Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Friday, 18 September 2015

Sebuah Organisasi; Bagaimana agar Bisa Berkembang dan Mampu Bertahan

toto zurianto

Pagi ini Handry S4triago, CEO General Electric Indonesia, berkesempatan hadir dan Sharing Kepemimpinannya di OJK Institute, di depan peserta pendidikan Program Pengembangan Kepemimpinan Berjenjang (PPKB) Menengah 2. Berdiri dan mulai berusaha, sesuatu yang bisa dilakukan banyak orang. Sekarang, bagaimana untuk bisa bertahan?

Inilah persoalan yang harus di jawab. Dunia kini tidak sama dengan di masa lalu. Banyak yang sudah berubah. Era munculnya teknologi sistem informasi (komputer), terutama PC, smart phone, telah membawa perubahan besar bagi kita untuk mengelola sebuah organisasi.

Bahkan kini peran sosial media, seperti twitter dan facebook, juga berpengaruh siknifikan. Era keberlangsungan sebuah Bisnis Modern, bisa dilakukan dari mana saja di belahan bumi mana saja. Kita bisa melakukan sesuatu, bekerja, mempunyai akses dan melakukan command-command tertentu secara langsung, kapan saja dan dimana saja.

Followers, sangat penting
kita menjadi sulit ketika followers tidak melakukan apa-apa. Perusahaan atau Leaders tidak bisa melakukan banyak antisipasi ketika followersnya diam-diam, tidak mau berbicara. Followers yang pasif, tidak mau memberikan idea, tidak kritis, jauh lebih buruk dibandingkan dengan seorang pemimpin yang tidak inovatif.
Bahaya, apabila followers kita diam-diam saja.


Number One Challenge;
How to face the uncertainty
How to Keep Value and Integrity


Jangan Jadi Yes Man
The bad things of Indonesia adalah selalu mengatakan Yes. Orang Indonesia sangat suka mengatakan setuju. Baik akan saya lakukan. Kita seharusnya juga memiliki keinginan, kemampouan untuk mengatakan tidak. Kita harus punya alternatif. Kita harus kritis.


Kultur; Tidak suka bertanya
Kita kurang memperhatikan Mengapa? Bagaimana?
Kita suka hanya berkata, Siapa?