Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Monday, 20 April 2009

Mencari Format Kepemimpinan Bangsaku

toto zurianto

Sampai dengan hari ini Senin 20 April 2009, hasil pemilu Legislatif tetap memperlihatkan komposisi yang tidak berubah pada urutan pemenang Pemilu legislatif yang dilakukan 11 hari sebelumnya (9April 2009). Urutan 10 besar, apakah versi Quick Count ataupun versi KPU, masih tetap diduduki oleh Partai Demokrat, Golkar, PDI-P, PKS, PAN, PPP, PKB, Gerindra, Hanura, dan PBB.

Langkah berikut dari Pemilu Legislatif ini tentunya upaya mempersiapkan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada bulan Juli mendatang, mulai dari rencana-rencana koalisi antar partai, penetapan CaPres/CaWaPres, maupun pelaksanaan kampanye dan Pemilu sendiri.

Harapan masyarakat selanjutnya adalah lahirnya para pemimpin bangsa yang mumpuni, mampu mengajak masyarakat untuk menjadi lebih baik dari waktu sebelumnya. Pemimpin yang Mumpuni, memiliki kapabilitas (kompetensi) yang kuat, memiliki integritas yang teruji, punya visi yang berpikir jauh ke depan (visioner), dan adanya kemampuan dan keberanian untuk mewujudkan cita-citanya menjadi realitas (have courage to execute the vision).

Lalu, seperti apa pemimpin yang kita harapkan bisa kita miliki?
Pertama
, kita menginginkan hadirnya pemimpin yang tidak saja mampu melahirkan visi, tetapi telah mewarnai kehidupannya dalam visi itu sendiri. Bahkan nafas dan langkahnya diwarnai oleh cita-citanya melalui visi itu.
Kedua, kita mengharapkan hadirnya pemimpin yang punya keberanian untuk menciptakan keputusan-keputusan yang tidak populer. Kita sudah tidak mempunyai keinginan untuk mentolerir hadirnya pemimpin sekedar wacana visi dengan daya eksekusi terbata-bata.
Ketiga, kita selalu merindukan hadirnya pemimpin yang bisa bekerja sama, mementingkan keperluan negara dibandingkan dengan keperluan individu.
Post a Comment