Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Monday, 16 May 2016

Kami Tjinta Perdamaian

toto zurianto

Mungkin tidak banyak yang tahu ungkapan Kami Tjinta Perdamaian di atas. Ini sebuah album rekaman Panjaitan Bersaudara yang pertama yang menjadi icon group musik itu. Panbers yang terdiri dari Hans Pandjaitan, Doan Pandjaitan, Benny dan Asido Pandjaitan, mulai main musik di Surabaya. Kemudian, sekitar tahun 1970, mereka hijrah ke Jakarta dan menetapkan pilihannya untuk menjadi musisi. Kerja keras mereka, akhirnya membawa mereka ke rekaman album pertama di Dimita Record pada tahun 1971, itulah Album Kami Tjinta Perdamaian (masih mengunakan Bahasa Indonesia ejaan lama, sebelum tahun 1972).



Album ini sangat spektakuler, dan mampu mengimbangi lagu-lagu Koes Plus dan Dara Puspita yang sudah lahir terlebih dahulu. Ada 12 lagu yang bisa dunikmati di album Kami Tjinta Perdamaian (KTP). Paling terkenal "Achir Tjinta" ciptaan Benny Panjaitan yang sering dinyanyikan anak muda ketika itu, bahkan sampai saat ini. Tapi bukan hanya Achir Tjinta, lagu-lagu lain juga sangat luar biasa. Tentu saja judul lagu "Kami Tjinta Perdamaian" yang menjadi judul album Panbers Volume 1 ini.
Yang juga patut dicatat, adalah lagu-lagu dalam bahasa Inggris.

Ketika itu memang  sedang "in" untuk melahirkan lagu-lagu dalam bahasa Inggris. Tidak hanya Panbers, juga Koes Plus atau AKA Group yang sering menyelipkan lagu-lagu dalam bahasa Inggris di setiap album yang mereka lahirkan. Hampir semua album Pop Indonesia Koes Plus sampai dengan Volume 6 diselipkan 2 atau 4 lagu dalam bahasa Inggris. Kalau AKA yang terkenal sebagai pemusik Under Ground, tentu saja tidak ketinggalan.
Panbers Volume 1 memang luar biasa. dari 12 lagu yang diciptakan sendiri, hampir semua ciptaan Benny Pandjaitan, 6 di antaranya lagu-lagu dalam bahasa Inggris, seperti; Djakarta City Sound, Bye Bye, No Tears for farewell, Colour of Your Heart, Haai, dan Let us dance Together. Lagu-lagunya juga bagus dan cukup menghentak.
Tetapi, dengarkan Kami Tjinta Perdamaian yang menurut saya, tidak saja alunan dan melodinya yang indah, juga pesan perdamaian yang dibawakannya, luar biasa.
Sekarang di era digital, youtube, dan on-line musik, kita masih bisa menikmati lagu lawas semacam album Panbers Volume 1 ini. Sungguh membuat kita ingat kembali masa-masa lalu, terutama beberapa ciptaan Benny yang luar biasa. Mari mendengarkan Hanja Semusim Bunga, Sendja Jang Indah, Hanja Padamu, dan Sendja Telah Berlalu. Dijamin luar biasa.