Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Monday, 16 May 2016

Why Should Anyone Work Here!

toto zurianto



Kenapa kita memilih bekerja di sebuah organisasi tertentu? Apakah ini satu-satunya pilihan, atau kebetulan karena kita diterima untuk bekerja disitu! Semua dengan pertimbangannya sendiri-sendiri. Mungkin faktor penghasilan dan fasilitas, menjadi hal yang utama dan penting. Termasuk adanya kesempatan karir yang baik di masa depan. Juga kebanggaan bekerja di sebuah lembaga besar dengan peran yang besar. Seribu satu pandangan, bisa kita dengarkan.
Tapi, sebuah buku tulisan Rob Goffee dan Gareth Jone, berjudul “Why should anyone work here?” terbitan Harvard Business Review Press (2015), menjadi menarik untuk kita ikuti. Judulnya kelihatan cukup menggigit dan asyik. Konteksnya, cukup relevan bagi siapa saja, terutama bagi para pencari kerja kelompok fresh graduate. 
Bulan lalu, Otoritas Jasa Keuangan mengumumkan rekrutmen pegawainya. Lihat, antusiasme pelamarnya sangat luar biasa. Ada lebih 103 ribu fresh graduate Indonesia yang berjuang untuk memperebutkan sekitar 400 posisi Staf di OJK. Ini sebuah prestasi yang luar biasa. Memang penting untuk mendapatkan pekerjaan. Untuk kasus Indonesia yang jumlah pencari kerja jauh lebih banyak dibandingkan dengan posisi yang tersedia, tidaklah heran ketika, persoalan penyediaan lapangan kerja cenderung sensitif. Orang tidak punya banyak pilihan. Mudah-mudahan bisa diterima. Tapi, bisa dipastikan, persoalan mendapatkan pekerjaan, bukanlah satu-satunya alasan. Banyak pertimbangan ketika seseorang harus memilih. Tetapi, lagi-lagi, kenapa kita bekerja di tempat kita sekarang bekerja?

Kenapa kita disini?
Ada beberapa alasan yang menurut Rob dan Gareth, sering menjadi pertimbangan orang untuk menetapkan pilihan pekerjaannya. Pertama, I work here because I like the way we do things around here. I like the values, and I like the culture. Nilai-nilai organisasi dan Kultur menjadi pertimbangan utama. Kita, sering menjadi sangat tertekan, ketika harus melakukan sesuatu yang bertentangan dengan pemahaman dan kebiasaan kita. Misalnya, seseorang yang menempatkan faktor integritas sebagai sebuah nilai tertinggi, menjadi sangat tersiksa ketika berada pada sebuah lingkungan yang korup dan menghalalkan segala cara.
Kedua, kita lebih suka untuk bekerja pada lingkungan (kerja) yang (lebih) berprestasi, dibandingkan dengan lingkungan kerja biasa-biasa saja. “I work here because we win. We are a high performance orgnization’. Jelas tidak menarik kalau lingkungan kerja kita, jauh dari upaya untuk mencapai prestasi kerja tertentu. Karena itu, sistem dan lingkungan kerja, harus mampu menghidupkan nuansa kompetisi bagi sesama pegawai. Ini yang akan menghantarkan kita ke gerbang kemenangan. Budaya yang mendukung kita untuk mencapai semangat high performance antara lain melalui performance-based organization berbasis merit system.
Ketiga, I work here because of the employer’s reputation. Its image, its value proposition. The brand convinces me this is the place to be.  Ini banyak dipilih orang. Reputasi dan Brand adalah hal penting yang membuat orang suka bekerja. Tetapi, keduanya tidak mudah untuk diwujudkan. Memiliki reputasi, bukan sekedar karena lembaga atau perusahaan itu penting dan mempunyai otoritas yang luas. Tetapi, karena peran dan sumbangannya kepada stakeholders, dan bangsanya. Juga karena para Leaders dan Pegawainya yang terus bermimpi untuk mewujudkan organisasi yang  high performanace.
Terakhir, Keempat, I work here because I get involved in a way that absorbs me, energizes me, and enables an exceptional contribution. Ini penting dan sebuah lambang dari kehadiran. Jangan sampai kita hanya sebagai pelengkap penderita. Ada tetapi tidak berkontribusi. Get Involved itu lebih kritikal. Bahkan sering melebihi sebuah kompetensi dan harta. Tidak menarik dan bisa demotivasi, kalau kita tidak terlibat, atau tidak dilibatkan, atau tidak dianggap.
Bekerja, bukan semata untuk mndapatkan penghasilan, atau lepas dari predikat sebagai penganggur. Bekerja, punya dimensi luas. Ingin berkontribusi, ingin berprestasi, juga ingin memberikan pembedaan, atau karena ingin berada pada lingkungan yang hebat, Penting pula, bekerja, karena ini terlibat, bukan sekedar ada. Ingin get involved.