Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Monday, 28 September 2015

Memilih dan Menetapkan Pilihan

toto zurianto


Kalau kemudian, misalnya pada suatu hari, kita harus memilih sesuatu yang penting, yang akan mewarnai perjalanan hidup kita, atau akan menentukan karir dan pekerjaan kita. Pilihlah sesuatu yang paling kamu ketahui, sesuatu yang paling kita pahami, sesuatu yang paling kita cintai.

Kalau sesuatu itu ternyata menjadi sesuatu yang tidak anda sukai, tidak anda cintai, maka kemungkinan besar, akan terlalu sulit bagi anda untuk mendapatkan sesuatu yang terbaik. Kerja keras sering tidak menghasilkan sesuatu yang terbaik, kenapa? Karena anda tidak mencintai pekerjaan yang anda lakukan. Atau, mungkin situasinya, atau sistemnya, atau orang-orang yang bekerjasama dengan anda, tidak memberikan stimulasi dan passion yang kuat yang membuat anda merasa ingin berlari, terpacu dan ikhlas untuk berbuat sesuatu.

Bekerja pada dunia modern sekarang, juga seperti itu. Orang-orang yang ada dalam lingkungan pekerjaan kita menjadi sangat penting. Memiliki kompetensi pribadi yang cukup dan mumpuni adalah sesuatu prerequisite dan perlu. Tetapi itu tidaklah cukup. Keberadaan orang-orang di sekitar kita adalah sesuatu yang penting dan menjadi kebutuhan.

Lingkungan menjadi faktor pendorong, bahkan sering lebih penting dibandingkan dengan kemampuan individu saja. Salah satu dari beberapa faktor penting adalah soal kepemimpinan. Kepemimpinan dan orang-orang penting pada suatu perusahaan adalah key success factor, Ketika kita berada pada suasana kepemimpinan yang pas, maka segalanya sering terasa mudah. Semua kemampuan bisa tereksplorasi dan berkembang. Kita sering day by day tertantang untuk menjadi lebih baik. Tapi ketika siatuasinya berbeda, maka sering seseorang menjadi mati, seolah-olah menjadi berakhir. Sulitnya, sering kita tidak bisa memilih, tidak punya kesempatan dan atau tidak punya kemauan. Sering ada keterbatasan. Ini membuat kita menjadi tidak optimal. Hanya leaders yang hebat yang bisa membaca dan memperbaiki situasi ini.

Hal lain yang perlu pula kita pertimbangkan adalah soal menikmati tantangan. Banyak orang yang suka pekerjaan biasa-biasa, jalannya lancar, kompetensinya sudah okay, dan tidak memerlukan tambahan pemikiran. Tapi paling bagus, ketika kita kemungkinan akan menemukan hal-hal baru yang lebih menantang. Ini sesuatu yang memerlukan kerja keras, ilmu dan hubungan yang baik dengan orang lain. Tantangan adalah sesuatu yang memerlukan kerja keras, cara, ilmu, kerjasama dan passion untuk menaklukkan sesuatu. Kita, sehari-hari sering hanya biasa-biasa saja.  Hidup memerlukan hal yang berbeda. Inilah tantangan yang harus diwujudkan. 

Tidak biasa secara “business as usual”. Kita perlu melakukan mobilisasi kapasitas dan menyusun strategi. Sering tidak mudah, dan bisa juga menghadapi kegagalan dan hambatan. Banyak juga yang tidak suka. Hambatan bukan sekedar kapasitas dan kemampuan, tetapi bagaimana menghadapi orang-orang yang tidak suka. Apalagi kalau kita sedang memulai sesuatu yang baru, sesuatu yang memerlukan kerja keras, sesuatu yang berarah kepada upaya perubahan. Situasi seperti ini sering membuat orang merasa tidak nyaman. Inilah tantangan sepenuhnya untuk memilih melakukan sesuatu.

(versi sebelumnya di blog ini tanggal 8 April 2014)