Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Saturday, 4 September 2010

Management By Walking Around

toto zurianto

Apa aktivitas manajer paling banyak ketika dia menduduki posisi tinggi, misalnya sebagai Direktur atau CEO? Pertama menghadiri meeting (rapat), dan Kedua, menerima tamu dengan berbagai kepentingan, dan Ketiga, pergi ke luar kantor, mungkin menghubungi client, atau sekedar bersilaturahim untuk mendapatkan balasan yang setimpal.

Sementara, ketika mereka berada di ruang kerja mereka, maka kegiatan utamanya adalah menyelesaikan dokumen yang (sudah) bertumpuk.

Situasi seperti ini telah menyebabkan para manajer kehilangan waktunya untuk melakukan komunikasi dengan orang-orang yang ada di dalam organisasi sendiri. Ini adalah keadaan yang sangat potensial, menghambat upaya organisasi mewujudkan sasaran secara lebih baik. Banyak kehilangan yang seharusnya bisa dicegah apabila para manajer mulai menyusun prioritas untuk tidak lagi harus menghadiri seluruh meeting yang sebenarnya sebagiannya perlu dan bisa didelegasikan.

Kesempatan-kesempatan untuk bertemu dengan para bawahan, bukanlah suatu aktivitas yang bisa dilakukan secara sambil lalu, misalnya sekedar melalui telephone atau dengan catatan disposisi. Para manajer perlu selalu mempelajari peristiwa apa yang sebenarnya terjadi di lingkungan pekerjaan bawahannya setiap saat.

Para manajer pelu mengetahui proyek-proyek apa yang sedang dikerjakan bawahannya, dan bagaimana pencapaiannya.
Juga, bagaimana para bawahan melakukan pekerjaannya, kemungkinan ada diantaranya yang benar-benar memberikan kontribusi yang luar biasa dan sangat pantas untuk dipuji dan dihargai.

Kehadiran manajer, juga diperlukan untuk memberikan coaching ketika para bawahan ternyata sedang mengalami kondisi yang kurang baik yang memerlukan jalan keluar yang sangat mungkin bisa diberikan oleh atasan.

Jadi, keterlibatan manajer yang lebih banyak terhadap pelaksanaan tugas bawahannya dan memperhatikan cara bawahannya bekerja, merupakan tuntutan yang dewasa ini, menjadi sangat penting untuk dilaksanakan. Inilah yang dikenal dengan istilah Management by Walking Around, atau MBWA sebagaimana yang dikatakan Peter Barron Stark dan Jane Flaherty dalam buku mereka The Only Leadership Book You’ll Ever Need, halaman 120.