Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Thursday, 4 November 2010

Menikmati Pekerjaan

toto zurianto

Bagaimana menikmati pekerjaan? Wah susah sekali. Tidak sama dengan yang berlaku di negara maju, dimana bekerja, selalu memiliki definisi yang berbeda. Di kita di Indonesia, bisa bekerja merupakan anugrah yang luar biasa. Kenapa? Karena masih banyak sahabat atau orang lain yang begitu sulit mendapatkan pekerjaan. Tidak peduli dia seorang Sarjana, apalagi kalau pendidikan lebih rendah, tentu bekerja adalah sesuatu yang mewah. Jadi bagaimana agar kita menikmati pekerjaan? Meskipun situasinya berbeda dengan di negara maju, tetap kita memiliki peluang untuk bisa menikmati pekerjaan kita. Setidaknya, bisa menumbuhkan semangat atau motivasi untuk lebih berprestasi pada pekerjaan kita yang menjadi satu-satunya pilihan terbaik sampai saat ini. Menurut Jack Welch (in Jeffrey A Krames), ada 3 hal yang perlu kita perhatikan; Pertama, jadikan perjalanan hidup dan pekerjaan kita menjadi sesuatu yang lebih informal. Kalau kita seorang atasan, kita mempunyai kesempatan untuk menerapkannya terlebih dahulu. Kadang-kadang dari cara berpakaian saja, bisa membuat orang (lain) menjadi lebih dekat dengan kita. Pakaian yang terlalu resmi sering membuat suasana menjadi lebih kaku. Please, "to loosen up dress dow"n and make the workplace an "ideas of laboratory". Kedua, Bagaimana menciptakan pekerjaan yang memberi tantangan! Biasanya berbagai pekerjaan, setelah beberapa waktu, cenderung menjadi biasa-biasa saja dan bersifat rutin. Inilah situasi yang membuat kita harus mampu melahirkan tantangan lain yang lebih berat dan lebih inspiratip. Ketiga, "don't stay in the same job forever"! Kecuali terpaksa, kita perlu menghindar dari suasana yang membosankan. Selama suatu pekerjaan belum terwujudkan, memang masih ada peluang untuk stay. Tetapi akan menjadi sangat membosankan apabila pekerjaannya ternyata hanya itu-itu saja. Kita perlu mendapatkan atau mengejar peluang untuk melakukan hal-hal membuat kita "mempelajari sesuatu yang baru" dan memacu daya pikir atau pertumbuhan inteleltualitas kita. Jangan biarkan otak kita mati karena pekerjaannya cenderung monoton dan mengulang. Inilah sedikit cara bagi kita untuk meningkatkan semangat dan motivasi dengan mencari peluang untuk menikmati pekerjaan.