Saturday, 18 July 2015

Idul Fitri; Bisakah Mohon Maaf dan Memaafkan?

toto zurianto

Idul Fitri selalu ditandai dengan ucapan saling bermaafan. Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Kita bersilaturahim, saling berkunjung, atau menelephone, atau BBM, atau sms, atau whatsApp, bahagia dengan ucapan maaf dan memaafkan. Tidak ada yang salah dengan ucapan saling maaf memaafkan. Itu adalah peristiwa baik yang sangat dianjurkan oleh agama.

Tapi sebenarnya untuk saling memaafkan, adalah peristiwa yang biasa, mudah saja melaksanakannya. Karena umumnya kita melakukannya dengan orang-orang yang biasa, sering bertemu dengan kita, sering bertegur sapa, dan tidak mempunyai “persoalan” dalam pergaulan sehari-hari.

Paling susah adalah meminta maaf kepada orang-orang yang tidak menyukai kita. Orang-orang yang kumungkinan sakit hati atas ucapan atau perbuatan kita. Baik ucapan yang benar dan bermanfaat, maupun ucapan yang salah, tidak pantas, dan menyakitkan.  Sehari-hari kita cenderung tidak ingin bersilaturahim dengan orang-orang seperti ini. Kita merasa terlalu tinggi, atau “gengsi” untuk meminta maaf kepada orang-orang yang suka menyakiti atau mempermalukan kita. Atau orang yang sangat suka menentang keinginan kita. Atau orang-orang yang suka mempertanyakan sampai sekecil-kecilnya apa yang menjadi keinginan atau ide kita. Mungkin apa yang kita sampaikan sangat baik dan bermanfaat, tetapi sering sekali, atau ada saja orang yang suka bertanya dan mengkritik. Apakah kita bisa memaafkan atau meminta maaf kepada orang-orang yang kita nilai “sangat menyebalkan” seperti ini?

Inilah ujian dari sebuah persoalan “maaf me-maafkan” ini. Sulit memaafkan orang-orang yang telah menyakitkan kita. Sama sulitnya untuk meminta maaf kepada orang-orang yang pernah kita sakitkan.

Mungkin inilah makna Idul Fitri yang luar biasa. Apabila kita mampu ikhlas untuk meminta maaf, juga memaafkan. Bukan sekedar orang yang sangat dekat dengan kita. Tetapi orang-orang yang tidak terlalu kita sukai, atau orang yang sering menyinggung perasaan kita, orang yang suka menghina, atau mengkritik kita, atau orang yang suka kita permainkan. Kalau Idul Fitri menjadi seperti ini, ini sesuatu yang sangat baik, luar biasa, dan jelas berbeda dengan yang biasanya.



Thursday, 16 July 2015

OC Kaligis, Hakim PTUN, dan Gubernur Sumatera Utara

toto zurianto

Bulan Ramadhan tidak selamanya indah. Bulan yang penuh rahmah dan memberikan kesempatan bagi umatNya untuk membangun taqwa dan amal sholeh, kini terasa lebih pahit. Khususnya bagi para hakim PTUN Medan, juga bagi Gubernur Sumatera Utara. Lebih-lebih bagi O.C Kaligis, pengacara terkenal, hebat, yang banyak membela client yang tersangkut praktek korupsi, meskipun mungin tidak berpuasa, terpaksa merasakan pahitnya bulan Ramadhan.

O.C. Kaligis ditangkap KPK. Mula-mulai diperiksa, dijadikan tersangka, dan langsung ditahan di Rumah Tahaman KPK di Guntur. Ini sesuatu yang tidak banyak diperkirakan orang. Memang masyarakat sering menaruh perhatian besar terhadap kasus-kasus korupsi. Tentu saja, termasuk kepada OC. Kaligis yang banyak membela client-nya yang tersangkut kasus korupsi. Tentu juga tidak relevan, untuk menyatakan bahwa OC. Kaligis adalah pengacara yang menyetujui praktek korupsi. Seorang pengacara, hanyalah orang biasa yang kebetulan sedang bertugas sebagai pembela. Tidak peduli, apakah yang dibela adalah seorang yang diduga melakukan praktek korupsi atau bukan. Hanya sangatlah menarik mendengar OC. Kaligis yang sangat memahami hal-hal yang diharamkan untuk dilakukan, kini terpaksa harus mendekam, karena dituduh terlibat dalam praktek korupsi.

Lalu Ramadhan kali ini, juga terasa pahit bagi Gatot Pudjo Nugroho, Gubernur Provinsi Sumatera Utara yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Gubernur.  Ketika menjabat Wakil Gubernur, Pujo promosi menggantikan Gubernur sebelumnya yang juga ditangkap KPK dan menjadi terhukum praktek korupsi. Kita belum tahu apakah Pujo terlibat pada praktek korupsi atau tidak. Yang jelas dia bersama seorang Perempuan, telah dicegah untuk bepergian ke luar negeri.

Semuanya masih pada tahap pendalaman materi. Termasuk apa yang dialami oleh para Hakim PTUN yang tertangkap tangan KPK. Masyarakat masih menunggu bagaimana perkembangan kasus ini selanjutnya. Hanya ada concern mengenai praktek penyelenggaraan pemerintah di daerah yang syarat dengan praktek yang anti governance. Kini belum belajar banyak dari banyak peristiwa. Kita masih asyik dan berpikir semuanya masih bisa dikendalikan sebagaimana di waktu yang lalu. Kini semuanya sudah berubah. Semuanya tidak bisa diatur secara semena-mena. Ada batasan dan ada aturan.
Seperti juga Ramadhan. Kita berharap apa yang dilakukan sepanjang bulan Ramadhan menjadi rahmat dan faedah yang membawa umatnya menjadi lebih taqwa. Semoga kepahitan Ramadhan bagi kita, bisa menjadi pelajaran untuk selalu lebih baik. Lebih Taqwa, dan Lebih takut melakukan praktek korupsi, praktek kolusi dan praktek nepotisme.

OC Kaligis, Hakim PTUN, dan Gubernur Sumatera Utara

toto zurianto

Bulan Ramadhan tidak selamanya indah. Bulan yang penuh rahmah dan memberikan kesempatan bagi umatNya untuk membangun taqwa dan amal sholeh, kini

Sunday, 12 July 2015

KPK Kembali Tangkap Tangan

toto zurianto

KPK ke Sumatera Utara, lalu menangkap tangan 5 orang, 3 Hakim PTUN Medan, termasuk Kepalanya, lalu Seorang Panitera dan seorang Pengacara dari kantor OC. Kaligis. Ini kasus tangkap tangan yang sudah lama tidak terjadi. Sejak kasus calon Kapolri BG, tidak pernah lagi KPK menunjukkan tajinya. Bahkan untuk beberapa sidang berakhir dengan kekecewaan. Masyarakat kecewa, semua kecewa, tetapi tidak sedikit orang yang senang. Terutama mereka yang sedang dituduh melakukan tindak pidanan korupsi. Mungkin termasuk orang-orang yang merasa sudah melakukan korupsi dan belum "sempat" diusut.

Lalu bulan lalu, semua fraksi di DPR, juga para politisi partai, berlomba-lomba menekan pemerintah untuk melakukan amandemen terhadap Undang-undang KPK. Intinya, wewenang KPK perlu diatur, mungkin maksudnya dikurangi. KPK dinilai sudah sewenang-wenang melakukan tugasnya, khususnya dalam 3 tahun terakhir. Tidak tanggung-tanggung, pimpinan KPK banyak yang diperkarakan, dijadikan tersangka dalam beberapa kasus yang dinilai masyarakat sangat tidak relevan atau sudah obsolence. Pimpinannya juga dijadikan tersangka. Ada 2 yang sempat ditahan/dilepas, Abraham Samad dan Bambang Wijayanto. Kita tidak tahu akhir dari proses penahaman atau sering disebut proses kriminalisasi itu. Kita berharap, ada kejelasan dan proses yang bagus dari setiap isu tentang tindak pidana korupsi ini.

KPK jelas tidak sempurna. Ini adalah keputusan ekstraordinari di Indonesia. Masyarakat menilai persoalan korupsi sudah sangat mengganggu dan luar biasa dampak buruknya. Kita masih memerlukan adanya penegakkan hukum yang dinilai belum mampu dilakukan kejaksanaan dan kepolisian. Jaksa dan Polisi dinilai belum mencapai sebuah tahapan yang bisa melakukan tugas pemberantasan korupsi secara profesional. Kedua institusi itu, Kejaksanaan dan Kepolisian dinilai masih belum bersih dan belum sungguh-sungguh mampu bertanggung jawab menjalankan tugas berat yang sangat menggerogoti reputasi bangsa Indonesia.  Keduanya masih memerlukan proses perbaikan internal jangka panjang untuk menjadikan kegiatan korupsi sebagai sesuatu yang dinilai sangat mengganggu tatanan organisasi, lembaga dan individu pejabatnya.

Kita juga berharapa, proses seleksi terhadapa calon Pimpina  KPK yang sekarang sedang berlangsung, mampu menghasilkan para Pimpinan KPK yang memiliki kredibilitas, trust dan kapasitas yang mampu menjalankan upaya memberantas korupsi tanpa pilih kasih. Kita menginginkan orang-orang yang Profesional, juga Independen tidak dikendalikan dan tidak memanfaatkan jabatannya untuk kepentingannya sendiri dan kelompok-kelompok tertentu. Kita juga berharap para aparat Kejaksaan dan Kepolisian bisa terus menerus memperbaiki diri sehingga suatu saat semua kegiatan pemberantasan korupsi bisa dikembalikan ke institusi itu. Sebuah proses yang harus dimulai dari sekarang yang ditunjukkan oleh Pimpinannya secara konsisten.


Saturday, 11 July 2015

Puasa; dan Lalu Lebaran

toto zurianto

Sabtu 11 Juli 2015, kini Ramadhan ke 24 tahun ini. Mungkin Jumat (18 Juli 2015) atau Sabtu umat Islam Indonesia akan merayakan Idul Fitri. Ini sebuah hari kemenangan yang dirayakan dan disyukuri oleh semua umat Islam di dunia. Tentu saja di Indonesia. Semua orang akan berusaha dapat merayakan Idul Fitri, atau disebut juga Lebaran. Lebaran harus berbeda . Jangan biasa-biasa saja. Setiap keluarga berusaha menikmati Idul Fitri dengan apa saja yang membuat kita senang. Apakah pakaian yang serba baru, juga makanan yang biasanya sangat melimpah.

Indonesia; Gojek

toto zurianto

Kini, setelah taxi Uber dan Grab Taxi, lalu Gojek menjadi trend. Memang sejak puluhan tahun, Ojek menjadi sebuah moda transport yang luar biasa. Di semua tempat, sekarang tidak lagi di kota besar yang macet. Bahkan di perkampungan, ojek telah menjadi sarana transportasi yang luar biasa. Tentu saja karena praktis, cepat, dan mungkin dirasakan cukup murah.

Lalu kini seperti menjadi semakin "diakui". Kini mulai dikelola dengan dukungan smart telephone atau sekedar telephone genggam biasa. Hanya dengan sms, kita bisa memesan ojek dan diantar kemana saja kini mau. Bahkan untuk sekedar mengantarkan surat atau membeli makanan kesukaan. Adalah Gojek yang piunya ide. Bisa dipanggil kapan saja, lalu mau beli makanan apa saja. Semuanya serba praktis.

Lalu apakah ini menjadi sebuah model transportasi yang diakui? ini pertanyaan penting bagi pemerintah dan orang-orang yang mengatur soal transportasi. Mungkin ojek masih diperlukan. Tetapi jelas sangat tidak ideal. Memang cepat dan praktis, apalagi untuk kota Jakarta yang sangat macet. Tapi apakah lantas kita bisa menerima moda transportasi ini yang jelas tidak termasuk aman. Bahkan mungkin mahal.

Banyak kita terlalu memikirkan persoalan jangka pendek dan suka praktis. Indonesia, pemerintah harus mulai memikirkan sistem transportasi yang lebih baik, aman, cukup murah dan menjangkau semua tempat yang banyak diinginkan masyarakat. Angkot-angkot juga harus mulai diganti dengan bus-bus kita atau antar kota yang lebih baik. Apalagi Ojke. Jangan sampai kita berpikir bahwa Ojek adalah jawaban. Kini memerlukan moda yang lebih baik dan teratur. Indonesia harus memikirkan sebuah sistem. Bukan penyelesaian jangka  pendek.

Thursday, 9 July 2015

MK Langgengkan DInasti Kekerabatan

toto zurianto

Indonesia masih terus mengalami politik nepotisme dan kekerabatan. Mahkamah Konstitusi dengan alasan semua mempunyai hal yang sama dan non diskriminatif, tetap membolehkan siapa saja untuk maju sebagai calon Kepala Daerah. Tidak peduli apakah itu suaminya atau istrinya, atau anaknya, menantu, mungkin orangtua dan kakeknya juga boleh. Termasuk ipar, kakak, menantu, atau adik sendiri.

Kita masih akan menyaksikan, misalnya Ibnu Fuad terpilih sebagai Bupati Bangkalan menggantikan ayahnya Fuad Amin Imron. Juga di Bantul, Sri Surya Widati memenangkan Pilkada untuk menggantikan Idham Samawi, Bupati sebelumnya yang juga suami bupati terpilih. Banyak juga kejadian di Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung dan di Kalimantan Timur. Di Banten, Wakil Bupati Serang Tatu Chasanah adalah adik kandung Gubernur Banten Non Aktif Atut Chosiyah. Lalu Walikota Serang Tubagus Haerul Jaman, juga adik tiri Atut. Sedangkan Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany adalah adik ipar Atut.

Banyak lagi kasus-kasus dinasti kekerabatan pada level politik Indonesia, khususnya di daerah. Tahun 2014, ada sekitar 59 pejabat pengganti yang mempunyai hubungan persaudaraan dengan pejabat yang digantikan.

Apakah ini sesuatu yang bagus, dapat dibenarkan, atau biasa saja, atau akan membuat Indonesia menjadi semakin tidak baik? Banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk fenomena nepotisme yang melanda sistem perpolitikan Indonesia ini. Bukan sekedar soal diskriminasi yang lebih banyak dituntut dari pada melihat hasil akhir bagi bangsa dan masyarakat.

Tuesday, 9 June 2015

Dolar Rp13.500 Mister

toto zurianto

Mata uang Amerika terus menguat, mata uang Rupiah melemah, Senin ini mencapai puncak. Anda memerlukan Rp13.500 untuk mendapatkan satu Dollar uang Amerika (US$). Apakah ini masalah atau biasa saja? Terserah kita untuk memberikan pendapat. Bagi pemerintah, termasuk bank sentral, biasanya selalu akan melihat kondisi internal ekonomi kita, apakah cukup kuat dan memiliki potensi kuat, atau sedang mengalami tekanan. Tidak bisa dilihat hanya melalui satu sisi. Argumen yang seing muncul tentu saja, kondisi ekonomi kawasan, apakah perekonomian dunia juga mengalami situasi yang relatif sama. Apakah mata uang negara lain, khususnya negara-negara di kawasan dan memiliki banyak kaitan dengan Indonesia, juga sedang mengalami tekanan atau justru relatif stabil.

Melemahnya suatu mata uang, sering dihubungkan dengan kondisi mata uang lain. Sekarangpun situasinya sama. Pemerintah, juga bank sentral akan melihat seberapa besar tekanan yang dialami Rupiah, dibandingkan tekanan yang juga dialami mata uang tetangga. Lalu seberapa lama situasi ini akan berlangsung terus. Apakah akan mengganggu pembayaran luar negeri Indonesia yang menyebabkan neraca pembayaran tergerus? Ini adalah indikator yang menjadi pusat perhatian kita. Neraca Pembayaran sama saja dengan situasi kantong kita, atau personal account. Apakah akan menyebabkan semakin kering, yang memaksa tabungan terkuras, membuat kita terpaksa harus berhutang lagi dan berhutang lagi? Ini adalah bagian yang harus kita persoalkan secara lengkap. Jangan sampai kita menjadi semakin miskin, semakin terkuras, dan semakin tergantung kepada orang lain.

Persoalan tekanan terhadap mata uang Rupiah, jangan pula dilihat sepotong-sepotong saja. pemerintah sering melihat dan membesarkan diri sendiri. Sering soal untung sedikit karena melemahnya nilai Rupiah, dijadikan sebagai faktor lain yang juga akan memberi keuntungan. Faktor tekanan terhadap Rupiah memang akan memberikan manfaat bagi sekelompok masyarakat tertentu. Ketika kita memiliki faktor produksi yang lebih banyak diekspor ke luar negeri, tentu kita bisa merasa mendapatkan windfall. Tapi pasti hanya sedikit diantara kita yang tergolong seperti itu. Struktur  Perekonomian yang lebih banyak defisit, lebih banyak membayar impor, lebih banyak membayar hutang luar negeri, adalah sesuatu yang membuat kita perlu merasa khawatir dan was-was. Sekarang sudah Rp13.500 Mister. Ini angka tertinggi sejak krisis 1998. Tapi kayaknya kita masih adem-adem saja.



Saturday, 6 June 2015

Kopi Aming at Pontianak

toto zurianto

Sore ini, aku ke Kopi Aming di Jalan Haji Abas. Ramai, semua tempat duduk penuh. Hampir semua laki-laki. Kedai kopi yang cukup luas, sekitar 3 pintu ruko besar, sampai ke bagian depan, memang menjadi salah satu pusat kongkow masyarakat kota Pontianak. Apalagi sore itu di layar besar televisi, ada siaran langsung pertandingan Bulutangkis Ganda Putra antara tim Indonesia melawan Tim Jepang.
Karena suasana Kedai Kopi yang terlihat sangat penuh, aku langsung mendatangi meja kasir, dan menanyakan apakah masih ada kursi. Hanya beberapa saat, setelah melihat ke layar monitor (screen CCTV), aku langsung dipersilahkan menuju salah satu tempat yang kebetulan memang kosong. Lumayan hebat, sang manajer (mungkin keluarga pemilik), dengan screen CCTV sederhana bisa langsung menunjuk tempat yang kosong. Lumayan, tidak perlu menunggu lama.

Tujuanku hanya satu, segelas kopi hitam pekat tanpa susu yang menjadi ciri khas Kedai Kopi Aming seperti gambar ini yang disajikan dalam gelas khusus Kedai Kopi Aming.





Hanya beberapa menit, Kopi Kental Hitam yang kupesan tiba di meja.  Gelasnya bagus, sayang menggunakan sendok bebek untuk makan bubur (ayam). Tapi tidak mengapa, rasanya enak. Di atas sedang, hitam dan kental dengan aroma kopi Robusta sedikit dicampur kopi Arabika. Aku tidak tahu asal kopi ini. Tapi sepertinya di wilayah Kalimantan Barat tidak ada tanaman kopi Arabika. Tapi yang penting, rasanya cukup okay. Sedikit mirip sajian Kopi Sedap dari Pematang Siantar.

Di Kedai Kopi Aming, minum kopi, bisa ditemani makanan (agak) berat, seperti nasi goreng, kweetiau, atau bakso. Tapi sore ini belum waktu yang pas untuk makanan seperti itu. Jadi aku hanya memesan Roti kecil yang tengahnya diisi selai, atau serikaya. Rasanya biasa, bahkan serikayanya tidak seperti Serikaya Poenam (Makassar) atau Serikaya Kopi Sedap (Siantar) yang dahsyat.

Menurut cerita seorang teman, Kopi Aming tidak pernah sepi sepanjang hari mulai pagi sampai malam. Sore itu, sekitar jam setengah enam, kurasa ada 100 orang yang sedang kongkow menikmati kopi sambil nonton siaran langsung bulutangkis. Kopi Aming memang beda. Tapi seperti Kedai Kopi lain yang ada di Kota Pontianak, suasananya selalu ramai, sempit, tidak terlalu (bersih). Kopi Aming adalah tempat minum kopi, kongkow, relax, dan pergaualan ala kota Pontianak.







Wednesday, 3 June 2015

FIFA, PSSI dan Menpora

toto zurianto

Kini ntidak hanya PSSI, FIFA, lembaga sepak bola seluruh dunia, juga mengalami krisis. Pimpinan  FIFA dinilai banyak orang dari seluruh dunia, memiliki masalah besar. Banyak yang dituduh korupsi. Lalu beberapa negara melakukan protes besar, dan akhirnya berujung pada pengunduran diri Sepp Blatter, President FIFA yang baru saja terpilih untuk kesekian kalinya.
Lalu di Indonesia, sejak beberapa waktu yang lalu, situasinya tetap runyam tidak terselesaikan.Para pimpinan PSSI, FIFAnya Indonesia, dinilai tidak kredibel dan diprotes banyak pihak. Lalu Presiden, melalui Menteri Pemuda dan Olah Raga, Imam Nachrawi, juga membekukan kepengurusan (sementara) PSSI.
Masyarakat, tentu saja banyak pertimbangannya, ada yang setuju dengan sikap Menpora, ada juga yang berpendapat lain.
Kita di Indonesia memang perlu melakukan transformasi terhadap sepakbola dan pengelolaan sepak bola di Indonesia. Prestasinya belum bagus, manajemennya lebih jelek lagi. Jadi, memang kita memerlukan langkah besar yang lebih benar. Jangan masyarakat bola dan masyarakat penikmat (pecinta) bola dibuat terombang-ambing. Terlalu besar korban yang diderita akibat manajemen bola yang kita tidak tahu cara penyelesaiannya. mari para pemimpin negara, pemimpin bola, dan pecinta olah raga (bola). Soal sepakbola adalah persoalan tulang dan daging kita yang begitu kita cintai. Jangan dimanipulasi, apa lagi dijadikan permainan (kotor). Kita mau, semuanya dibuka secara luas. Kalau hanya ingin bermain kotor, maaf' jangan dekat. Kita butuh keikhlasan dan upaya penyelesaian. Sepak bola harus kita selamatkan. Kita ingin prestasi dan keterbukaan. Kita ingin Sepakbola Indonesia bisa jaya dan disegani bangsa lain. Pinggir bagi yang orientasinya tidak jelas.

Friday, 15 May 2015

Didi Petet semoga mendapatkan yang terbaik disisiNya

toto zurianto

Dia termasuk salah satu legenda di perfilm-an Indonesia. Mungkin seperti Sophan Sophian, atau Rahmat Hidayat, atau Farouk Afero. Didi Petet yang terkenal setelah Catatan Si Boy dan Si Kabayan, menjadi orang hebat di zamannya. Saya sendiri tidak sering melihat Film-nya, kecuali di Televisi. Termasuk mdi Sinetron. Terakhir saya sering nonton Film TV atau Sinetron "Mantan Preman" yang menampilkan Didi Petet. Sungguh luar biasa aktingnya yang menurut saya, sorry, akan sulit menemukan pemain hebat seperti Didi Petet.

Tadi pagi sekitar jam 05,00 dia pergi menghadap sang pencipta. Tidak saja meninggalkan keluarga dan orang-orang yang sangat mencintainya. Sayapun yang tidak kenal secara pribadi dengan Didi, juga merasa kehilangan sosok yang bermulti talenta, humble, dan menjadi contoh bagi para insan film Indonesia. Dia bukan aktor kacangan dan sekedar mengandalkan popularitas. Dia bermain dengan jiwa dan karakter. Kita melihat dari ucapan dan pilihan kata dan mimik yang dihadirkannnya dalam setiap filmnya. Kita selalu merindukan orang-orang seperti Didi Petet. Tidak hanya di dunia perfilman, juga di tempat lain. Termasuk di pemerintahan dan perpolitikan. Kita kehilangan pada orang-orang yang cinta pengabdian, tidak pelit mendidik, juga tidak berorientasi kepada kebendaan. Selamat jalan aktor besar. Semoga Indonsia bisa melahirkan orang-orang yang hebat kapasitasnya seperti anda, tetapi sekaligus memiliki karakter yang membanggakan.

Monday, 27 April 2015

Perang antara Kebenaran dengan Kebatilan in Avenger; the Age of Ultron

toto zurianto

Sejak minggu lalu, bioskop Indonesia kembali ramai dikunjungi, terutama anak remaja dan para penggila thema-thema pertempuran dan animasi modern. The Avenger seri terbaru kembali menghampiri Indonesia dan dunia. Film ini menjadi sesuatu yang harus ditonton. Sejak Jumat, Sabtu dan Minggu, saya lihat puluhan dan bahkan ratusan orang berbaris seperti semut mengantri untuk mendapatkan tiket. Para orangtua bersama keluarga, terutama anak-anaknya, semua mau menonton pertempuran antara para pembela kebenaran yang antara lain terdiri dari Iron Man, Captain America, Thor, The Incredible Hulk, Black Widow, dan Hawkeye dan banyak lagi. Kali ini mereka mencoba melindungi bumi dari serangan Ultron yang mengancam kehidupan.

Sebenarnya para penghancur dunia (pasukan  Robot Ultron) sendiri awalnya diciptakan untuk tujuan baik. Tapi, karena kehebatannya, robot-robot inipun berubah, berpikir sendiri, dan menjadi sangat ganas.
Dunia memang selalu berisi peperangan, antara kelompok yang menyatakan dirinya "baik" dengan lawannya yang disebut "penjahat". Dan ini, seperti film-film Holywood yang lain, berhasil menyihir dunia, menyihir kita, terutama anak-anak kita untuk menyambut Film heboh ini. Sementara itu, Film-film nasional yang juga bagus, seperti Filosopi Kopi, Guru Bangsa Tjojroaminoto, atau Turis Romantis, menyingkir, mungkin hanya ditonton oleh orang tua dan hanya segelintir. Ya kini Ultron sedang menghancurkan kita, Film-film nasional kita. Kenapa ya menjadi seperti ini? Perlu ada strategi dan cara untuk mengatasi hal ini. Nonton Ultron jelas tidak dilarang, tapi nonton Filosopi Kopi dan Film Indonesia lain, mungkin harus kita galakkan juga.

Tuesday, 7 April 2015

Aparat Pajak Boleh Bergaji Besar

toto zurianto

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Yuddy Chrisnandi seperti terpesona dengan pekerjaan Pegawai Negeri Sipil di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Sehingga menurut Yuddy, pegawai dimaksud sangat layak dan pantas diberikan gaji yang tinggi. Pekerjaan aparat pajak sangat berat karena diwajibkan untuk mengumpulkan sejumlah uang yang nilainya sangat besar yang mencapai lebih Rp1.200 triliun pada tahun 2015 ini.

Bahkan menurut Yuddy, dirinya sendiri tidak akan sanggup bila dibebani tugas seperti itu (sebagai Dirjen Pajak dan pegawai perpajakan) meskipun digaji besar. Jadi, Kementerian PAN RB setuju saja kalau pejabat dan aparat perpajakan diberikan penghasilan yang tinggi. Khusus pejabat struktural eselon 1 (peringkat jabatan 27) akan mendapatkan tunjangan mencapai Rp117 juta per bulan.

Banyak pendapat mengenai kebijakan Presiden menyangkut pemberian gaji yang relatif sangat besar ini. Ada yang suka ada juga yang menantang. Bahkan Presidenpun pada saat yang bersamaan telah membatalkan keputusan uang muka pembelian mobil pejabat negara yang jumlahnya hanya Rp210 juta per orang. Alasan yang berbeda untuk kegiatan yang relatif sama. Artinya, para pejabat negara telah dinilai "tidak layak" mendapatkan tunjangan uang muka sebesar Rp210 juta untuk pembelian mobil yang akan digunakan selama 5 tahun. Sementara aparat negara yang lain, kebetulan sebagai pejabat struktural eselon 1 direktorat jenderal pajak (yang secara) hirarki kenegaraan berada di bawah seorang Menteri Negara atau pejabat tinggi negara yang lain, telah diberikan tunjangan mencapai Rp117 juta sebulan.
Entah mana yang keliru, tetapi alangkah anehnya pemikiran kita, seolah-olah kita berasumsi bahwa jabatan menteri itu relatif lebih rendah nilainya dibandingkan dengan jabatan dirjen pajak atau pejabat eselon 1 perpajakan. Kita suka memberikan argumen tanpa didukung oleh suatu alasan atau dasar yang lebih tepat, misalnya dalam kasus ini, kita tidak menggunakan atau mempertimbangkan ilmu mengenai jabatan (job grading). Sangat aneh untuk diterima oleh akal sehingga menyebutkan jabatan dirjen pajak adalah jabatan dengan tingkat kesulitan yang sangat tinggi. Dalam konteks pemerintahan, meskipun nilai jabatan seorang dirjen bisa berbeda dengan dirjen lain dalam suatu kementerian, atau pada kementerian yang berbeda,  namun secara relatif seharusnya nilai jabatan seorang dirjen di pemerintahan tidaklah terlalu jauh beda nilainya.Tidak boleh ada asumsi, misalnya nilai jabatan Dirjen X lebih tinggi dengan nilai jabatan Menteri Y.

Memang semuanya menghendaki pengukuran yang lebih ilmiah. Tidak hanya di kalangan pemerintahan, juga bagaimana nilai relatif jabatan di luar pemerintahan, misalnya Anggota DPR, atau pejabat non pemerintahan yang lain. Saya tidak membantah bahwa mencari uang (pajak) itu tidaklah mudah. Tapi orang juga bisa mengatakan, pekerjaan seorang programmer juga tidak sederhana, tidak semua orang bisa melakukannya.
Tujuan kita adalah bagaimana kita bisa menerima suatu perbedaan, tetapi karena adanya suatu perhitungan yang bisa diterima (akal sehat). Bukan sekedar mengatakan sesuatu itu lebih sulit dibandingkan dengan sesuatu yang lain.




Thursday, 26 March 2015

ASIC 2015 Annual Forum in Sydney

toto zurianto

Beberapa pejabat OJK dari berbagai sektor menghadiri ASIC 2015 Annual Forum di Sydney tanggal 23 and 24 Maret 2015. Kegiatan yang berlangsung di ballroom Hotel Hilton tersebut dihadiri ratusan pimpinan sektor keuangan Australia dan beberapa negara lain.







Monday, 16 March 2015

Gunung Bunder Bogor

toto zurianto

Departemen Organisasi dan Sumber Daya Manusia (DOSM) Otoritas Jasa Keuangan, Jumat dan Sabtu (13-14 Maret 2015) melaksanakan Team Building di kawasan Gunung Bunder, kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor yang berhawa dingin di ketinggian sekitar 750-1000 meter dari permukaan laut. Kegiatan Team Building yang berthemakan “Understanding the Essence the Team Work” diikuti sekitar 70 pegawai se DOSM adalah forum membangun kebersamaan, kekuatan dan saling mengenal untuk mewujudkan pencapaian tugas lembaga secara baik. Juga membangun kultur Inpresiv OJK yang memiliki Integritas, bersikap Profesional, bekerja secara Sinergi untuk sebuah hasil yang maksimal, menciptakan masyarakat keuangan yang Inklusif, serta berpandangan Visioner ke depan.

Kegiatan yang difasilitasi oleh team Duta Bangsa tersebut juga diisi dengan ceramah membangkitkan motivasi profesional yang inpresiv, dalam rangka menciptakan produk dan pelayanan lembaga yang berkualitas. Banyak kegiatan lapangan (field activity) yang diikuti peserta dengan anthusias, meskipun harus berjalan kaki yang meletihkan.

DOSM in Action


DPSM Family in Gunung Bunder, Pamijahan, Bogor

A Family of Organization Development Directorate

DSDM OJK sedang beraksi

Passport Hijau Negeriku Hijau; Membuat Passport Tanpa Calo

toto zurianto

Passport Hijau, khas sekali. Inilah dokumen perjalanan Indonesia yang selama ini telah menjadi kebutuhan utama setiap warga negara yang bepergian ke luar negeri. Tentu saja, cirinya yang lain adalah, bahwa passport ini tidak berlaku di Israel dan Taiwan. Sedangkan di negara selain kedua negara itu, tentu saja dapat berlaku apabila mendapatkan izin tinggal (visa).
Minggu lalu, karena masa berlaku passport segera habis, maka kami mendatangi kantor imigrasi untuk membuat passport baru (perpanjangan). Biasanya kami mendatangi kantor imigrasi yang ada di Warung Buncit Raya, dan biasanya kami "terpaksa" mengandalkan pihak jasa pengurusan passport (istilah umumnya, calo, tetapi tidak memaksa). Biasanya, semua dokumen sudah dipersiapkan, sudah diisi oleh pihak pemberi jasa pengurusan. Jadi begitu ke Kantor Imigrasi, langsung ke ruang photo, menunggu sebentar, tidak lebih dari 10 menit, dan langsung ke meja untuk mengecek data dan photo. Tentu saja kami harus membayar biaya jasa pengurusan.

Lalu minggu lalu, kami memutuskan untuk mengurus passport sendiri. Harus ada waktu yang dikorbankan, tapi tidak apa-apa. Lokasinya cukup dekat dengan rumah kami, di Jalan Karang Tengah Raya,  di sebuah pertokoan/kantor antara Lebak Bulus dengan Cinere. Menurut informasi, semua yang ingin membuat passport secara langsung (baru atau perpanjangan/pergantian), haruslah mencatatkan namanya di papan antrian. Bagi yang melakukan proses secara on-line, tentunya pengantrian dilakukan menurut jadwal (yang diisi secara on-line). Ketika aku mendaftar di papan antri, sekitar jam 06.00 pagi, sudah ada 10 orang yang mendaftar.

Selanjutnya tepat jam 08.00 pagi, pintu kantor di buka, dan nama-nama yang sudha mendaftar dipanggil untuk antri. Tentu saja semua dokumen pendukung harus disediakan sehingga semuanya siap saat mengisi dan menyampaikan formulir (yang sudah diisi) kepada petugas imigrasi. Semua peserta pada antri dengan cukup tertib, sekitar 1 sampai 2 jam, kitapun dipanggil untuk klarifikasi data dan photo apabila semua persyaratan sudah terpenuhi.
Apabila semuanya sudah okay, maka pemohon langsung membayar melalui Kartu Debit/ATM Bank yang disediakan di kantor imigrasi, dalam hal ini baru Bank Mandiri dan BCA. Apabila pemohon tidak mempunyai Kartu ATM kedua bank tersebut, maka akan dibuatkan formulir penyetoran, dan pemohon akan membayar langsung di bank. Singkat kata, tidak ada transaksi uang kas antara pemohon dengan petugas imigrasi. Untuk sebuah Passport (hijau) 48 halaman, saya membayar sesuai kuitansi Rp355.000. Setelah membayar, langsung Photo dan diberikan semacam bukti pembuatan passport untuk pengambilan dalam waktu 3 (tiga) hari kerja berikutnya.

Setelah 3 hari menunggu, akhirnya Passport Hijau baru Indonesiapun keluar. Wah passport sekarang memang terlihat lebih keren. Warna Covernya berubah sedikit, tidak lagi hijau tua agak butek, tapi lebih bagus. Juga perhatikan halaman dalamnya, sungguh lebih bagus. Di setiap halaman, secara transparant terdapat gambar hewan asli Indonesia yang sangat membanggakan.

Bukan Paspor Hijau lagi

Kita memang bseharusnya bangga mempunyai paspor (passport) Indonesia kita. Kita bangga dengan warnanya yang berubah cukup bagus. Kita bangga, di dalamnya ada gambar hewan asli Indonesia yang sangat indah. Kita juga bangga, ternyata mengurusnya tidaklah sulit. Ada pengorbanan waktu, tetapi bisa dilakukan sendiri tanpa perantara (tanpa jasa pengurusan atau calo). Biayanya pun sangat terjangkau tanpa ada pemerasan.

Ada perubahan, semoga semua proses keimigrasian kita menjadi lebih baik. Termasuk imigrasi masuk di bandara yang pelayanannya masih belum seperti pelayanan di luar negeri.

Thursday, 12 March 2015

OJK; Aspek Edukasi dan Perlindungan Konsumen

toto zurianto

Untuk membangun sektor keuangan Indonesia agar secara organisasi berkinerja sehat, dan memberikan manfaat kepada masyarakat, terutama dalam pembangunan ekonomi bangsa, dan dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakatnya, maka peran edukasi dan perlindungan konsumen, menjadi penting dan tidak bisa dilakukan secara sambilan. Kehadiran Otoritas Jasa Keuangan bukan saja dalam rangka melakukan pengawasan terhadap industri keuangan secara terintegrasi/terpadu, yang sebelumnya dilakukan oleh beberapa instansi secara terpisah. Kini OJK dilengkapi dengan fungsi edukasi dan perlindungan konsumen sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun sektor keuangan Indonesia.

Dalam rangka mewujudkan dan meningkatkan peran OJK di bidang edukasi dan perlindungan konsumen, Dewan Komisioner OJK menetapkan untuk merekrut pegawai level staf yang secara khusus akan menangani kegiatan bidang edukasi dan perlindungan konsumen, terutama untuk memenuhi kebutuhan di kantor OJK di daerah. Program tersebut didisain secara khusus oleh Direktorat Pengembangan SDM OJK yang disebut sebagai program Pendidikan Calon Staf Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, atau PCE-OJK. PCE OJK adalah program pendidikan yang akan menyiapkan pegawai tingkat staf yang nantinya akan ditempatkan di seluruh satuan kerja OJK di seluruh Indonesia, terutama di Kantor Regional dan KOJK, untuk menangani pekerjaan yang berhubungan dengan pelaksanaan edukasi dan perlindungan konsumen.

Untuk tujuan tersebut, pada hari Selasa 10 Maret 2015, Wakil Ketua OJK, Rahmat Waluyanto telah membuka pendidikan dimaksud di Ruang Seminar 108 Kampus Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Kemang Jakarta Selatan. Pendidikan yang diikuti 39 peserta tersebut, akan berlangsung selama 6, bulan, terdiri dari 1 bulan pendidikan Klasikal, 2 On-the Job Training, dan sekitar 5 bulan kegiatan Orientasi Kerja.


Wakil Ketua OJK Rahmat Waluyanto, para Pejabat OJK dan peserta program Pendidikan Calon Staf OJK 2015 photo bersama di Kampus LPPI Kemang.




Penyematan tanda peserta oleh Wakil Ketua OJK Rahmat Waluyanto


Wakil Ketua OJK Rahmat Waluyanto memberikan Sambutan dan Arahan kepada peserta Pendidikan Calon Staf Edukasi dan Perlindungan Konsumen.


Kepala Departemen Organisasi dan Sumber Daya Manusia Hernawan B. Sasongko bersama Pejabat DOSM memberikan penjelasan dan arahan kepada peserta pendidikan PCE-OJK (10 Maret 2015)



Saturday, 7 March 2015

Haji Lulung dan Ahok

toto zurianto

Ahok menjadi pribadi yang fenomenal. Banyak orang yang kagum. Seorang Cina yang dianggap sangak sukses menjadi orang Indonesia. Pernah jadi Bupati Belitung Timur, Anggota DPR. Saudara kandungnya sekarang juga menjadi Bupati. Hanya sebentar menjadi Wakil Gubernur Jakarta, sekarang menjadi Gubernur. Bicaranya keras dan sangat kasar. Kelihatan sebagai orang yang sangat hebat, pribadi yang dikesankan jujur dan tidak memerlukan jabatan, apalagi urang. Masyarakatlah yang memerlukan Ahok, bukan sebaliknya. Jadi Ahok orang yang maju terus pantang mundur. Sering menggunakan gue dan elo! Juga (nama hewan) sebagai ungkapan.  Beberapa waktu yang lalu, membawa dokumen tebal ke KPK untuk melaporkan DPRD DKI, yang dituduh "mencuri" uang negara lebih dari Rp12 triliun.

Lalu Haji Lulung. Dikenal sebagai pengusaha di Tanah Abang. Mungkin ada orang yang menuduhnya berusaha menggunakan (kekerasan) untuk berhasil. Dia sekarang Anggota DPRD DKI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan salah seorang Wakil Ketua. Haji Lulung bersama Pimpinan DPRD DKI lain, sekarang dianggap sebagai orang yang bertanggung jawab mengkorupsi (atau menggelembungkan) nilai/angka RAPBD DKI. Masyarakat, termasuk yang di sosial media, banyak yang mem-bully Haji Lulung. Sungguh luar biasa, apakah karena merasa memang Haji Lulung seorang Penjahat, atau karena memang sebagai pendukung utama Ahok yang dianggap sangat bersih dan mulia. Pokoknya Pak Haji Lulung dianggap sebagai yang "harus dibasmi".

Tentu saja kasus ini memerlukan bukti sebagai alat pembenaran yang lebih pas. Hanya saja, berdasarkan pembahasan di Indonesia Lawyer Club (ILC), maka semua angka-angka RAPBD DKI, pasti diusulkan pihak eksekutif yang berada dalam tanggung jawab Pak Gubernur Ahok. Kemudian dibahas bersama-sama, DPRD (bukan hanya Haji Lulung) dan Gubernur (para Pejabat Gubernur). Lalu hasilnya sebagai kesepakatan bersama yang ditandatangani bersama sebelum disampaikan ke Menteri Dalam Negeri. Selanjutnya apabila semuanya berjalan normal, maka eksekusi dari APBD (DKI) sepenuhnya dilakukan oleh Eksekutif, Gubernur dan jajarannya. DPRD sama sekali tidak melakukan eksekusi anggaran. Jadi bagaimana ya sikap kita menghadapi kasus ini. Kalaupun anggota DPRD DKI terlibat dan mendapatkan uang, pasti karena dikasih oleh Pemerintah (DKI).  Jadi agak aneh juga ketika Gubernur Ahok menganggap Anggota DPRD DKI melakukan mencurian uang (RAPBD).
Cerita Ahok memang sepertinya tidak bisa berhenti. Dia selalu beranggapan, semua Anggota DPRD DKI sebagai siluman yang sangat mungkin melakukan tindak pidana korupsi. Masyarakat banyak yang berpikir begitu. Bahkan terlalu suka menuduh tanpa bukti yang jelas. Semoga mereka, Ahok (Gubernur DKI dan Pejabat Pemda DKI) dan Haji Lulung (seluruh Anggota DPRD DKI) bukan pemain Sandiwara yang suka mempermainkan emosi rakyat. Yang membuat rakyat bisa saling membenci, atau memihak secara emosional tanpa alasan dan pertimbangan yang jelas.

Friday, 6 March 2015

Treat People Right

toto zurianto

Sebuah buku cukup lama sekitar tahun 2003 dari Edward E. Lawler, judulnya Treat People Right; How Organizations and Individuals Can Propel Each Other Into A Virtuous Spiral of Success. Buku ini menarik dan selalu menjadi referensi penting para pengelola SDM di seluruh dunia. Inspirasi buku ini, bukan sekedar memperjuangkan hak-hak individu pegawai dalam suatu perusahaan/organisasi, tetapi terutama karena tujuan perusahaan/organisasi yang selalu harus eksis, bermanfaat, menghasilkan (menguntungkan) dan berkembang terus. Karena perusahaan atau organisasi harus selalu dijaga perjalanannya, maka penting pula untuk menjaga orang-orang yang ada di perusahaan/organisasi agar lebih kontributif. Tidak pernah ada yang bisa berjalan sendiri-sendiri. Kalau perusahaan berjalan bagus, maka orang-orang yang ada (people) haruslah hebat dan terbaik. Lalu untuk mendapatkan orang-orang yang hebat, profesional dan dengan karakter kuat, maka perusahaan/organisasi haruslah hebat dan sukses.
Tentu saja, memperlakukan orang-orang dengan benar dan baik, bukan karena perusahaan/organisasi menjadi sok generous. Tetapi upaya membangkitkan motivasi dan kreativitas agar akhirnya orang-orang yang ada, dapat memberikan manfaat lebih kepada perusahaan/organisasi.

Thursday, 5 March 2015

PCS-OJK Angkatan II, at LPPI Campus

toto zurianto


Inilah momen-momen ketika para peserta Pendidikan Calon Staf Otoritas Jasa Keuangan PCS-OJK Angkatan II tahun 2015-2016 baru saja memulai programnya di Kampus LPPI, Jalan Kemang Ray Jakarta Selatan. Program yang berlangsung selama sekitar 11 bulan ini dibagi dalam beberapa modul/kurikulum pembelajaran, yaitu; modul ke-OJK-an (tentang organisasi OJK secara keseluruhan), Modul Pengetahuan OJK (terutama yang berhubungan dengan tugas pokok OJK di bidang pengawasan sektor jasa keuangan dan edukasi perlindungan konsumen), Modul Pengembangan Diri dan Kepemimpinan, Modul On-the Job Training (secara berkelompok peserta akan melakukan OJT untuk memahami pelaksanaan tugas di beberapa satuan kerja), dan Modul Orientasi Kerja (sebagai persiapan kerja/praktek kerja di satuan kerja rencana penempatan peserta).
Para peserta juga akan mengikuti kegiatan kebangsaan, cinta tanah air dan disiplin dalam program Kesamaptaan di training ground Paspampres Bogor selama 9 hari kerja.
Setiap kegiatan akan dievaluasi dalam bentuk ujian, penulisan laporan/paper dan pelaksanaan presentasi, baik secara kelompok maupun secara individual.


Peserta PCS-OJK Angkatan II bersama Ibu Anny Ratnawati, Wamenkeu 2010-2014
 



Sedang mendengar Kuliah Umum Bapak Muhammad Yusuf, Kepala PPATK RI.


II


Pejabat OJK, photo bersama sebelum pembukaan PCS-OJK Angkatan II




Program Pendidikan Calon Staf OJK Angkatan II

toto zurianto

Bertempat di Ruang Serba Guna Kampus Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Jalan Kemang Raya Jakarta Selatan, Selasa 3 Maret 2015, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad didamping Wakil Ketua Rahmat Waluyanto membuka program Pendidikan Calon Staf (PCS) OJK Angkatan II yang diikuti 214 peserta. Pendidikan dalam rangka mempersiapkan calon pegawai OJK sehingga siap bekerja di lingkungan OJK di seluruh Indonesia, berlangsung sekitar 11 bulan yang dibagi dalam 5 modul pendidikan, yaitu; modul ke-OJK-an, modul pengetahuan OJK, modul pengembangan diri dan kepemimpinan, modul on-the job training (OJT), dan modul orientasi kerja.
Ketua OJK dalam sambutan pembukaan menekankan kepada peserta untuk mengambil peran aktif dalam rangka membangun organisasi OJK sehingga memberikan arti bagi organisasi, bagi perkembangan sistem keuangan Indonesia, dan pembangunan ekonomi bangsa.
Khusus bagi peserta PCS, juga ditekankan melihat organisasi OJK melalui perspektif yang lebih luas, mampu memberikan arti bagi lembaga dan tertantang untuk mengisi ruang-ruang kosong yang perlu diberi warna dan diberi arti. Semua orang di OJK diberikan kesempatan yang luas untuk membeirkan kontribusinya bagi pembentukan organisasi yang bisa memberikan kontribusi kepada bangsa. Perkembangan sektor jasa keuangan yang demikian luas, telah menempatkan OJK sebagai salah satu institusi penting yang terus menunjukkan perannya yang menjadi sangat strategis.





Ketua dan Wakil Ketua OJK photo bersama peserta PCS-OJK Angkatan II




Peserta PCS OJK Angkatan II bersama Bapak Muhammad Yusuf Kepala PPATK




Episode Kehidupan

toto zurianto


Hidup itu menarik. Karena dia sebuah episode, sebuah perjalanan dan perjuangan panjang untuk berusaha menjadi baik. Tetapi tidak perlu merasa yang paling baik, yang paling benar. Kalau menjadi pemimpin, tidak perlu merasa menjadi yang paling mengetahui. Menganggap orang lain tidak mengerti apa-apa. Apalagi kalau harus menghina orang dan berkata kasar. Pemimpin selalu melakukan perubahan, membuat sesuatu menjadi lebih berarti, membuat orang menjadi lebih dihargai-juga dihormati. Sebuah perilaku yang humble yang membuka hati dan jiwa. Kita sedang mencari seorang yang visioner, tetapi dengan jiwa yang ikhlas, memberikan inspirasi dan tidak sok jago. Dimana kau pemimpin berjiwa nabi yang setiap kata-katanya selalu membuat semua menjadi terharu?