Showing posts with label Credibility and Trust. Show all posts
Showing posts with label Credibility and Trust. Show all posts

Thursday, 27 May 2010

Kepercayaan, Selalu pelihara dan tingkatkan!

toto zurianto

Satu hal yang harus kita pelihara adalah "tingkat kepercayaan orang terhadap diri kita". Seperti apa orang lain mempercayai kita, atau kalau kita sedang menjalankan suatu perusahaan, seberapa besar pelanggan kita (customer) atau stakeholders yang lain mempercayai produk atau layanan yang kita berikan. Kalau kita menjadi seorang kepala keluarga, seberapa besar anggota keluarga yang lain mempercayai kita.

Bagaimana orang atau pihak lain menilai kita adalah penting untuk kita perhatikan. Bahkan suatu negara atau seorang kepala pemerintahan yang paling kuat sekalipun, akan hancur dalam bilangan waktu ketika kepercayaan (trust) menjadi berakhir.

Karena itu, merupakan suatu keharusan bagi kita, secara individu, keluarga, atau organisasi, atau bahkan para pemimpin negara, untuk menyadari, bahwa meningkatkan kepercayaan merupakan kewajiban dan pekerjaan panjang yang tidak boleh dilupakan apabila kita ingin mendapatkan keberhasilan. kelalaian kita menjaganya akan membuat kita hancur dan menderita. Tetapi, ketika kita mampu menjaga "kepercayaan" ini, maka kita akan menjadi mudah menjalani kehidupan kita.

Sunday, 19 July 2009

Kepercayaan

toto zurianto

Hubungan antar orang akan menjadi sulit, apabila orang lain tidak mempercayai kita. Kenapa? Karena hubungan-hubungan antar orang, antar bisnis, atau antar negara, selalu dimulai dengan basis kepercayaan. Meskipun sering kita sudah berusaha sebisanya, sering harapan agar orang mempercayai kita, tidak mudah untuk segera didapat. Peristiwa Boom di Hotel J.W. Marriot dan Hotel Ritz Carlton Jakarta (18 Juli 2009), membuat kita, bangsa Indonesia, perlu segera melakukan langkah-langkah penting untuk segera membangun kepercayaan orang kepada kita. Sama seperti krisis ekonomi, sangat sulit bagi kita untuk melakukan restoring when we lost the trust. MU yang sedianya akan ke Jakarta, tidak merasa yakin, pihak keamanan kita mampu mengambil langkah-langkah pengamanan terhadap pemain mereka yang harganya sangat tinggi itu. Meskipun keamanan kita pasti bisa menjamin keselamatan bagi pemain MU itu, tetapi kepercayaan itu sedang berada pada titik terendah. Ibaratnya deposito, sekarang sudah kering di-rush pemiliknya, dan beralih kepada instrumen lain yang lebih aman dan menguntungkan.

Jangan Terlalu Cepat Men-judge! Kalau kepercayaan orang memudar, biasanya kita mencoba menxcari jawaban atas situasi yang tidak menguntungkan itu. Umumnya, kesalahan bukan pada pesawat kita. Kebanyakan kita merasa sudah melakukan langkah-langkah yang bagus, tetapi orang lain yang sering kita anggap belum bisa mengerti. Inilah penyakit manusia secara umum. Tidak mau bersikap netral, selalu menimpakan kesalahan di diri orang lain. Sikap seperti ini perlu kita perbaiki, cobalah melihat ke diri sendiri lebih dahulu.

Segeralah memaafkan orang!
Memang kesalahan tidak selalu terjadi pada diri kita. Tidak terlalu cepat men-judge orang lain, bukan berarti kesalahan harus berada pada diri kita. Orang lain pun sangat mungkin untuk berbuat salah. Bagi kita, sikap memaafkan kesalahan orang lain, merupakan langkah penting untuk meningkatkan rasa bersalah orang terhadap diri kita. Memberi maaf orang lain, bahkan tanpa diminta, merupakan investasi berharga dalam menunjang hubungan atas dasar kepercayaan diri yang tinggi. Jadi, jangan gengsi, dan segeralah memberikan maaf. Kita sama sekali tidak akan kekurangan dengan memberikan maaf. Memberikan maaf dengan cepat adalah suatu perustiwa yang memiliki nilai atau investasi yang sangat besar dan sangat menguntungkan.

Saturday, 18 July 2009

Bagaimana membangun Kepercayaan?

toto zurianto

Bagaimana agar orang-orang lain yang berhubungan dengan kita, bisa mempercayai kita? Ada dua hal penting yang harus kita lakukan, pertama, menyiapkan diri kita semaksimal mungkin agar bisa memiliki cukup amunisi untuk berpotensi bisa dipercaya orang lain. Kedua, meningkatkan beberapa perilaku kita agar bisa melancarkan hubungan kita dengan orang lain (The Speed of Trust), Stephen M.R. Covey).

Meningkatkan potensi diri sendiri agar bisa dipercaya orang lain, pada dasarnya dipengaruhi oleh 4 hal, yaitu; selalu hidup dan menjunjung tinggi Integritas, bersikap terbuka dan tidak menyembunyikan agenda lain selain yang bisa dilihat orang (intent), memiliki kemampuan dalam mengerjakan bidang tugas kita (capability), dan terakhir, kita terbukti mampu melakukan sesuatu secara baik (track record). Kedua hal pertama menyangkut soft aspek, atau hal-hal yang berhubungan dengan characters! Sedangkan dua hal yang terakhir merupakan hard aspek yang menggambarkan kompetensi kita dalam bekerja.

Selanjutnya bagaimana kita mambangun relationship dalam berhubungan dengan orang lain? Ada 13 sifat-sifat atau perilaku yang perlu kita perbaiki, baik menyangkut character personal kita maupun menyangkut kompetensinya.

Pertama, Bicaralah apa adanya (Talk Straight). Ini salah satu perilaku yang tidak mudah dipraktekkan. Masyarakat kita yang terlalu banyak basa-basi tepo seliro, sering menganggap bicara apa adanya sebagai suatu tata cara yang tidak sopan, dan dianggap kurang pas diberlakukan.
Kedua, Menghargai orang lain (Demonstrate respect) adalah alat ampuh dalam rangka mencapai suasana cair saling pengertian. Meskipun kita dituntut untuk berbicara apa adanya, tetapi pilihlah style atau cara yang membuat orang "merasa tidak dianggap remeh".
Ketiga, Menciptakan suasana yang saling terbuka (Create Transparency). Di masa lalu bahkan sampai saat ini, masih banyak orang yang hobby-nya menyimpan-nyimpan informasi dan berusaha mengendalikannnya secara tidak jujur. Akibatnya, banyak sekali upaya positif yang sudah dilakukan, tetapi implementasinya tidak diinformasikan secara merata ke berbagai pihak yang berkepentingan. Ini membuat orang merasa diperlakukan dengan tidak adil yang berdampak kepada rendahnya kepercayaan dalam hubungan antar orang pada organisasi.
Keempat, Mengetahui hal-hal yang benar tetapi tidak melakukannya, adalah perbuatan yang sulit dibenarkan (Right Wrong).
Kelima, Jangan berkata dibelakang orangnya (Show Loyalty).
Keenam, Buktikan anda bisa melakukannya (Deliver Result).
Ketujuh, Selalulah menjadi lebih baik (Get Better)
Kedelapan, Carilah sesuatu yang paling benar (Confront Reality)
Kesembilan, Harus jelas apa yang diinginkan orang lain (Clarify Expectations)
Sepuluh. Senantiasa mengambil tanggung jawab (Practice Accountability).
Sebelas, Jangan terburu-buru mengambil keputusan (Listen First)
Dua Belas, Jangan pernah meninggalkan Komitmen, itu janji utama (Keep Commitment)
Tiga Belas, Extend Trust


(belum selesai)