Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Sunday, 12 April 2009

SRIKANDI INDONESIA, HEBAT!

toto zurianto

KEKAGUMANKU PADA SRIKANDI INDONESIA

Saya begitu menikmati Kick Andy Jum’at malam 10 April 2009 kemaren. Saya kagum pada srikandi Indonesia yang bekerja pada jenis pekerjaan yang selama ini kebanyakan didominasi oleh para lelaki. Ada operator alat berat (mobil keruk) di pertambangan di Newmont. Saya tidak tahu berapa berat mobil itu, mungkin 50 ton lebih. Ada juga Kapten Kapal Patroli (kapal Tunda) yang beroperasi di perairan (pelabuhan) di Jayapura, namanya Ibu Nelce. Acara itu juga menampilkan seorang bintang Tamu, Ibu Entin, mantan Kapten Kapal Pelni yang pernah menakhnodai Kapal Penumpang Pelni dalam perjalanan dari pabriknya di Jerman ke Indonesia yang berlangsung selama 29 hari 9 jam. Acara itu juga menampilkan Ibu Ida Fiqria, satu-satunya wanita yang berprofesi sebagai pesawat komersial berbadan sedang. Ia saat ini sebagai pilot pesawat Garuda jenis Airbus A-330 dan sudah memiliki 5500 jam terbang.

Seorang Jenderal polisi wanita, tepatnya sebagai seorang Kapolda Propinsi Banten, Ibu Brigjend Polisi Rumiah, telah menampilkan kebanggaan kita akan para srikandi Indonesia yang mengepalai para polisi di propinsi itu. Ada juga seorang Perwira Tinggi dari Angkatan Laut, Ibu Christina Rantetetana. Ia adalah seorang dan satu-satunya Laksamana (Pertama) di TNI AL yang pernah kita miliki. Saat ini ybs sebagai Staf Ahli pada Menko Polsuskam. Acara Kick Andy juga menampilkan seorang wanita muda yang juga terlihat tangguh dan pemberani, seorang petugas pemadam kebakaran wanita, Yossi Anita namanya. Dia berasal dari Kota Padang dan berpengalaman tidak saja untuk memadamkan api, tetapi termasuk pula sebagai Anggota Tim SAR dengan tugas yang bervariasi. Saya juga terpesona pada kehebatan Letnan Dua Fariana Dewi yang tidak saja terlihat tetap feminin, tetapi juga tetap menggambarkan seorang penerbang pesawat Helicopter tempur yang luar biasa.
Sungguh sangat banyak profesi yang secara umum lebih banyak dilakukan para pria, saat ini mulai diemban oleh para srikandi dengan hasil yang sama hebatnya, bahkan bisa menjadi bintang untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu. Saat ini hampir semua profesi sudah sangat terbuka dan bisa dilakukan oleh para wanita dengan tetap melakukan pekerjaan-pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga. Lihat juga para pengemudi Bus Way TransJakarta yang banyak dilakukan oleh para wanita, para ibu-bu yang juga tangguh.

Memang sudah tidak asing lagi. Kita sudah terbiasa dan sering menyaksikan para wanita Indonesia yang menduduki jabatan tinggi dan strategis di negara ini, termasuk yang paling terkenal saat ini adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani yang juga merangkap sebagai Menko Perekonomian. Tentu saja Megawati yang pernah menjadi wakil Presiden di era Gusdur dan selanjutnya sebagai Presiden yang menggantikannya. Demikian juga Menteri Perdagangan dan Menteri kesehatan. Semuanya adalah para srikandi yang tangguh dan hebat.

Kita bergembira karena saat ini di Indonesia, sudah tidak ada lagi perbedaan antara pria dan wanita untuk menjadi Leader dan mencapai posisi puncak. Meskipun tidak mudah, tetapi sangat penting untuk dipahami bahwa, bekerja tidak mengenal diskriminasi. Semua orang punya hak dan kesempatan yang sama luasnya untuk menjalankan karirnya. Dimulai dari kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang setinggi-tingginya, selanjutnya adalah kekuatan dan komitmen yang harus dipelihara terus menerus dalam rangka mewujudkan cita-cita. Wanita, juga tidak perlu untuk mendapatkan “belas kasihan” dari para pria karena semuanya bisa ditaklukkan melalui iklim kompetisi yang wajar. Tentu saja ada juga beberapa hal yang perlu disepakati dengan para pria, terutama untuk pekerjaan rumah tangga dalam mengurus anak bagi yang berkeluarga. Sepakat dengan pengertian, perlunya pembagian pekerjaan yang wajar yang sebenarnya bukanlah sebagai pekerjaan yang hanya harus dilakukan oleh para wanita. Beberapa pekerjaan, seperti mengurus anak dan menyiapkan makanan bagi keluarga, bukanlah pekerjaan para ibu-ibu atau kaum wanita saja, tetapi sebagai pekerjaan bersama yang harus juga dilakukan secara seimbang oleh kaum pria. Pekerjaan-pekerjaan seperti ini perlu mendapatkan pemahaman yang benar sehingga bisa dijalankan secara baik. Hanya melalui itu, kita dapat mendapatkan para srikandi tangguh Indonesia yang hebat dan kuat!