Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Saturday, 4 September 2010

The Culture of Discipline

toto zurianto

George Rahtmann menyadari bahwa fungsi utama dari birokrasi adalah untuk mengatasi adanya Pegawai yang tingkat kompetensinya cukup rendah dengan disiplin kerja yang kurang baik (hal 121). Seandainya pada organisasi anda, anda memiliki orang-orang yang sangat kompeten dan telah diduduki pada tempat yang sesuai (the Right People on the Right Place), maka birokrasi menjadi tidak diperlukan.

Sebenarnya banyak peraturan yang sangat birokratik yang diciptakan, semata-mata akibat adanya sejumlah orang yang tidak professional dan ditepatkan pada posisi yang salah (because of the wrong people on the bus).

Adanya orang-orang yang kurang pas penempatannya (the wrong people on the bus), membuat organisasi menjadi tidak nyaman, roda perjalanannya menjadi terganggu. Sebagian orang-orang yang lebih kompeten (the right people on the bus) terpaksa harus melaksanakan pekerjaan orang lain.

Apalagi apabila kebijakan reward-nya kurang atau tidak memberikan perbedaan antara pegawai yang lebih berprestasi dengan Pegawai yang biasa-biasa saja. Lama kelamaan Pegawai yang terbaik menjadi tersingkirkan yang akibatnya akan membuat semakin banyak lagi “the wrong people on the bus” yang yang membuat birokrasi menjadi semakin meningkat untuk mengatasi orang-orang yang tidak kompeten dan kurang disiplin.

Demikian seterusnya perkembangan birokrasi yang sering menjadi sulit untuk dikendalikan.