Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Wednesday, 27 May 2009

Jangan terpaku pada masa lalu

toto zurianto

Awal tahun 90-an, kita pernah merasakan gempuran dahsyat program Business Reengineering. Michael Hammer dan James Champy mengejutkan dunia dengan konsep Reengineering-nya, yaitu memikirkan kembali proses bisnis yang terjadi dalam suatu perusahaan (secara fundamental), radikal, dan dramatis. Apa-apa yang selama ini telah kita kerjakan, perlu diuji kembali alasan-alasan pelaksanaannya. Kata kunci fundamental menjadi penting untuk dimulai. Semua aktivitas harus kita pertanyakan kembali, Why do we do what we do! Kemudian diikuti dengan pertanyaan kedua And why do we do it the way we do?

Hari inipun, pertanyaan-pertanyaan yang menggelitik itu tidak boleh berhenti untuk selalu kita cetuskan. Jangan melakukan hal-hal yang tidak memiliki dasar kuat untuk dijalankan. Aktivitas adalah kegiatan menghabiskan resources! Jadi tanpa sesuatu alasan (yang kuat), kenapa kita harus melakukannya?

Disamping mencoba menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, kegiatan manajemen adalah mencoba untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak ada gunanya. Kita tidak bisa bekerja berdasarkan asumsi bahwa apa yang kita lakukan sekarang ini sudah benar. Semua aktivitas yang dilakukan, perlu diuji (lagi), apakah aktivitas tersebut memang diperlukan atau tidak. Dan selanjutnya, kalau diperlukan, kita kembali harus bertanya, apakah dalam mengerjakan aktivitas itu, kita sudah efisien dan efektif? Reengineering takes nothing for granted. It ignores what is, and concentrates on what should be.

Pertanyaan Why Pertama, Kenapa kita melakukan apa, dan Why Kedua, Kenapa kita melakukannya seperti yang kita kerjakan sekarang adalah dua hal penting yang selalu ditempatkan sebagai upaya awal untuk meningkatkan performance suatu perusahaan. Ini juga termasuk bentuk kreativitas leadership yang seharusnya lebih mudah kita wujudkan dibanding dengan memikirkan hal-hal yang selama ini belum ada. Pemimpin tidak perlu khawatir untuk berbeda dengan hal-hal yang selama ini sudah menjadi tradisi, karena itulah salah satu esensi dari leadership!