Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Saturday, 25 July 2009

Mencari Pemimpin

toto zurianto

Pilpres sudah usai, pemenangnya Pak SBY sebagai Presiden dan Pak Boediono sebagai Wakil Presiden. Mereka akan dilantik pada bulan Oktober nanti untuk masa jabatan 2009-2014. Lalu sebelum itu, akan ramai kasak-kusuk, siapa yang akan menjadi Menteri, siapa pejabat negara lain selain Menteri yang akan dipilih presiden. Berbagai institusi lainpun akan menggelar pemilihan Pimpinannya. Termasuk, siapa pengganti Boediono sebagai Gubernur Bank Indonesia. Juga siapa pengganti-pengganti para Menteri terpilih nanti!

Akan banyak agenda politik negara yang akan terjadi dalam waktu 6 bulam ke depan. semuanya akan menyita pandangan rakyat Indonesia. Karena ini adalah upaya kita mendapatkan pemimpin terbaik yang tidak saja harus mempunyai visi dan program perubahan yang kuat, tetapi sekaligus mempunyai Integritas yang tidak diragukan. Integritas adalah tantangan berat yang harus dimiliki oleh para pemimpin negara ini. Kita sudah bosan dengan pemimpin ala kadarnya karena dekat dengan pemegang kekuasaan, atau masih suka menawar dan talik ulur dalam upaya memegang integritas. Rakyat sudah muak, menyaksikan pemimpin yang hanya bisa kotbah, belagak alim, padahal masih suka melakukan keputusan yang diluar wewenangnya. Rakyat sudah tidak sabar, ingin memiliki pemimpin yang tidak saja pintar, tetapi sekaligus jujur, tidak rakus, tidak KKN (Tidak korupsi, Tidak nepotisme), juga mempunyai pendapat yang kuat dengan Efisiensi dan Efektivitas Kerja.

Sosok pemimpin yang seperti apa yang kita inginkan untuk ikut dalam membangun negara yang sebenarnya sarat dengan potensi ini? Pertama, kita sangat perlu mengetahui visi pemimpin terhadap negara ini. Seorang Menteri Kabinet misalnya, kita mau tahu apa yang akan dilakukannya selama 5 tahun kepemimpinannya, apakah sekedar melanjutkan policy pemimpin sebelumnya, atau bagaimana? Contohnya, Menteri Pekerjaan Umum, bagaimana visinya mengenai pembangunan jalan raya Indonesia? Kebijakan seperti apa yang akan dilakukannya. Bagaimana mengenai pembangunan irigasi, atau pekerjaan lain yang bisa dinikmati dan mempermudah masyarakat kita. Kita perlu mengetahui secara detail, kalau perlu lengkap dengan time-frame dan schedule-nya. Bagaimana dan bagaimana, serta siapa yang akan disertakannya dalam masa kepemimpinannya nanti.


Kedua, kita harus meyakini bahwa pemimpin kita mempunyai semangat untuk mengambil keputusan, artinya berani melakukan tindakan. Jangan sekedar konsep, tetapi tidak pernah jalan. Inilah pertimbangan penting yang harus kita ketahui bersama. Kita sudah muak dengan pemimpin yang keputusannya adalah berusaha untuk mengkaji kembali dan melakukan kajian berulang-ulang untuk diulang kembali. Pemimpin yang selalu memutuskan untuk melakukan pengkajian ulang, tidak layak untuk di-idolakan.

Hal lain, ketiga, adalah keteguhannya menempatkan nilai-nilai (values) sebagai the way of life yang abadi dan tidak goyah karena pertemanan, ancaman, atau uang! Ini yang kita sebut Leaders with Principle! Orang yang tidak pernah toleran dalam eksekusi, meskipun dia tetap harus terbuka menerima masukkan.

Pemimpin adalah perpaduan antara cita-cita yang tinggi (visionary), kemampuannya mewujudkan cita dengan tindakan yang berani dan pantas, serta selalu diwarnai oleh nilai-nilai luhur universal yang tak terbantahkan di belahan dunia manapun kita berada.