Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Saturday, 18 July 2009

Bagaimana membangun Kepercayaan?

toto zurianto

Bagaimana agar orang-orang lain yang berhubungan dengan kita, bisa mempercayai kita? Ada dua hal penting yang harus kita lakukan, pertama, menyiapkan diri kita semaksimal mungkin agar bisa memiliki cukup amunisi untuk berpotensi bisa dipercaya orang lain. Kedua, meningkatkan beberapa perilaku kita agar bisa melancarkan hubungan kita dengan orang lain (The Speed of Trust), Stephen M.R. Covey).

Meningkatkan potensi diri sendiri agar bisa dipercaya orang lain, pada dasarnya dipengaruhi oleh 4 hal, yaitu; selalu hidup dan menjunjung tinggi Integritas, bersikap terbuka dan tidak menyembunyikan agenda lain selain yang bisa dilihat orang (intent), memiliki kemampuan dalam mengerjakan bidang tugas kita (capability), dan terakhir, kita terbukti mampu melakukan sesuatu secara baik (track record). Kedua hal pertama menyangkut soft aspek, atau hal-hal yang berhubungan dengan characters! Sedangkan dua hal yang terakhir merupakan hard aspek yang menggambarkan kompetensi kita dalam bekerja.

Selanjutnya bagaimana kita mambangun relationship dalam berhubungan dengan orang lain? Ada 13 sifat-sifat atau perilaku yang perlu kita perbaiki, baik menyangkut character personal kita maupun menyangkut kompetensinya.

Pertama, Bicaralah apa adanya (Talk Straight). Ini salah satu perilaku yang tidak mudah dipraktekkan. Masyarakat kita yang terlalu banyak basa-basi tepo seliro, sering menganggap bicara apa adanya sebagai suatu tata cara yang tidak sopan, dan dianggap kurang pas diberlakukan.
Kedua, Menghargai orang lain (Demonstrate respect) adalah alat ampuh dalam rangka mencapai suasana cair saling pengertian. Meskipun kita dituntut untuk berbicara apa adanya, tetapi pilihlah style atau cara yang membuat orang "merasa tidak dianggap remeh".
Ketiga, Menciptakan suasana yang saling terbuka (Create Transparency). Di masa lalu bahkan sampai saat ini, masih banyak orang yang hobby-nya menyimpan-nyimpan informasi dan berusaha mengendalikannnya secara tidak jujur. Akibatnya, banyak sekali upaya positif yang sudah dilakukan, tetapi implementasinya tidak diinformasikan secara merata ke berbagai pihak yang berkepentingan. Ini membuat orang merasa diperlakukan dengan tidak adil yang berdampak kepada rendahnya kepercayaan dalam hubungan antar orang pada organisasi.
Keempat, Mengetahui hal-hal yang benar tetapi tidak melakukannya, adalah perbuatan yang sulit dibenarkan (Right Wrong).
Kelima, Jangan berkata dibelakang orangnya (Show Loyalty).
Keenam, Buktikan anda bisa melakukannya (Deliver Result).
Ketujuh, Selalulah menjadi lebih baik (Get Better)
Kedelapan, Carilah sesuatu yang paling benar (Confront Reality)
Kesembilan, Harus jelas apa yang diinginkan orang lain (Clarify Expectations)
Sepuluh. Senantiasa mengambil tanggung jawab (Practice Accountability).
Sebelas, Jangan terburu-buru mengambil keputusan (Listen First)
Dua Belas, Jangan pernah meninggalkan Komitmen, itu janji utama (Keep Commitment)
Tiga Belas, Extend Trust


(belum selesai)