Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Saturday, 5 November 2016

Demo 4 November 2016; Aman sedikit Rusuh

toto zurianto

Kasus "dugaan" penistaan agama (Islam) oleh Ahok "Basuki Cahaya Purnama" berujung pada pelaksanaan demonstrasi (demo) besar di Jakarta hari Jumat 4 November 2016. Tidak hanya di Jakarta, Demo 4 November juga berlangsung di beberapa kota lain seperti, Makassar, Medan, Solo, Surabaya dan Malang. Keinginan Demo adalah sebuah tuntutan kepada pemerintah untuk menyelesaikan kasus (penistaan agama) oleh pentahana Gubernur DKI Ahok yang dinilai masyarakat telah menghina keyakinan umat Islam.
Kasus ini menarik karena pemerintah (kepolisian) dinilai tidak netral dan terkesan melindungi orang tertentu di mata hukum. Bahkan diperuncing dengan upaya mengadu-domba. Masyarakat, melalui media sosial dibiarkan beradu pendapat antara yang mendukung kasus Ahok untuk diusut/dinaikkan ke meja sidang, dengan mereka yang menginginkan hal itu selesai dengan sendirinya, tidak ada masalah apa-apa dan seperti di peti eskan.
Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), sebuah lembaga yang prestise dan didukung umat (Islam) dianggap institusi yang kebablasan dan sebagai sarang korupsi karena mengeluarkan fatwa haram/halal atau statement (Islam) yang lain. Lalu pada level elite, banyak diskusi silang pendapat yang dibiarkan dan dikembangkan yang memunculkan berbagai interprestasi dan menjadi pertempuran politik dan media.
Yang sulit tentu saja masyarakat biasa kalangan bawah dan penegak hukum di lapangan yang dipaksa untuk berhadap-hadapan dalam tensi dan emosi yang tinggi. Akhirnya, walaupun aksi D4N ini dapat dikatakan berlangsung aman dan damai, tetapi pada endingnya, setelah jam 20.00, ada sedikit kerusuhan yang terjadi di sekitar Monas. Tapi secara umum semuanya berlangsung aman tanpa ada korban. Tentu saja beberapa taman dan jalan ada yang harus diperbaiki. Tetapi patutlah dipuji, para pemimpin demonstran dan para demonstran telah mampu mengendalikan situasi secara baik.

Lalu bagaimana dengan kelanjutannya? Seperti kata Wakil Presiden, "Kapolri berjanji akan menyelesaikan kasus (penistaan agama) ini dalam waktu 2 minggu". Presiden Jokowi sendiri tidak berkesempatan untuk menemui wakil para demonstran. Pertemuan dengan pemimpin demonstran diwakili oleh Menko Polhukam Wiranto, dan beberapa Menteri yang lain. Presiden sendiri pada saat Demo 4 November berlangsung menjalankan tugas-tugas rutin yang penting, termasuk melakukan peninjauan ke Terminal 3 Soekarno Hatta untuk memastikan agar Kereta Bandara dapat beroperasi sesuai jadwal yang direncanakan.