Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Wednesday, 25 May 2016

Membasmi Kemiskinan dan Ketidakadilan

toto zurianto

Meskipun cukup tebal, tetapi buku Joseph E. Stiglitz ini perlu untuk dibaca. Bagi Indonesia yang tetap masih berkutat dengan kemiskinan dan ketidakadilan (poverty and unequality), termasuk kesulitan dalam menyiapkan lapangan kerja, sungguh kita harus tidak bosan membaca tulisan Stiglitz ini. Buku The Great Divide; Unequal Societies and What We Can Di About Them (2015), menjadi penting dan referens bagi para pengambil keputusan. Apakah di negara yang belum cukup maju seperti Indonesia, bahkan untuk kasus Amerika Serikat, hal ini penting untuk diperhatikan. Bagi Stiglitz,  kebijakan Amerika untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya sungguh sulit untuk dipahami.

Tentang ketidakadilan (unequality), di Amerika, 91 persen harta kekayaan negara berdasarkan GDP, ternyata dinikmati hanya oleh 1 persen penduduk terkaya. Jadi 99 persen rakyat Amerika ternyata tidak menikmati apa-apa. Situasi ini sudah berlangsung lama. Kebijakan Ekonomi Amerika Serikat sejak zaman Presiden Reagan, sudah tidak pro terhadap penduduk miskin.

Pandangan Stiglitz tentang ketidakadilan, perlu mendapat perhatian para pemimpin negara. Tidak hanya pemerintah Amerika Serikat. Terutama menyangkut 4 isu yang dinilai akan besar pengaruhnya kepada upaya meningkatkan kapasitas ekonomi rakyat. Pertama, perlu melihat ketidakadilan yang ternyata sudah meluas tidak hanya di negara miskin. Bahkan paling parah di Amerika Serikat dan Negara-negara maju.



Isu kedua, adanya kekeliruan di dalam mengelola ekonomi dan manajemen. Banyak kesalahan yang dilakukan oleh para pengambil keputusan. Tentunya bisa mengakibatkan masyarakat semakin tertekan.
Selanjutnya mengenai globalisasi yang membuat aspek eksternal dan internasional, menjadi sangat sensitif. Ekonomi internal kini menghadapi persaingan yang ketat. Pengetatan dan efisiensi, diperlukan untuk meningkatkan daya saing.
Terakhir mengenai peran pemerintah dan pemerintah regional, termasuk sangat penting.