Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Monday, 27 July 2009

Menyatukan Hati dan Pikiran

toto zurianto

Pidato Hilarry Clinton, Menteri Luar Negeri AS pada dialog ekonomi tingkat tinggi USA dan Cina di Washington hari ini antara lain menyebutkan, "sementara kita tidak mungkin bisa sepakat atas seluruh isu yang bertentangan, hal utama yang bisa kita capai adalah menyatukan Hati dan Pikiran kita (mind and heart)". Upaya ini sangat penting dan membantu, karena perselisihan pada dasarnya tidak pernah terbukti bisa diatasi dengan tindakan yang saling merugikan.

Apakah yang disampaikan Hilarry ini bisa efektif untuk mengatasi perbedaan pendapat diantara berbagai negara, khususnya dalam mengatasi hubungan antara Cina dan USA? Harapan itu tentu seperti itu. Bagaimanapun kedua negara ini adalah raksasa ekonomi dunia saat ini yang akibat policy keduanya, sangat besar pengaruhnya kepada perkembangan perekonomian dunia pada saat ini. Krisis perekonomian Global, kalau benar ingin kita atasi, tidak bisa dilakukan melalui tangan besi, dan hanya atas kepentingan (ego) dari masing-masing negara. Hasil yang lebih baik biasanya akan terwujud ketika masing-masing negara mulai menurunkan daya tawarnya sehingga mencapai keseimbangan yang lebih adil, lebih sedikit risikonya, dan memberikan solusi yang lebih bisa dinikmati banyak orang.

Inilah mungkin yang dimaksudkan Hillary sebagai upaya untuk menggunakan atau melibatkan mind and heart dalam membantu mengatasi perbedaan pendapat pada komunike internasional dewasa ini, khusus pada hubungan Cina dan Amerika Serikat.

Pertemuan ini adalah yang pertama kali diadakan pada era pemerintahan Obama, dan dihadiri, selain akan dihadiri oleh Presiden Obama yang akan memberikan speech-nya, Cina datang dengan mengutus delegasi tingkat tingginya, dipimpin Wakil Perdana Menteri Wang Qishan dan Menteri Luar Negeri Dai Bingguo.