ini. Tepatnya, aku berkeinginan untuk mengunjungi Kota Sungai Penuh di Kabupaten Kerinci. Lebih pas lagi, wilayah perkebunan Teh Kayu Aro, di kecamatan Kayu Aru Kabupaten Kerinci. Cuma jaraknya cukup jauh, lebih 500 kilometer. Butuh waktu 8-10 jam melalui jalan darat. Mungkin lebih dekat kalau melalui kota Padang, cuma sekitar 250 kilometer, atau sekitar 5-6 jam.

Kenapa Kayuaro? Karena disitulah aku dilahirkan lebih setengah abad yang lalu. Orangtuaku, tepatnya Bapak, bekerja di sebuah perkebunan milik Belanda, HVA yang sejak tahun 1925 mendapatkan mandat untuk mengelola Perkebunan Teh yang memiliki kualitas terbaik. Teh Kayuaro terkenal dan sejak puluhan tahun lalu, telah dieskpor ke Eropah, terutama ke negeri Belanda. Teh Kayu Aro yang sangat khas disukai bangsawan Eropa, terutama menjadi bagian dari upacara minum teh Ratu Belanda. Teh Hitam dari salah satu perkebunan terbesar di dunia yang berada di dataran cukup tinggi (sekitar 1500-1800 meter di atas permukaan laut), memiliki cita rasa tinggi dan enak.
Kini perkebunan Teh Kayu Aro berada di bawah PT Perkebunan Nusantara VI. Sejak dinasionalisasi pemerintah Indonesia tahun 60-an, PT Perkebunan Negara diberikan kewenangan mengelola perkebunan Kayu Aro.
Karena waktu kunjungan ke Jambi yang sangat singkat, aku belum sempat berkunjung ke Kayu Aro dan Kota Sungai Penuh. Mungkin suatu saat, aku berharap dapat segera pergi ke Kayu Aro yang hawanya sejuk itu.

Kuliner Jambi
Mungkin tidak terlalu berbeda dengan daerah sekitar Jambi, seperti Sumatera Selatan (Palembang), Sumatera Barat (Padang), atau Riau (Pekan Baru). Di Jambi, kulinernya masih mirip-mirip. Tetapi dengan rasa dan kenikmatan yang berbeda. Sensasinya sungguh menggugah selera. Jangan lupa menikmati Pempek Jambi, atau Es Kacang Merahnya yang lezat. Juga perlu dirasakan, Ikan Patin Pindang Khas Jambi yang berbeda.
Pempek Model, Segar dan Hangat!

Pempek Jambi (Resto Semangat), lebih halus dan lembut.

Es Kacang (Merah) di Resto Semangat, Top; segar dan legit


Kepiting Saos Padang dari Restaurant Pondok Kelapo, Luar Biasa!

Udang dan Patai, jangan dilewatkan. 

Pindang Patin Kuah Bening, Sedap tidak terlalu keras!