Wednesday, 9 May 2018

YANG BENAR TIDAK SELALU HARUS MENANG

toto zurianto


Sama seperti manusia lainnya, pemimpin juga tidak selamanya benar. Setidaknya, banyak diantara kita yang meskipun statement-nya tidak salah, sering juga mengalami dampak komunikasi yang kurang menyenangkan. Sesuatu yang benar, karena proses komunikasi yang kurang tepat, berpotensi melahirkan kekisruhan yang bisa sangat tidak menyenangkan, bahkan bisa berbahaya.

Karena itu, menyadari kekeliruan dan ingin memperbaikinya, merupakan peristiwa tidak mudah yang sering tidak dimiliki oleh seorang pemimpin. Bukan sekedar gengsi, tetapi ada kekhawatiran, apa yang dilakukannya akan berdampak besar kepada dirinya dan nilai kepemimpinannya.
Pemimpin selalu ingin mempertahankan kebenarannya. Bahkan tidak jarang, sesuatu yang salah, ingin tetap dinyatakan benar dan berjuang keras untuk mempertahankannya.

Saya sangat tertarik ketika Presiden Obama, mencoba mengklarifikasikan pernyataannya tentang polisi Amerika, yang disebutnya "bodoh" akibat peristiwa salah tangkap terhadap seorang Profesor dari Harvard University, Massachusetts. Tidak menunggu terlalu lama untuk menimbang-nimbang, Obama, orang nomor satu Amerika Serikat
ketika itu (sekitar tahun 2009), bahkan salah seorang pemimpin dunia, buru-buru melakukan pertemuan "beer diplomacy" yang melibatkan sang Profesor Henry Louis Gates dan sang sersan Polisi James Crowley, serta Wakil Presiden Joe Biden.

"Maafkan aku", itulah kira-kira yang dikatakan Obama, ia merasa sebagai seorang Presiden, meskipun mempunyai kekuasaan yang besar, tidaklah sepantasnya untuk memberikan pernyataan yang keras, meskipun hal itu telah didukung oleh informasi dan data yang sangat akurat.

Bagi Obama, juga para pemimpin hebat lainnya, sangat banyak langkah-langkah yang lebih bersifat "mind and heart" yang bisa dimanfaatkan, ketimbang melalui statement yang bisa melahirkan kekeliruan dan multi tafsir yang tidak menguntungkan.

Siapkan kita untuk melakukan hal seperti yang dilakukan Obama?
Siapkah kitab mengenyampingkan ego kita, merendah untuk sesuatu yang lebih besar? Siapkah kita menjadi peimpin besar yang membuang hal sepele untuk memenangkan hati dan pikiran yang lebih penting?

Wednesday, 2 May 2018

JANGAN MEMIKIRKAN YANG REMEH TEMEH!

toto zurianto


-->
Ketika kita mencoba melihat sekeliling kita, dan apa-apa yang kita lakukan sendiri, yang kita alami, sering kita merasa malu dan tertawa malu. Kenapa kita suka berkutat pada yang kecil-kecil. Kita sering menghabiskan waktu memikirkan diri kita yang terlihat seperti tertindas, seperti tidak bermanfaat, dibuang dan tidak digunakan maksimal. Lalu kita lihat, banyak orang yang berpikir yang kecil-kecil remeh temeh. Negara juga sering seperti itu, tidak banyak yang memikir lebih jauh. Soal kemiskinan misalnya, paling-paling hanya berpikir bagaimana menyalurkan sembako, memberi bantuan langsung, atau hal-hal sederhana lain. 
Lalu kita mau jadi apa? Anda mau jadi apa? mau menjadi seperti apa? Kalau ingin menjadi sesuatu, jangan hanya memikirkan hal-hal yang enteng-enteng dan remeh temeh saja! Seperti kata Nassim N. Taleb (the Black Swan), “Mengapa kita, entah ilmuwan atau bukan ilmuwan, orang penting atau hanya orang biasa, cenderung memperhatikan hal-hal remeh ketimbang hal-hal besar?”. “Mengapa kita terus berfokus kepada pada perkara-perkara kecil bukan pada peristiwa-peristiwa besar yang bisa signifikan, kendati ada bukti yang jelas tentang pengaruh mereka yang besar?
Jangan bunuh waktu kita untuk hal-hal yang kecil manfaatnya! Waktu selalu berjalan lebih cepat dari apa yang kita perkirakan. Kuatkan kemampuan (daya pikir), keyakinan dan kekuatan anda untuk mempengaruhi orang lain (meyakinkan orang lain yang lebih berkuasa), agar mulai sekarang, kita mempunyai cita-cita yang lebih kuat untuk memikirkan hal-hal yang lebih banyak manfaatnya dibandingkan dengan hal-hal yang remeh temeh!
Jangan berpikir orang lain akan menghancurkan kita. Biarkan orang bekerja, tetapi kita perlu bekerja untuk sesuatu yang besar. Jangan takut memikirkan hal yang besar. Jangan pelihara ketakutan anda sehingga anda tidak berani untuk melahirkan gagasan-gagasan yang spektakuler. Siapapun kita, selalu mempunyai peluang untuk melahirkan hal-hal yang besar yang mungkin banyak manfaatnya kepada orang lain. Orang yang inovatif, selalu lebih berani menyampaikan gagasannya. The Lossers adalah orang-orang yang biasanya "sadar terlambat". Sudah memikirkan, tetapi ragu untuk mengemukakan, dan akhirnya disalib oleh para champion yang berani dan inovatif!
Kalau pemimpin masih "telmi" apa boleh buat. Memang berbahaya, tetapi siapa bisa mengubahnya. Justru masih banyak orang yang beramai-ramai merapat dan menjadi konco bagi orang-orang yang berpikir sederhana remeh temeh.




Selalu Ada Jalan Lain

toto zurianto


Ketika akhirnya sampai kepada sudut jalan yang tertutup, tidak ada jalan lagi. Kita perlu kembali, mencari pintu baru, mencari jalan lain yang memungkinkan untuk di tempuh. Perjalanan tidak selalu nikmat dan bisa dijalani secara lancar. Kadang-kadang, selalu ada hambatan, ada krikil, ada batu besar, ada pepohonan yang membuat kita tidak bisa melanjutkan langkah.

Tetapi langkah seharusnya tidak boleh berhenti. Tidak ada jalan yang tidak bisa dilalui. Tidak ada tujuan yang tidak mungkin dijalani. Mungkin tidak harus pada jalan yang sama, mungkin harus melakukan perjalanan ulang, kembali ke titik permulaan. Selalu ada bimbingan untuk mencari jalan dan mencari jalan yang lain. Tuhan selalu ada disamping kita, pada diri kita, pada gerakan langkah kita untuk menerobos hambatan, mencari jalan yang lain. 
Hambatan juga atas kehendakNya. Ada hal yang dilakukan untuk kita, agar kita memiliki banyak cerita dan pengalaman. Tidak ada yang berjalan tanpa tujuan. Kita harus memanfaatkan setiap langkah, setiap kerikil, setiap hambatan agar kita lebih kuat.

Perjalanan adalah tantangan untuk menaklukkan binatang-binatang lapar yang siap menerkam. Selalu harus melihat celah, berpikir, dan berkelit. Kelaparan adalah natural dan selalu terjadi. Kita sebenarnya, sudah biasa menghadapi binatang-binatang lapar. Tidak perlu terlalu khawatir.  Tidak perlu dihadapi secara frontal. Biarkan mereka menjalani dunianya sendiri. Tidak perlu berjibaku untuk hal-hal yang tidak penting. Jangan habiskan tenaga. Kita harus menghemat energi dan jaga jangan sampai kita terluka. nanti, kita tetap harus terus berjalan. Untuk sementara, biarlah kita bersembunyi sembari melakukan persiapan. Banyak yang dapat kita kerjakan.

Hari-hari memang sering terasa berat dan membosankan. Kitapun akan selalu melihat keanehan dan keganjilan. Tidak semua bisa berjalan baik. Banyak kelemahan, banyak kekurangan. Bahkan terlalu banyak hal-hal yang tidak perlu tetapi dilakukan. Kita menyaksikan hal-hal yang tidak perlu. Itulah kehidupan. Kehidupan yang  membuat akal sehat terpaksa harus bersabar. Tidak punya pilihan kecuali bersabar. Sembari berserah diri dan bersiap memberikan yang terbaik. Jangan pernah berhenti mencari yang terbaik. Jangan tergerus oleh waktu. Jangan berhenti. Kita harus menaklukkan waktu. Kita harus tetap melakukan banyak hal.

Thursday, 28 December 2017

Winter di Seoul, Nikmati Kopi Panas dan Sop Ayam Ginseng

toto zurianto (28 December 2017)

Perjalanan ke Korea pada akhir tahun, wah luar biasa dingin dan freezing. Kami sampai di Seoul sekitar jam 10 pagi. Cuaca mendung, gelap, dan hujan tidak terlalu deras. Ini kunjungan kedua ke Seoul, tetapi kali ini, udara sangat tidak bersahabat. Temperatur sekitar 2 derajat Celcius sampai sekitar -5. Begitu juga suasana selama seminggu selanjutnya, antara 4 sampai -11 derajat celcius. Tetapi beberapa hari udara cukup cerah dan sangat dingin membeku.


Karena itu, selalu setiap pagi penting untuk dimulai dengan secangkir Kopi Panas, harus kopi Panas. Tidak hanya pagi, juga siang, sore, atau di malam hari. Kemudian, untuk mendapatkan energi dan udara panas, jangan lupa menikmati Sop Ayam Ginseng Korea Asli. Terkenal dan Paas, dan Sop Ayam Giseng Samgyetang.

Nikmat, dengan Ginseng dan Lembut
Kita di Indonesia, bisa juga melakukan modifikasi membuat Sop Ayam Jahe ala Indonesia. Pasti rasanya dan juga kadar vitaminnya tidak kalah enak dan nikmatnya. Sop Ayam Jahe Indonesia, kalau kita sajikan di tempat tempat dingin, seperti di Puncak, Bandung, Brastagi, atau Bukittinggi, sungguh suatu sajian yang enak dan bisa dibanggakan.

Friday, 10 November 2017

OJK, Teknologi dan Kerjasama Perguruan Tinggi

toto zurianto


Bertempat di ruang perpustakaan Universitas Andalas Padang, berlangsung program OJK Mengajar bagi civitas academica Fakultas Ekonomi FeKon Unand, Kamis 9 November 2-17. Pada kesempatan ini hadir menyampaikan Key Note Speech dan sebagai Pembicara, Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nurhaida, bersama Sukarela Batunanggar Deputi Komisioner OJK Institute dan Toto Zurianto, Kepala Departemen Learning dan Assessment Center OJK. Juga memberikan paparan Darwisman, Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat Padasng.







Sementara dari Universitas Andalas, memberikan sambutan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Prof. Hermansyah didampingi Dekan Fakultas Ekonomi Prof. Harif Amali Rivai dan Wakil Dekan Fekon Unand, dan para dodsen di lingkungan Fakultas Ekonomi.
Wakil Ketua OJK dalam Key Notenya menjelaskan mengenai tantangan Industri Keuangan dewasa ini, khususnya pada perekonomian global yang semakin terbuka dan perkembangan Financial Technology Fintech yang berlangsung cepat. Para mahasiswa perlu membekali dirinya dan memahami bagaimana perkembangan Fintech yang berpengaruh besar bagi industtri jasa keuangan. Sejak beberapa tahiun terakhir OJK telah melakukan banyak kajian dan bahkan sudah memperkenalkan program transaksi keuangan on-line, atau dikenal sebagai program Laku Pandai "layanan keuangan tanpa kantor". Acara yang mendapatkan perhatian para mahasiswa, diharapkan bisa berlangsung terus menerus, dan tentunya ditingkatkan melalui berbagai program yang lain, termasuk penelitian sektor keuangan lainnya, khususnya di bidang keuangan Syariah.



Friday, 11 August 2017

Strategi Membangun Kinerja Organisasi

toto zurianto

Upaya organisasi/perusahaan di dalam meningkatkan kinerjanya (performance), atau yang sering disebut sebagai sebuah strategi, berhubungan erat dengan ciri khas bagaimana organisasi atau perusahaan itu neroperasi. Apakah kegiatan-kegiatan yang dijalankan, lebih  banyak menghasilkan produk-produk tertentu yang bersifat fisik, misalnya membuat mobil, bisnis makanan, atau yang bersifat pemberian layanan kepada customer/masyarakat, atau menghasilkan ketentuan (policy) tertentu, atau menjalankan proses pemeriksaan/pengawasan. Hasil akhir dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan, akan menentukan komposisi sumber daya organisasi yang dijalankan. Tentunya, hal ini akan berpengaruh kepada strategi atau kebijakan organisasi yang akan dijalankan.

Secara umum, sebagaimana yang dikatakan Dave Ulrich dan Wendy Ulrich (The Why of Work, halaman 168-169), moda dari pekerjaan dapat dibagi atas 3 jenis yaitu; pekerjaan yang lebih bersifat intelektual (intellectual), pekerjaan yang mengutamakan kemampuan fisik (physical), dan pekerjaan yang menyangkut hubungan-hubungan antar organisasi atau manusia (relationship). 
Pekerjaan yang lebih bersifat penggunaan daya intelektual umumnya lebih memfokuskan dirinya pada upaya untuk meningkatkan produktivitas dari pengetahuan yang ada. Kegiatan yang umum adalah dengan melakukan analisis persoalan (analyze problems), mencari alternative penyelesaian, mengasah pemikiran (shape thinking), dan mencari solusi yang inovatif. Karena itu, apa yang menjadi usulan (word) dan pemikiran (idea), menjadi hal   penting yang harus diciptakan (basic element). Sebuah organisasi yang mengedepankan pemikiran intelektual, memberikan ruang (kesempatan) bagi pegawainya untuk melakukan dialog, diskusi atau debates. Itulah cara terbaik untuk mendapatkan jawaban (solusi) atas berbagai persoalan yang muncul. Tidak sama dengan pekerjaan-pekerjaan yang lebih mengandalkan kemampuan fisik. Pada pekerjaan yang bersifat lebih intelektual, jelas alat ukur yang digunakan akan berbeda.
Untuk pekerjaan yang bersifat penggunaan kemampuan fisik (physical work), ukuran keberhasilan pencapaian lebih mudah dilihat dan dapat ditrasir (traceable). Pekerjaan seperti ini biasanya memanfaatkan material  yang jelas, memprosesnya secara manual atau dengan menggunakan mesin tertentu, dan selanjutnya hasil pekerjaannya (product) bisa dijual atau dimanfaatkan oleh orang lain.                   
Lalu ada pekerjaan yang dilakukan atas keterlibatan beberapa atau banyak pihak. Pekerjaan dilakukan tidak sendiri-sendiri, tetapi berhubungan dan melibatkan pihak lain. Pekerjaan seperti ini umumnya sangat memerlukan kemampuan untuk berinterelasi (kolaborasi). Seseorang yang melakukan sebagian kecil dari sebuah proses panjang, perlu meyakini bahwa apa yang dilakukannya, adalah proses terbaik yang bisa dilakukan. Kualitas kerja oleh masing-masing pihak akan menentukan hasil akhir dari pekerjaan yang dilakukan bersama.
Melihat moda dari pekerjaan-pekerjaan yang ada, maka strategi bisnis yang dijalankan sebuah perusahaan atau organisasi, selalu melihat unsur-unsur yang dominan pada organisasi tersebut. Apakah lebih mengedepankan model intelektual, atau pendekatan fisik, atau mempertimbangkan relasi-relasi antar manusia/organisasi yang saling berhubungan. Ketidakjelian kita mempertimbangkan ciri khas organisasi, sering menghasilkan keputusan organisasi yang keliru. Pada organisasi yang lebih mengedepankan kapasitas intelektual, strategis bisnis yang dijalan kan adalah lebih memberikan prioritas pada kapasitas Sumber Daya Manusia. Kebijakan pendidikan (training), Focus Group Discussion, Seminar, Workshop, pemberian penjelasan kepada pegawai, dan memberikan kesempatan untuk melakukan proses dialog atau debate. Berbeda dengan organisasi yang mengedepankan kegiatan yang bersifat fisik atau material. Kita juga harus memberikan perhatian yang berbeda untuk pekerjaan yang bersifat relationship.
Ketidakjelian di dalam menjalankan strategi bisnis, akan berdampak negatif pada organisasi. bahkan terlalu sulit untuk bisa diperbaiki. Oleh karena itu, tidak ada pilihan lain, kecuali kita perlu mempertimbangkan bentuk dan ciri khas organisasi kita, lebih dominan kemana? Apakah lebih bersifat intelektual, mengandalkan fisik dan meterial, atau yang mempertimbangkan relationship antar orang dan antar organisasi.  
-->

Wednesday, 9 August 2017

Leadership, Attitude Pegawai, dan Kinerja Organisasi

toto zurianto

Pada dasarnya bagian paling penting dari keberadaan pegawai pada suatu organisasi menyangkut kontribusinya. Apa yang bisa diberikan pegawai, sangat penting untuk dijadikan prioritas. Kita selalu harus berusaha dan menjaga, agar pegawai bisa menjadi assets yang produktif. Jangan sampai menjadi beban atau liabilities. Pada perusahaan modern di banyak negara, pemutusan hubungan kerja, sangatlah mudah dilakukan. Tetapi di Indonesia, PHK tentu saja bukan pilihan yang bagus. Karena itu perlu untuk dihindari. Inilah salah satu cara yang paling sesuai. Tetapi bagaimana melakukannya?

Menjaga keseimbangan
Pertama, sebagaimana yang dikatakan Dave Ulrich (Why Work, halaman 5), Kita perlu membangun attitude dari seluruh karyawan/pegawai. Atitude pegawai pada dasarnya dijadikan sebagai lead indicator yang merefleksikan tingkat kepuasan dari para stakeholders. Karena attitude pegawai akan mempengaruhi kompetensi dan komitmennya dalam bekerja. Hal ini kemudian akan berdampak kepada kinerja perusahaan (organization performance), dan kepuasan pelanggan (customer satisfaction). 
Salah satu bagian penting dari attitude adalah ketika seorang pegawai merasa dirinya mempunyai arti di lingkungan pekerjaannya (meaning at work). Kalau ini terjadi, maka dapat dipastikan, level kompetensinya menjadi semakin meningkat. Saat yang sama, dia akan penuh komitmen menjalankan pekerjaannya yang bermuara pada kontribusi dan performance bagi perusahaan. Kondisi ini sekaligus pada gilirannya, akan memunculkan kepuasan dan komitmen para customer atau stakeholders.
Inilah bagian penting yang selalu harus diciptakan. Karena selalu berhubungan dengan kinerja perusahaan/organisasi. Ketiga dimensi dan hubungan erat antara attitude pegawai (selalu memiliki perasaan punya arti bagi perusahaan), kontribusi pegawai karena memiliki kompetensi cukup dan komitmen yang tinggi, serta komitmen dan kepuasan stakeholders, termasuk menjadi bagian intangible asset yang sering tidak terlihat pada balance sheet perusahaan. 
Faktor Intangible Assets ini adalah hal-hal utama yang kekuatannya sangat ditentukan dari kapasitas dari seorang pemimpin. Kapasitas Leadership mempunyai peran yang tinggi, karena apa yang dilakukannya selalu berhubungan dengan pengembangan talent, inovasi, visi perusahaan, dan kapabilitas SDM (knowledge and skills). Dapat juga dikatakan bahwa level kompetensi atau profesionalisme SDM, komitmennya menjalankan pekerjaannya, dan semangat serta energi yang dikeluarkannya, pada akhirnya berpengaruh pada level intangible assets perusahaan/organisasi.
Karena itu, prioritas kepemimpinan seorang leader adalah membangun iklim kerja yang membuat setiap orang menjadi terpacu dan semangat untuk mengeluarkan seluruh kapasitasnya. Setiap individu dihargai dan diberi waktu untuk berbicara, menyampaikan konsep (pemikiran). Sebaliknya para pegawai (SDM) perlu mengenal dan memahami, apa yang sedang dibangun dan menjadi prioritas Leadernya. Tentu saja keadaan ini menjadi moment atau kesempatan bagi Leader untuk menyampaikan gagasannya, apa yang menjadi pilihan utama, kedua dan selanjutnya. Paling tepat apabila hal ini dibangun melalui dialog dan komunikasi. Bukan melalui statement keputusan satu arah yang terkesan sebagai sebuah instruksi atau perintah. Kenapa harus melalui dialog? Karena kita sedang ingin membangun semangat kebersamaan, kolaborasi (synergy), dan memberikan arti (meaning) bagi semua orang. Kebijakan “ngeuwongke” dalam pendekatan manajemen Jawa, tetap relevan dan mempunyai pengaruh positip. Bagi pegawai, seorang pemimpin adalah bagaikan dewa. Tidak memerlukan penjelasan. Hanya memerlukan kebersamaan, memberikan tempat atau meaning, maka semua hal besar, pasti bisa diwujudkan. Inilah sentuhan attitude yang perlu dihadirkan.


-->


Saturday, 5 August 2017

Efisiensi; Bukan pengurangan Anggaran!

toto zurianto

Efisiensi sederhananya adalah, menggunakan lebih sedikit biaya untuk mendapatkan hasil yang sama atau lebih banyak. Atau penggunaan biaya yang sama untuk sebuah hasil yang lebih besar. Namun demikian, pada sebuah organisasi, perusahaan, atau lembaga negara yang besar dan strategis, istilah efisiensi, perlu dirumuskan secara lebih lengkap dan terukur. Efisiensi dengan sekedar pengurangan atau pemotongan biaya diikuti dengan penurunan fasilitas untuk sekedar memenangkan simpati eksternal, dampaknya sering negatif, bahkan bisa menghancurkan perjalanan perusahaan. Efisiensi tidak hanya berhubungan dengan strategi keuangan, tetapi juga rencana kerja strategis organisasi, sistem-sistem kelembagaan yang dibangun, aspek kepemimpinan, dan strategi sumber daya organisasi, termasuk SDM.

Jadi, sering istilah efisiensi dihubungkan dengan efektivitas dan pencapaian-pencapaian sasaran organisasi. Karena itu kadang-kadang, pada akhirnya, sebenarnya kita sedang memerlukan lebih banyak resources, bukan potong memotong "gubyah-uyah" saja. Seperti yang dikatakan Kendall dan Daloisio, sering prosesnya justru biaya yang lebih, atau "budget for more than you think is needed (Kendall and Daloisio, halaman215).

Jadi sebuah proses perubahan untuk menjadi efisien, bukan pengurangan kegiatan, dan kemudian pengurangan resources dan budget. Perubahan untuk menjadi lebih efisien, selalu berbicara mengenai kegiatan dan target. Apa yang akan kita lakukan dan seharusnya kita jalankan. Dikaitkan dengan misi dan visi serta tantangan organisasi, dihubungan dengan potensi organisasi yang tersedia, baik sistem dan semua sumber daya yang mendukung, tentu saja termasuk Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai engine program perubahan, maka perubahan itu selalu berbicara tentang behavioral issues.

Perilaku SDM yang berhubungan dengan munculnya proses kerja (yang baru), skill dan knowledge yang diperlukan, serta team kerja dan individu-individu yang mendukung program baru, perlu lebih kuat, menyatu, dan menjadi sebuah "incorporated" yang lebih terintegrasi.
Situasi seperti ini hanya bisa dijawab, ketika seorang Pimpinan bisa tidak terbelenggu pada pemahaman atau jargon yang sempit. Target efisiensi sebenarnya, bisa bagus. Tetapi ketika dilakukan tanpa perhitungan dan hanya mampu memotong anggaran dan kegiatan, semuanya menjadi absurd. Apalagi kalau itu hanya sekedar untuk membuat kesan munculnya kepemimpinan yang hemat. Sebuah perusahaan atau lembaga memerlukan pola kerja yang terstruktur dan simbol kepemimpinan yang memahami apa yang ingin dilakukannya. Jadi, sangat mungkin, pada suatu saat, kita sebenarnya perlu lebih banyak pengalokasikan sumber daya organisasi secara lebih.  Pemimpin perlu lebih banyak berinvestasi,  mengalokasikan ekstra waktu, ekstra energy untuk tugas yang lebih jelas. Tentu saja dengan alokasi dana yang lebih besar. Karena kita tidak pernah hidup sendiri. Selalu dan perlu melakukan benchmark pada situasi dan kondisi lingkungan.

Friday, 4 August 2017

Pemimpin; Ayo Move on

toto zurianto

Tulisan kecil dari Socrates, seorang filosop Yunani terkenal, "Let Him who would move the World, first Move Himself". Ini sebuah proverb yang biasa kita temukan. Jangan pernah sekedar bicara perubahan, tetapi kita masih tetap berdiri di tempat. Kita sering menemukan munculnya pemimpin-pemimpin lemah yang lebih banyak menggunakan kekuasaan (power) di dalam melakukan proses (perubahan) yang diyakininya. Ada Pemimpin yang melakukan proses perubahan secara ujug-ujug. Secara cepat melakukan asumsi dan pengambilan keputusan, langsung melakukan eksekusi cepat. Untuk mendukung keputusannya, pemimpin seperti ini, berusaha menciptakan situasi "krisis" yang hanya dimengerti oleh dirinya sendiri. Pemimpin melakukan proses perubahan, tetapi tidak melakukan komunikasi, sebenarnya kita sedang melakukan kegiatan apa. Analisis situasi seperti apa yang menjadi background proses perubahan yang sedang dijalankan. Lalu kegiatan-kegiatan apa yang akan kita lakukan diserta target-target yang akan dicapai. Kemudian siapa yang menjalankan proses perubahan itu? Apakah melibatkan orang atau hanya dilakukan oleh segelintir orang?
Inilah situasi kepemimpinan yang kita sebut tidak move on.  Pemimpin yang memiliki asumsi sendiri dan bergerak seperti inteligent yang tidak dipahami orang-orang yang ada, sungguh membuat masyarakat menjadi semakin buta. Kita tidak tahu apa yang dilakukan, tiba-tiba muncul keputusan-keputusan perubahan organisasi tanpa komunikasi. Tentu saja tidak pernah ada pembahasan sebelumnya. Lebih hebat, pemimpin seperti ini juga tidak segan untuk melakukan perubahan-perubahan team kerja, melakukan mutasi dan promosi pegawai secara cepat, tertutup, dan tanpa alasan yang jelas.
Proses perubahan memerlukan pemimpin yang cepat move-on. Penting untuk melakukan komunikasi dan tentunya mempercayai tim kerja yang ada. Dalam proses perubahan, memang selalu ada yang berada di luar tembok. Tetapi tetap perlu dikomunikasikan, dilibatkan, diangkat martabatnya. Seperti kata Kendall dan Daloisio, "leaders trusted and empowered their people to contribute their brilliance to the change", (Change The Way You Change; 5 Roles of Leaders Who Accelerate Business Performance, 2017, halaman  147).
Pemimpin memang akhirnya harus move-on. Mari melihat dan menggunakan behavioural approach sebelum melakukan perubahan-perubahan yang bersifat hard aspek. Pemimpin harus spend time on the soft to overcome the hard. People adalah aset organisasi yang sangat berharga yang harus disentuh terlebuh dahulu, didayagunakan, dan diajak untuk mengeluarkan kekuatan mereka secara penuh.

Thursday, 3 August 2017

Panggung Politik Indonesia

toto zurianto

Berita hari Rabu, Hary Tanoe, HT dan Partai miliknya Perindo , mendukung Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019. Menarik, karena ini Baru Berita, atau Ini Berita Baru. Jelas ini bukan Sandiwara, meskipun sedang menjadi panggung berita. Beritanya baru sepenggal, belum ada kejelasan. Tetapi memang kita tidak memerlukan penjelasan. Sepenggal cukuplah. Buat apa seribu satu alasan atau faktor-faktor pendukung. Masyarakat tidak memerlukan penjelasan. Lawan Politik juga tidak memerlukannya. Mari kita lihat dan tunggu. Kita nikmati juga bagaimana perkembangan politiknya. Bagaimana alur cerita dan sandiwara yang sedang berjalan.
Seperti sedang menikmati alunan Ahmad Albar (Godbless) melalui Dunia Panggung Sandiwara. Selalu dan tergantung dari peran yang sedang kita mainkan. Suatu saat kita menjadi Juragan, juga nantinya bisa menjadi Rakyat Biasa. Atau apakah anda sedang menjadi Badut, atau bahkan memainkan peran seorang Kesatria. Semua boleh, tidak perlu ada yang melarang. Tidak juga perlu marah. Kesal boleh, tetapi tidak marah. Ini bukan bicara kebenaran. Tetapi sesuatu yang boleh, bisa dibenarkan, dan tidak perlu disalahkan.
Memang akan ada analisis tajam dan ilmiah. Kenapa HT akhirnya memilih pilihan seperti ini. Mungkin HT punya semangat dan idealism untuk membangun bangsa. Hal ini tidak mungkin dia lakukan di luar pemerintahan. Meskipun dia memiliki semuanya, banyak yang sudah dimiliki. Tetapi tetap menjadi pribadi dan partai “oposisi”. Sebuah partai baru yang menjadi oposisi, sangat tidak mudah. HT merasakan penderitaan fisik dan batin yang hebat selama ini. Dia bisa menjadi Presiden Perindo dengan pengikut luar biasa. Dia punya massa, punya orang-orang yang memberikan “penghormatan”, punya lagu kebangsaan yang berkumandang setiap saat melalui jaringan Televisi Indovision yang luas, punya jaringan Koran (Sindo) yang luas yang kualitasnya tidak jelek, bahkan punya jaringan radio dangdut yang bisa membuat masyarakat bergoyang penuh semangat. Pokoknya HT selama ini layaknya seorang Presiden juga yang dihormati pengikutnya.
Tetapi HT tidak punya kawan di pemerintahan. Bahkan HT punya musuh. Bahkan dia, paling tidak merasa ditekan hebat selama setahun terakhir. Musuh pertama HT Kejaksaan. Paling tidak ini versi HT. Karena kejaksaan pasti tidak menganggap HT sebagai musuh. Kejaksaan pasti hanya “sedang menjalankan tugas”. Apalagi karena Jaksa Agung kebetulan berasal dari Partai Nasdem yang menjadi pendukung partai pemerintah, maka, HT merasa disikat disana dan disini. HT menganggap, semuanya persoalan politik dan politisasi kasus. 
Untuk menghadapi musuh pertama ini, yang berawal dari kasus perselisihan Mobile 8, HT harus berjibaku kiri-kanan. Tentu saja kawan-kawannya sesama oposisi tidak mungkin bisa membantu. HT sangat lelah, meskipun selalu kampanye di media-nya sendiri. Masyarakat penonton Indovision dibuat “bosan” dengan “iklan” HT dan MNC Group yang kampanye terus menerus tentang “kebenaran” dalam kasus Mobile 8. HT melalui medianya, termasuk Koran Sindo Group tidak bosan-bosan melakukan penyerangan. Bahkan bila perlu dengan “menggunakan mulut” para expert hukum atau politisi tertentu.
Lalu siapa musuh kedua HT? Tetap saja kejaksaan. Mungkin masih berhubungan dengan kasus pertama. Tetapi disini lebih kepada kasus ancam mengancam. Seorang atau beberapa oknum jaksa mengadukan HT yang dinilainya telah mengancam tugas-tugas jaksa. Wah menjadi berabeh.
Sebenarnya masih ada beberapa musuh HT yang lain. Tetapi yang sering dianggapnya musuh tentu saja “pemerintah”. Sebagai sesama partai oposisi, Partai Perindo dan HT perlu melakukan kritik secara terus menerus. Beda dengan Partai Gerindra yang lebih banyak mengangkat isu politik dan bermain pada tatanan Undang-undang yang lebih berpengaruh pada pelaksanaan pemilihan umum. HT terus menerus memainkan peran oposisi kepada pemerintah. Biasanya menyangkut pembangunan ekonomi yang dinilainya “sangat tidak merata” dan tidak memberikan porsi yang baik kepada masyarakat miskin. Pembangunan Ekonomi Presiden dinilai “tidak adil” dan tidak mampu mengurangi ketimpangan di masyarakat. Jargon ekonomi seperti ini dinilai memberikan pengaruh yang luar biasa.

Akhirnya memang Jadi Pusing
Seperti biasanya, pemerintah acuh tak acuh saja pada kritikan-kritikan HT. Bukan tidak penting, tetapi, mungkin gaungnya dinilai terlalu pribadi, sanga lokal, dan tidak menggema. Pemerintah atau masyarakat melihat, apa yang dilakukan HT tidak sesuai dengan kehidupan Group Usaha HT (MNC Group) yang juga semakin menggurita. Jadi istilahnya “anjing menggonggong, khafilah berlalu”. Jadi, musuh ketiga ini, juga berlalu begitu saja.
HT bingung, apa salah saya sebenarnya? "Saya sudah memberikan banyak hal kepada bangsa ini. Tetapi kenapa saya terus menjadi sasaran tembak yang tidak selesai". HT merasa hidupnya tetap tidak nyaman. Tiap hari melewati penderitaan, meskipun ditengah keglamouran Partai Perindo dan kekuatan bisnis MNC Group. Jadi, kepalanya Pusing. Akhirnya, mungkin dengan menjadi pendukung partai pemerintah, tekanan menjadi hilang dan hidup menjadi nyaman. Kita tidak tahu akhir dari cerita ini. Kita tunggu Serial Sandiwara selanjutnya. Semoga Pak Sutradara tetap semangat memberikan peran kepada para pemainnya.
-->

Wednesday, 2 August 2017

Sebuah Tatatan Perberasan Indonesia

toto zurianto

Polisi menetapkan dan kemudian menahan Direktur PT Indo Beras Unggul IBU sebagai tersangka pelanggaran Undang-undang tentang Perlindungan Konsumen dan Undang-undang Pangan. Kita memerlukan lebih banyak informasi mengenai alasan-alasan penetapan tersangka dan penahaman Direktur PT IBU ini. Belum ada kasus tentang kebijakan perberasan yang pernah sampai ke kepolisian selama ini. Atau tepatnya, kasus ini sangat menarik perhatian publik mengenai kebijakan perberasan Indonesia yang dinilai belum menunjukkan banyak perbaikan. Menurut Berita Televisi Rabu siang (antara lain Berita TV One, 2 Agustus 2017), PT IBU dinilai melanggar peraturan dan Undang-undang karena membeli Gabah (padi) dari petani dengan harga yang relatif lebih/sangat tinggi. Kemudian setelah mengolahnya, mereka menjualnya ke pasar (dalam bentuk beras) dengan harga yang sangat mahal (atau harga yang relatif lebih mahal). Hal ini dinilai telah memberikan kerugian bagi banyak pihak.
Kita belum mengetahui bagaimana kesimpulan yang sedikit lucu kalau kita tidak melihat berbagai aturan atau Undang-undang perberasan kita. Termasuk keberadaan serta misi/visi keberadaan PT IBU. Apakah perusahaan ini dilahirkan untuk mencari Gabah yang sangat murah, dan boleh menjual hasil (berasnya)  dengannharga yang juga murah. Apakah PT IBU dilahirkan untuk boleh rugi atau perlu untung sedikit tetapi tidak boleh rugi.
Juga sangat menarik perhatian kita. Apakah PT IBU menjual beras dengan harga tinggi dengan memaksa pembeli untuk membeli, atau membiarkan proses jual beli berlaku umum di pasar secara bebas suka sama suka.
Kita menunggu kasus ini, juga tentang sistem perberasan Indonesia. Apakah kita masih tetap sebagai surga kegiatan impor beras, sementara wilayah tanah air Indonesia sangatlah luas dan subur untuk penanaman padi. Atau, kita bisa swasembada beras dan menjadi negara pengekspor beras yang hebat.

Tuesday, 1 August 2017

Sebuah Perubahan; Pertama Fokus, dan Membangun Sinergi

toto zurianto

Kita tidak bisa melupakan bagaimana John P. Kotter mengajarkan kita mengenai 8 langkah yang harus dijawab sebelum melakukan proses perubahan. Dia merangkaikannya menjadi guideline melalui 8 Steps Process in Leading Change, yaitu; pertama, menetapkan Sence of Urgency. Lalu, Build A Guiding Coalition dan Bentuklah A Strategic Vision Initiative. Keempat, kita harus membentuk para Tropper sebagai A Volunteer Army. Kelima, Enable Action by removing Barriers. Keenam, jangan terlalu lama untuk mewujudkan kemenangan-kemenangan kecil (quick wins). Ketujuh, Sustain Accelaration, dan terakhir Kedelapan, menjadikan perubahan sebagai warna kelembagaan (Institute Change) yang khas dan berlangsung terus menerus. Perubahan memang berjalan dan berproses seperti itu. Tidak bisa hanya mengambil sepenggal dan meninggalkan yang lain. Karena itu kita perlu fokus. Ini kita bangun sebagai fondasi yang dicapai melalui penetapan Sence of Urgency. Sasaran, Harapan, dan Ukuran pencapaian, kita bahas dan dirumuskan. Biar semua orang mempunyai pegangan yang sama. Itu selanjutnya menjadi arah kegiatan.

Jangan suka memonopoli kebenaran sebelum memberikan kesempatan kepada orang lain untuk menyampaikan pendapatnya. Kita bukan siapa-siapa yang tahu segalanya. Mencapai sesuatu bukan proses perubahan. Melakukan sedikit hal atau banyak hal bersama-sama, selalu bersifat sustain dan jangka panjang. Ini yang lebih dahulu harus kita kerjakan. Fokus pada sebuah tujuan, lalu bagaimana memanfaatkan semua potensi Sumber Daya (Manusia) secara maskimal.

Change; The Way You Change

toto zurianto

Perubahan memang diperlukan. Dan sebaiknya selalu terjadi, baik pada perusahaan besar, menengah, ataupun pada sebuah lembaga negara. Kenapa perlu berubah? Karena kita sering lupa, lalai. Kita suka terjebak pada sebuah zona yang nyaman. Kita merasa sudah berbuat sangat banyak. Kita seperti sudah menjadi Pahlawan. Padahal suasana di sekeliling kita sudah berbeda. Kita sering tidak lagi menjadi The Star dan Hero.
Jadi, sebuah perubahan bukan pilihan. Melakukan Perubahan adalah sebuah tahap atau perjalanan yang seharusnya terjadi dan tidak perlu kita sesali.  Bagi seorang pemimpin, proses perubahan memang sebuah bagian dari agenda kepemimpinan. Terutama bagi pemimpin di era sekarang di Abad ke 21 ini (R. Kendall Lyman and Tony C. Daloisio, Change! The Way You Change, 2017).

Lalu bagaimana seorang Pemimpin melakukan proses perubahan? Inilah sebuah pemahaman yang perlu mendapat perhatian. Kita tidak menginginkan adanya hambatan. Jangan sampai, ide perubahan berbuah kegagalan. Masyarakat, atau businessman, tidak menginginkan munculnya sejarah kegagalan dan tidak maksimal. Jangan sampai, seorang pemimpin hanya melakukan kerja artifisial dan simbol semata. Dalam suasana keterbatasan, perubahan memerlukan kalkulasi. Kita tidak boleh hanya mengandalkan ide dan semangat. Kita memerlukan lebih banyak informasi dan data. Termasuk juga sebuah winning team yang punya semangat baja. Jangan sampai bergerak dalam keterbatasan dan kapasitas individual. Pemimpin perlu lebih dahulu membangun semangat kebersamaan (sinergi). Potensi The Winning Team, perlu diutilisasi secara maksimal.

Lalu, ketika kita sudah mempunyai the winning team dengan semangat baja untuk berubah, kita tetap perlu menjawab beberapa pertanyaan dasar sebagai prelimenary kerja, antara lain misalnya, hasil apa yang sedang/akan kita perjuangankan, istilahnya "what do we need to do to increase our performance capacity". Kita bukan sedang berjudi. Kita perlu sasaran dan tentunya kalkulasi. Kita bukan sedang menginginkan sekedar perubahan. Harus ada result tertentu yang ingin kita perbaiki dan tingkatkan.
Kemudian, kita perlu mengetahui atau memperkirakan, bagaimana kita nanti, setelah melakukan perubahan-perubahan. Apakah akan menjadi lebih baik, atau hanya biasa saja? Apakah kita saat ini sudah benar-benar sedang sekarat?
Ini adalah pertanyaan-pertanyaan mendasar sebelum menjalankan proses perubahan. Pemimpin perlu melakukan deeply analysis terlebih dahulu. Kita sering mendengar berbagai statement politik yang membuat kita tidak lagi memahami situasi secara jernih. Para Pimpinan Program Perubahan dan Team Manajemen Perubahan perlu memahami dan memberikan penjelasan mengenai langkah perubahan yang sedang dilakukan. Kita bukan siapa-siapa yang bisa bekerja sendiri. Kita perlu berbagai obat dan gagasan. Dan yang paling penting adalah, bagaimana melibatkan lebih banyak orang untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar sebelum melanjutkan perubahan.

Tuesday, 13 June 2017

Wimboh Santoso, Pimpin OJK

toto zurianto

Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat memilih Wimboh Santoso (60 tahun) sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan periode 2017-2022 menggantikan Muliaman D. Hadad yang menjadi Ketua pertama kali sejak 2012 setelah pembentukan OJK. Lembaga Pengawas Sektor Jasa Keuangan Indonesia yang berdiri sejak 2011 tersebut, akan memulai periode kepemimpinan yang kedua mulai tahun ini. Wimboh Santoso terpilih secara meyakinkan, mengingkirkan Sigit Pramono

untuk menjadi Ketua Dewan Komisioner OJK. Anggota Dewan Komisioner terpilih lainnya yang akan membantu Wimboh adalah Nurhaida, Tirta Segara, Riswinandi, Heru Kristiyana, Hoesen, dan Ahmad Hidayat. Wimboh Santoso lahir di Boyolali (15 Maret 1957) menamatkan pendidikannya di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta (1983), Master of Science of Business Administration University of Illinois USA (1993), dan PhD in Financial Economics dari Loughborough University Inggris tahun 1995.


 

Saturday, 3 June 2017

Politik Indonesia di Bulan Ramadhan

toto zurianto

Sebenarnya bulan Ramadhan tahun ini (2017), biasa saja, sejuk dan damai. Awal mulanya juga relatif baik, hampir tidak ada perbedaan di dalam penetapan tanggal awal menjalani puasa. Hanya saja, selama menjelang dan seminggu puasa, terlalu banyak masalah-masalah kemasyarakatan yang membuat kita tidak terlalu nyaman menjalankan ibadah suci ini. Mulai dari peristiwa kampung Melayu yang mengejutkan, setelah sebelumnya peristiwa Bom Manchester yang berjarak ribuan Kilometer dari negeri kita. Apalagi, di sebelah utara kita, di Filipina Selatan, situasinya terus bergejolak dan mencekam. Itu juga melibatkan sebagian kecil orang Indonesia yang sudah sangat go international.
Lalu, beberapa hari yang lalu, pemerintah Presiden Jokowi, menetapkan dan menginstruksikan, untuk merayakan Hari Ulang Tahun "kelahiran" Pancasila pada tanggal 1 Juni. kantor-kantor pemerintah, sekolah/perguruan tinggi dan TNI/POLRI, wajib menyelenggarakan acara peringatan ulang tahun Pancasila. Tidak hanya itu, karena ini zaman medsoc dan viral, maka Presiden juga menyampaikan pandangan dan keyakinannya melalui Jampi-Jampi "Saya Pancasila".
Mungkin sudah ribuan atau jutaan orang yang "ikut Presiden" mendengungkan kalimat, "Saya (Pejabat, Artis, Politisi, Tentara, atau orang biasa), Saya Indonesia, Saya Pancasila". Tapi tentu saja, banyak juga yang tidak ambil pusing, dan mengkritik sikap Presiden itu. Seperti biasa, karena kita hidup di zaman viral dan medsoc, para pendukung, dipastikan membalas dengan sangat sengit.
Agaknya, kalau kita perhatikan, inilah masalah utama politik dan masyarakat Indonesia akhir-akhir ini. Karena secara umum, masyarakat Indonesia terdiri dari, para pendukung Presiden yang jumlahnya setengah lebih, dan yang bukan pendukung Presiden yang jumlahnya setengah kurang, kita perlu belajar dan mencari alat yang lebih bagus untuk membangun bangsa. Perbedaan dan Pengkotakan masyarakat, sudah memasuki tahap yang serius. Memuji seseorang yang merupakan Hak Azasi seseorang, sama buruknya dengan Menjelekkan seseorang. Sering orang yang dipuji tidak mendapatkan apa-apa (tidak peduli), dan orang yang dijelekkan tidak merasa harus marah (atau tidak tahu), tetapi para pengikut keduanya bisa saling menyerang dan perang kata-kata.

Kini, kita harus belajar memilih kata-kata. Bukan untuk mempermanis ucapan, tetapi, bagaimana menghindari hal-hal yang bisa merusak kebersamaan. Inilah hal penting untuk mengurangi pertentangan antar anak bangsa. Tidak terlalu bagus, kalau kita selalu menggunaakan media hukum dan aparat hukum untuk mengatasi perbedaan diantara masyarakat kita. Kita masih belum mempunyai situasi yang saling mempercayai diantara masyarakat. Aspek DisTrust diantara masyarakat masih terlalu tinggi dan memerlukan perbaikan.


Monday, 29 May 2017

6 Digital Technologies To Watch

toto zurianto

Pada dunia digital saat ini, tidak ada pilihan bagi kita, kecuali melakukan penyesuaian-penyesuaian. Tidak mungkin bisa bertahan, kalau kita tidak ikut. Bukan saja daya kompetitif menjadi berkurang, tanpa dunia digital, dipastikan kita akan kerepotan dan sengsara.
Dunia digital menjadi penting dan trend dunia bisnis saat ini. Apalagi pada dunia keuangan. Hampir semua transaksi keuangan, kini selalu harus didukung oleh teknologi digital. Keterlambatan menggunakan atau menguasai teknologi, membuat kita tidak diperhatikan orang. Mencari pelanggan, tidak bisa hanya duduk-duduk saja. Pelanggan tidak mungkin bisa dan mau datang sendiri. Kita harus secara maksimal menggunakan teknologi. Pilihannya, apakah bisa bertahan, atau justru menjadi mati.

Memperhatikan World Development Report 2016, terdapat 6 hal yang harus diperhatikan yang saat ini berkembang sangat cepat. Pertama, munculnya mobil phone generasi kelima (5th Generation Mobile Phone). Kehadiran mobile phone 5G yang mampu melakukan operasi komputer ratusan kali lipat dibandingkan generasi mobile phone sebelumnya. Kedua, perkembangan Artificial Intelligence. Ini sebuah pencapaian yang luar biasa. Bagaimana sebuah mesin (komputer) yang mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sebelumnya secara spesifik hanya bisa dilakukan oleh manusia. Termasuk antara lain, kemampuan pemanfataan daya visual, berbicara dan kemampuan membaca pembicaraan (speech recognition), decision making, dan language translation. Berbagai perkembangan terakhir yang luar biasa, antara lain tentang the big data dan algoritma, menyebabkan berbagai proses penghitungan komputer bisa dilakukan secara cepat dan akurat. Ketiga, Sistem Robotics yang berkembang pesat. Dewasa ini, mesin, atau robot, tidak hanya berguna bagi pemrosesan pekerjaan cepat atau dengan risiko tinggi. Keempat, penggunaan Autonomous Vehicles. Ini juga sebuah pencapaian besar. Mobil otomatis tanpa supir, kini hanya tinggal pemanfaatan secara besar-besaran. Di beberapa negara, mobil otomatis, sudah mencapai tahapan uji coba. Bahkan di Paris, pemerintah kota Paris sudah mulai melakukan uji coba bis tanpa supir di jalan-jalan kota Paris.Teknologi Autonomous Vehicle akan banyak pengaruhnya kepada tenaga manusia yang membuat kita perlu melakukan persiapan-persiapan.

Kelima, Internet of Things. Ini sebuah penggabungan (interconnection) beberapa object infrastruktur internet melalui beberapa devices, seperti radio frequency, chips dan sensors yang membuat berbagai operasi komputer bisa dijalankan secara bersamaan, apakah wearable devices, smart homes, smart cities, environmental sensors, dan business application. Cisco memperkirakan, pada tahun 2020, lebih dari 50 millar devices dan objek akan terhubung melalui sistem internet. Akan banyak perubahan dari cara-cara bekerja dan kehidupan masyarakat melalui Internet of Things (IoT) ini. Tentu saja, akan ada pengaruhnya terhadap security dan privacy masyarakat. Selanjutnya, Keenam, pemanfaatan secara luas 3D Printing System, sebuah sistem pemrosesan yang memperlihatkan bagaimana sebuah mesin (printer) dapat mencetak objek 3 dimensi melalui proses digital files atau scans, Teknologi printer konvensional yang biasa menggunakan tinta (ink), termasuk tinta laser, kini berubah menjadi lebih luas dengan memanfaatkan medium plastik. Bahkan lebih variasi, misalnya, epoxy resins, silver, titanium, steel, dan wax.

Memang perkembangan teknologi dewasa ini berlangsung sangat luar biasa. Kita harus selalu aware dan keep watching. Selalu ada yang bisa kita manfaatkan. Tentu saja, tujuannya, antara lain untuk menjamin agar kita bisa eksis, mampu bersaing dan tetap relevant.