Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Sunday, 19 July 2009

Kepercayaan

toto zurianto

Hubungan antar orang akan menjadi sulit, apabila orang lain tidak mempercayai kita. Kenapa? Karena hubungan-hubungan antar orang, antar bisnis, atau antar negara, selalu dimulai dengan basis kepercayaan. Meskipun sering kita sudah berusaha sebisanya, sering harapan agar orang mempercayai kita, tidak mudah untuk segera didapat. Peristiwa Boom di Hotel J.W. Marriot dan Hotel Ritz Carlton Jakarta (18 Juli 2009), membuat kita, bangsa Indonesia, perlu segera melakukan langkah-langkah penting untuk segera membangun kepercayaan orang kepada kita. Sama seperti krisis ekonomi, sangat sulit bagi kita untuk melakukan restoring when we lost the trust. MU yang sedianya akan ke Jakarta, tidak merasa yakin, pihak keamanan kita mampu mengambil langkah-langkah pengamanan terhadap pemain mereka yang harganya sangat tinggi itu. Meskipun keamanan kita pasti bisa menjamin keselamatan bagi pemain MU itu, tetapi kepercayaan itu sedang berada pada titik terendah. Ibaratnya deposito, sekarang sudah kering di-rush pemiliknya, dan beralih kepada instrumen lain yang lebih aman dan menguntungkan.

Jangan Terlalu Cepat Men-judge! Kalau kepercayaan orang memudar, biasanya kita mencoba menxcari jawaban atas situasi yang tidak menguntungkan itu. Umumnya, kesalahan bukan pada pesawat kita. Kebanyakan kita merasa sudah melakukan langkah-langkah yang bagus, tetapi orang lain yang sering kita anggap belum bisa mengerti. Inilah penyakit manusia secara umum. Tidak mau bersikap netral, selalu menimpakan kesalahan di diri orang lain. Sikap seperti ini perlu kita perbaiki, cobalah melihat ke diri sendiri lebih dahulu.

Segeralah memaafkan orang!
Memang kesalahan tidak selalu terjadi pada diri kita. Tidak terlalu cepat men-judge orang lain, bukan berarti kesalahan harus berada pada diri kita. Orang lain pun sangat mungkin untuk berbuat salah. Bagi kita, sikap memaafkan kesalahan orang lain, merupakan langkah penting untuk meningkatkan rasa bersalah orang terhadap diri kita. Memberi maaf orang lain, bahkan tanpa diminta, merupakan investasi berharga dalam menunjang hubungan atas dasar kepercayaan diri yang tinggi. Jadi, jangan gengsi, dan segeralah memberikan maaf. Kita sama sekali tidak akan kekurangan dengan memberikan maaf. Memberikan maaf dengan cepat adalah suatu perustiwa yang memiliki nilai atau investasi yang sangat besar dan sangat menguntungkan.