Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Sunday, 3 May 2009

Integrity, Jangan Pernah Bertoleransi

toto zurianto

Saat ini, pemilu Legislatif sudah selesai. Kita sudah mengetahui hasil sementaranya. Tapi yang kita tahu, baru dalam bentuk kemenangan partai-partai, partai mana yang lebih unggul. Salah satu tujuan penting dari Pemilu Legislatif sesungguhnya untuk mengetahui, diantara kemenangan partai-partai itu, siapa nantinya yang akan menjadi para wakil rakyat anggota DPR yang terhormat!

Ini adalah esensi penting dari Pemilu Legislatif. Pengalaman kita selama bertahun-tahun, khususnya menyangkut para anggota DPR atau pada saat pemilihan para pejabat negara yang lain, banyak ketidakpuasan pada diri pejabat yang akan dipilih. Sering pula hasilnya tidak saja mengecewakan, bahkan tidak jarang, bisa memperparah keadaan bangsa yang sedang berusaha untuk keluar dari kesulitan dan mampu bersaing dengan masyarakat internasional. Tapi bagaimana mungkin kalau orang-orang yang kita percaya untuk mewakili kita, ternyata integritasnya rapuh dan sangat diragukan!

Saya rasa, untuk pemilihan pejabat publik, termasuk pemilihan calon anggota DPR dan DPD, kita memerlukan alat seleksi yang tidak sekedar atas dasar jumlah suara yang dapat dikumpulkan saja. Kita memerlukan alat-alat ukur yang lebih ilmiah dan bisa dipertanggung-jawabkan. Tiga hal utama yang harus kita perhatikan dan tidak bisa dikompromikan adalah; pertama, apakah yang bersangkutan memiliki integritas yang terpuji? Ciri orang yang mempunyai integritas adalah orang yang selalu menjaga kebenaran (tell the truth). Mereka selalu berusaha bertanggung-jawab atas tindakannya dan rela menerima kesalahan dalam rangka untuk memperbaikinya. Kedua, mempunyai kemampuan intelligence (pintar dan visioner). Intelligence tidak sama dengan pendidikan. Ada orang yang pendidikannya biasa-biasa saja tetapi memiliki kemampuan yang bisa diandalkan. Demikian sebaliknya. Terakhir, Ketiga adalah Maturity atau Tingkat kematangan. Jelas, maturity tidak secara langsung berhubungan dengan usia seseorang (senioritas). You can by the way be mature at any age, and immature too! Orang yang mature, biasanya bisa menghormati emosi orang lain (enggak sedikit-sedikit marah!). Penampilannya sangat yakin atas dirinya (confidence), tetapi tidak arogant.

Saya rasa test uji integritas, kamampuan, dan kematangan, sudah saatnya dapat dilakukan kepada para calon pemimpin bangsa kita, baik untuk para calon anggota DPR maupun untuk calon pejabat negara yang lain. Jangan sampai kita hanya mengulang-ulang kejadian yang tidak begitu penting.