Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Wednesday, 25 February 2009

RESTO - KULINER

DIBAO UNTUANG, Nikmatnya Masakan Padang

Beberapa waktu yang lalu, saya diajak seorang teman (Suhaedi), makan siang di sebuah Restaurant Padang namanya Dibao Untuang, di Jl. Wahid Hasyim, dekat perapatan Sarinah. Menurut saya masakannya Khas sekali, beda dengan masakan di Restaurant Padang/Minang lainnya. Yang paling Istimewa adalah Gulai Tunjang Padeh (Gulai Kikil Pedas) dan Gajeboh! Pokoknya termasuk yang paling nikmat yang pernah saya rasakan.

Kalau anda penggemar masakan Padang, dan kebetulan sedang di Jakarta, silahkan mampir ke Jl. Wahid Hasyim, sekitar 100 meter dari perapatan Sarinah, tepat di samping Toko Piala "Trophy". DiBao Untuang buka setiap hari mulai jam 11.00 siang sampai 11.00 malam.


Restaurant ini sebelumnya hanya Restaurant Kaki Lima yang buka mulai jam 5.00 sore sampai jam 10.00 malam. Dulu lokasinya di dekat BCA, 50 meter dari Pasar Tanah Abang. Saya beberapa kali mengunjungi Restaurant (kaki lima) Dibao Untuang, sekitar tahun 1988-1990, sekitar 20 tahun yang lalu. Tapi Jangan khawatir, rasanya tetap mantap. Jangan Lupa Pesan Kikil yang besar, biar puas. Dan untuk sementara, lupakan dahulu Kolesterol dan Asam Urat! Sodap Kali!

Info Tambahan
Sebenarnya, sepertinya Dibao Untuang (DbU) ini tidak terlalu asli masakan Minang (Padang Food), sudah dimodifikasi. Cara penyajiannya berdasarkan order, dan menunya juga beda dengan kebanyakan Restaurant Padang. Kita bisa menemukan Tempe Goreng yang dipotong tipis, ada Sop Buntut, ada Ikan Mujair Goreng!