Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Friday, 11 September 2015

Preman Pensiun

toto zurianto

Sebuah sinetron sangat kerakyatan, enak dinikmati, padahal sudah lama. Bahkan sekarang sudah bagian kedua, mungkin sebentar lagi menjadi bagian 3. Pokoknya lucu dan menghibur. Salah seorang tokohnya, Kang Bahar, menjadi sentral utama cerita Preman Pensiun.

Kang Bahar yang sudah tiada, dan diperankan Didi Petet menggambarkan seorang Preman Tulen Indonesia, hebat tetapi mampu menata organisasi secara luar biasa, disiplin dan tegas. Tentu saja banyak tantangannya dalam memimpin organisasinya itu. Tapi tetap bisa dijalankan secara baik.
Cerita-cerita Preman Pensiun juga sangat bervariasi, pokoknya ada hal-hal yang Indonesia banget. Cerita tentang Pasar, tentang Angkot dan Pencopet, tentang jualan Cilok, atau tentang Nasehat-nasehat keagamaan.
Lalu ada juga perselisihan-perselisihan sesama teman para preman, ada yang mencoba mencari posisi tertinggi, dengan melakukan tipu muslihat. Kisah-kisahnya di sekitar pasar, ketika para preman berinteraksi dengan pedagang, ada yang godain, ada yang menagih uang preman, dan tentunya para pengunjung pasar. Lalu ada juga cerita romantika para pencopet di angkutan kota (Angkot) yang membuat kita mengetahui dan ketawa.

Juga kita dihibur oleh beberapa tokoh yang cantik, terutama anak-anak Kang Bahar. Kinanti yang cantik melalui kisah kehidupannya, pertemanan atau pacarnya yang menghibur.

Muslihat, Kepercayaan Kang Bahar, Pewaris Bisnis Kang Bahar

Kinanti, Anak Kang Bahar yang sangat care sama Bapaknya.

Tokoh Preman bersama Suksesornya.