Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Monday, 16 May 2016

Robby Johan, Leaders pembawa Perubahan

toto zurianto

Jumat 13 Mei 2016, seorang bankir terkenal Robby Djohan berpulang menghadap sang pencipta. Tapi dia begitu terkenal dan telah menorehkan prestasi luar biasa pada bidang-bidang yang ditekuninya. Mula-mula dikenal sebagai CEO Bank Niaga, kini menjadi CIMB Niaga, sebuah bank nasional yang cukup terkenal. Bank Niaga bukan yang terbesar, mungkin hanya pada peringkat 6 sampai 10 pada masanya. Tetapi, telah memiliki sistem dan teknologi yang modern dan menjadi bank modern yang dikenal orang. Dia juga dikenal salah seorang yang membidani kelahiran Bank Mandiri, bank hasil merger 4 Bank BUMN; Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank Pembangunan Indonesia, dan Bank Ekspor Impor Indonesia. Robby juga melakukan Transformasi di PT. Garuda Indonesia, maskapai nasional yang ketika itu sedang menghadapi krisis keuangan luar biasa.
Robby Djohan; Leaders, bagaimana mengelola talent (photo SWA)


Robby Djohan; Leaders memberi Kesempatan (photo from SWA)
Banyak peninggalan yang lahir dari pemikiran Robby. Tetapi salah satu statement yang ditekankan Robby adalah tugas seorang CEO. bagi Robby, tugas CEO bukan mengelola bisnis, tetapi mengelola manusia. Waktu dan pikiran seorang CEO harus tercurah untuk membangun manusia dan talenta talenta. Saat ini sering terbalik. Bisnis penting, tetapi Manusia lebih utama. Kita mencurahkan waktu mengelola manusia, sehingga manusia yang bertalenta itu yang akan mengelola bisnis.   

CEO harus lebih banyak mencari talent-talent baru dan memberikan kesempatan ketimbang mengurusi bisnis (SWA). Jangan sampai menjadi Manajer Besar, bukan Leaders. Seorang Leaders hanya berbicara pada Top Strategic Level, yaitu Visioner, menjaga Values perusahaan dan siap men-drive para Leaders yang lain untuk melakukan eksekusi. Pemimpin harus memberikan kesempatan kepada bawahannya, kepada Manajer-manajer untuk berkembang. Jangan sampai semua ruangan mau dikuasai sendiri. Jangan sampai leaders menelorkan visi, menyusun strategi, juga menjalankannya sendiri. Leaders selalu memberikan kesempatan. Jangan-jangan bawahan mempunyai cara yang lebih baik dari kita.Selamat jalan Robby Djohan, bankir, leaders, dan seorang Guru Manajemen yang luar biasa.,


Post a Comment