Thursday, 5 March 2015

Program Pendidikan Calon Staf OJK Angkatan II

toto zurianto

Bertempat di Ruang Serba Guna Kampus Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Jalan Kemang Raya Jakarta Selatan, Selasa 3 Maret 2015, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad didamping Wakil Ketua Rahmat Waluyanto membuka program Pendidikan Calon Staf (PCS) OJK Angkatan II yang diikuti 214 peserta. Pendidikan dalam rangka mempersiapkan calon pegawai OJK sehingga siap bekerja di lingkungan OJK di seluruh Indonesia, berlangsung sekitar 11 bulan yang dibagi dalam 5 modul pendidikan, yaitu; modul ke-OJK-an, modul pengetahuan OJK, modul pengembangan diri dan kepemimpinan, modul on-the job training (OJT), dan modul orientasi kerja.
Ketua OJK dalam sambutan pembukaan menekankan kepada peserta untuk mengambil peran aktif dalam rangka membangun organisasi OJK sehingga memberikan arti bagi organisasi, bagi perkembangan sistem keuangan Indonesia, dan pembangunan ekonomi bangsa.
Khusus bagi peserta PCS, juga ditekankan melihat organisasi OJK melalui perspektif yang lebih luas, mampu memberikan arti bagi lembaga dan tertantang untuk mengisi ruang-ruang kosong yang perlu diberi warna dan diberi arti. Semua orang di OJK diberikan kesempatan yang luas untuk membeirkan kontribusinya bagi pembentukan organisasi yang bisa memberikan kontribusi kepada bangsa. Perkembangan sektor jasa keuangan yang demikian luas, telah menempatkan OJK sebagai salah satu institusi penting yang terus menunjukkan perannya yang menjadi sangat strategis.





Ketua dan Wakil Ketua OJK photo bersama peserta PCS-OJK Angkatan II




Peserta PCS OJK Angkatan II bersama Bapak Muhammad Yusuf Kepala PPATK




Episode Kehidupan

toto zurianto


Hidup itu menarik. Karena dia sebuah episode, sebuah perjalanan dan perjuangan panjang untuk berusaha menjadi baik. Tetapi tidak perlu merasa yang paling baik, yang paling benar. Kalau menjadi pemimpin, tidak perlu merasa menjadi yang paling mengetahui. Menganggap orang lain tidak mengerti apa-apa. Apalagi kalau harus menghina orang dan berkata kasar. Pemimpin selalu melakukan perubahan, membuat sesuatu menjadi lebih berarti, membuat orang menjadi lebih dihargai-juga dihormati. Sebuah perilaku yang humble yang membuka hati dan jiwa. Kita sedang mencari seorang yang visioner, tetapi dengan jiwa yang ikhlas, memberikan inspirasi dan tidak sok jago. Dimana kau pemimpin berjiwa nabi yang setiap kata-katanya selalu membuat semua menjadi terharu?

Monday, 2 March 2015

Suksesi Politik Indonesia

toto zurianto

Salah satu pergantian kepemimpinan partai politik yang cukup menarik, hangat tetapi berlangsung lancar adalah suksesi Kepemimpinan di Partai Amanat Nasional (PAN). Partai yang berdiri di awal reformasi dan transformasi politik Indonesia atas prakarsa tokoh reformasi Amin Rais, sekali lagi membuktikan terlaksananya pergantian kepemimpinan yang cukup bagus. Berbeda dengan yang terjadi di Partai Golongan Karya (Golkar), atau Partai Persatuan Pembangunan (PPP), apa yang dilakukan para kader PAN, kelihatannya memberikan nuansa progresif dan baik. Meskipun bukan sebagai partai yang besar, tetapi PAN tercatat sebagai Partai Politik Indonesia yang kehadirannya cukup memberi warna. Kadernya banyak yang tercatat sebagai tokoh nasional di berbagai bidang. Ini sebuah perjalanan yang kiranya perlu dijadikan benchmarking.
Kita bisa melihat bagaimana pergantuan kepemimpinan di partai itu, mulai pemrakarsanya dan pemimpin pertama, Amin Rais, lalu Sutrisno Bachir, kemudian Hatta Rajasa, dan sekarang eranya Zulkifli. Situasi berlangsung ketat, meriah, dengan persaingan tinggi, tetapi melalui atmosphere yang kundusif.

Inilah salah satu suksesi perpolitikan yang mungkin sebagai gaya Indonesia yang patut dipertimbangkan. Memang kita sedang menunggu, bagaimana sebenarnya sebuah gaya politik suksesi Indonesia yang progresif tetapi tidak mengerikan, bisa diwujudkan di Indonesia. Bukan gaya Partai Demokrat (PD), atau Gaya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang belum melahirkan sebuah sistem suksesinya yang terbaik. Atau mungkin apa yang terjadi di Partai Gerindra dan Hanura!
Kita sedang menunggu kelahiran sebuah sistem suksesi partai politik Indonesia yang tidak menakutkan, sistem suksesi yang memberikan apresiasi kepada pihak yang kuat juga pihak yang lebih lemah. Tempat dimana para politisi bisa maksimal kontribusinya, dimanapun dia berada.

Wednesday, 25 February 2015

Masalah Asuransi Kredit Mobil di Bank CIMB Niaga

toto zurianto

Saya termasuk orang yang suka mencoba memanfaatkan berbagai fasilitas sektor jasa keuangan secara maksimal. Juga karena keterbatasan dana dan memerlukan pinjaman, saya punya pengalaman cukup banyak untuk memanfaatkan fasilitas Kredit dari bank. Termasuk yang paling sering adalah Kredit Kepemilikan Mobil di bank (KPM), dalam hal ini terutama dari Bank (CIMB) Niaga. Mungkin sudah sejak tahun 1997 untuk pertama kalinya saya memanfaatkan fasilitas itu. Lalu melakukannya beberapa kali lagi. Terakhir hampir 3 tahun lalu, saya juga mengambil fasilitas kredit mobil di CIMN Niaga.  Biasanya bersamaan dengan persetujuan kredit, saya juga langsung membayar asuransi total selama 3 tahun (sesuai jangka waktu pinjaman). Tentu saja asuransi harus membayar police asuransi All Risk yang perusahaan asuransinya ditentukan sendiri oleh bank yang bersangkutan dengan bunga yang tidak mungkin bisa kita tolak atau ditawar.
Pokoknya selama kita mempunyai keperluan untuk meminjam, maka semua persyaratan harus kita setujui. Seingat saya, nasabah peminjam uang (debitur) adalah seorang yang hanya diberikan pilihan, mau menggunakan fasilitas kredit, atau tidak. Lalu tandatangan, bahkan sering tidak dibaca karena kita memerlukan dengan segera fasilitas pinjaman dari bank.
Yang menjadi persoalan, saya sampai saat ini, sudah lebih 2,5 tahun mendapatkan fasilitas kredit dari Bank CIMB Niaga, saya belum mendapatkan police asuransi dimaksud. Lalu ketika saya menghubungi bank CIMB Niaga sebulan lalu, dengan telephone sekitar 6 kali telephone, dan diminta menulis email (sudah empat kali email), sampai sekarang ternyata belum ada penyelesaian.
Menurut Customer Care Bank CIMB Niaga (Ibu Nugie), perusahaan asuransi mobil saya adalah Asuransi Raksa. Saya mencoba berhubungan langsung dengan Asuransi Raksa, dan setelah menyesuaikan dengan nomor rangka dan nomor mesin kenderaan, diperoleh info dari pihak Asuransi Raksa, bahwa benar kenderaan saya mendapat fasilitas asuransi dari perusahaan tersebut, tetapi sudah berakhir (hanya 1 tahun saja). Saya terkejut, tetapi saya mencoba menghubungi Bank CIMB Niaga, mungkin asuransinya dipindahkan ke perusahaan asuransi lain. Hanya saja sampai hari ini saya belum mendapatkan jawaban dari Bank CIMB Niaga. Apa yang harus kita lakukan, padahal kita harus meng-klaim ke perusahaan asuransi akibat kondisi kenderaan yang harus diperbaiki. Mungkin pengalaman ini tidak terlalu berarti bagi banyak orang. Tetapi, untuk menjamin sebuah sektor jasa keuangan Indonesia yang baik dan dipercaya, tentu saja banyak hal yang harus diperbaiki oleh semua pengguna sektor jasa keuangan Indonesia. Termasuk oleh konsumen sendiri seperti saya, yang harus melakukan check and re-check atas hal-hal yang disampaikan atau dikerjakan pihak industri jasa keuangan (dalam hal ini Bank CIMB Niaga).

Tuesday, 24 February 2015

Transformasi Organisasi

toto zurianto

Salah satu bagian penting yang harus hidup dan menjadi nafas sebuah organisasi adalah melakukan transformasi. Sebuah organisasi, baik organisasi swasta (private) maupun organisasi milik negara atau pemerintah, selalu dihadapi oleh tantangan eksternal yang memaksanya untuk melakukan penyesuaian atau perbaikan. Perkembangan eksternal yang selalu tidak bisa dicegah, terutama akibat pengaruh perkembangan teknologi, membuat setiap orang dituntut melakukan penyesuaian. Kegagalan atau keenganan sebuah organisasi untuk melakukan perubahan atau adaptasi, lambat laun akan membuat organisasi tersebut menjadi kehilangan jiwa dan eksistensinya.

Tren ke depan, tentunya bukan saja akibat pengaruh teknologi yang perkembangannya tidak bisa dicegah. Tetapi termasuk juga cara-cara pengelolaan organisasi (business process) yang menghendaki segala sesuatunya dilakukan secara cepat. Para customers dan stakeholders biasanya mempunyai pilihan dan alternatif. Organisasi tidak bisa hanya diam saja. Semuanya menghendaki kecepatan dan pelayanan yang lebih baik. Itulah yang harus dikerjai orang-orang dalam organisasi.

Jadi proses transformasi menjadi sesuatu yang tidak bisa kita hindari. Inilah yang harus hidup dan menjadi jiwa orang-orang yang ada dalam sebuah organisasi. Kita perlu senantiasa melakukan transformasi. Kita perlu memberikan pelayanan yang cepat, efisien dan efektif. Tidak ada tawar-menawar. Tetapi tentu saja, imbalan dari setiap prestasi, akan seimbang. Selalu ada reward yang menarik dan bersaing bagi orang-orang terbaik yang memberikan lebih. Selalu ada peringatan dan punishment bagi orang-orang yang kurang memberikan kontribusi. Persaingan adalah jiwa yang harus dihidupkan ketika kita akan melakukan proses transformasi. Orang terbaik harus dihargai. Orang yang sedang, diberikan reward sedang. Orang yang kurang, harus diberikan kurang seraya dibina dan dibimbing agar menjadi lebih baik. Itulah proses transformasi yang sesungguhnya.

Gedung Merdeka, salah satu gedung kantor Otoritas Jasa Keuangan di Jl. Budi Kemuliaan.


Ketua Otoritas Jasa Keuangan Dr. Muliaman D. Hadad bersama peserta PCS-OJK Angkatan 1.

Saturday, 21 February 2015

Lion Air delay parah; harus bagaimana?

toto zurianto

Minggu ini, tepatnya sejak Rabu (18 Februari 2015) sampai Jumat (20 Februari 2015), selama 3 hari, Lion Air, maskapai low carrier Indonesia paling besar, mengalami delay penerbangan luar biasa. Di Jakarta, Semarang, Jogja, dan Medan, serta kota-kota lain, ratusan dan ribuan penumpang tidak bisa berangkat. Tentu saja dengan berbagai alasan, mulai tidak ada penjelasan dari petugas Bandara, sampai pembayaran refund yang juga tidak jelas, juga pemberian makanan karena harus menunggu ber jam-jam di Bandara, semuanya menyebabkan penumpang pada ngamuk. Indonesia mengamuk, dan ini jelas merugikan banyak pihak. Apalagi, kita bisa menyaksikan bagaimana tindakan anarki tidak mampu ditahan oleh sebagian calon penumpang yang memaksa petugas counter check-in harus pergi dari komputernya.

Pada akhirnya, setelah ber-jam-jam, setelah beberapa hari, pihak manajemen memberikan penjelasan tentang penyebab kekisruhan ini. Beberapa pesawat, dengan berbagai penyebab, antara lain adanya kerusakan mesin akibat adanya burung yang memasuki mesin, membuat delay tidak bisa dihindari. Kalau beberapa pesawat yang harus parkir, maka delay berjamaah menjadi ber-multiplier effect. Ada efek bertubi-tubi yang dialami oleh rencana penerbangan Lion Air.

Mungkin Sabtu ini (21 Februari 2015), Lion Air akan bisa membuat keadaan menjadi normal. Tetapi besar sekali pembelajaran yang dialami manajemen dan pemilik. Agar Lion Air mampu menjadi yang terbesar di Indonesia, bahkan mengalahkan Garuda sebagai Indonesian flight carrier yang sahamnya terutama dimiliki oleh pemerintah, memang perusahaan ini mendesak untuk bisa dikelola secara profesional. Terlalu besar asset perusahaan ini. Pesawatnya (yang relatif berusia muda, seperti Boeing 737 series 900) sudah lebih 110, bahkan bisa menjadi 150 dalam beberapa tahun kedepan karena perusahaan ini juga memesan ratusan Airbus series A320.

Perusahaan penerbangan bisa besaer, bukan saja karena pesawatnya banyak dan mampu melayani ratusan tujuan perjalanan. Masa 10-20 tahun, adalah waktu penting untuk melakukan pembenahan di bidang manajemen, termasuk soal pelayanan darat, perawatan pesawat, SDM pendukung, atau sistem-sistem yang akan membuat perusahaan menjadi terbaik. Ini masa terbaik bagi Lion Air untuk melakukan pembenahan. Mungkin bukan hanya Lion Air, tetapi juga Garuda dan perusahaan penerbangan lain.
Indonesia yang semakin maju dan kini memerlukan pelayanan penerbangan yang terbaik, merupakan pasar penting yang harus diperhatikan dan dibenahi.


Wednesday, 18 February 2015

Kisruh KPK POLRI; belum selesai

toto zurianto

Belum sepenuhnya selesai, tetapi hari ini Presiden Jokowi membatalkan pengusulan Komjen Budi Gunawan sebagai calon Kapolri yang kontroversial, tetapi sudah disetujui DPR. Persoalan belum selesai meskipun secara bersamaan Presiden sudah menetapkan 3 Pimpinan (sementara) KPK, yaitu; Taufiqurrahman Ruki, Indriyanto Senoadji, dan Johan Budi  untuk menggantikan Abraham Samad (ketua KPK) dan Bambang Wijayanto (Wakil ketua KPK) yang ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian.
Sebagai pengganti Budi Gunawan, Presiden mencalonkan Komjen Badrodin Haiti, sekarang Wakapolri dan Plt Kapolri sebagai calon Kapolri.

Keputusan Presiden belum menyelesaikan masalah, tetapi lumayanlah. Dalam waktu dekat, kalau Komjen Badrodin lolos Fit and Proper Test DPR, tentunya dia akan segera dilantik. Semoga Komjen Badrodin tidak tersangkut persoalan yang sama dengan Komjen Budi Gunawan, terutama soal rekening gendut. Ada baiknya, Presiden memanfaatkan informasi KPK dan PPATK untuk menjamin, bahwa Komjen Badrodin Haiti, tidak saja Profesional di Kepolisian, tetapi sekaligus bersih, tidak terlibat korupsi, dan memiliki semangat (passion) pada gerakan pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Semoga Komjen Badrodin termasuk pemimpin Polri yang punya visi untuk membersihkan kepolisian, meningkatkan profesionalisme polisi, dan membuat polisi di level bawah dapat hidup secara sejahtera.

Lalu KPK, buat sementara kita lega, para Pimpinan sementara KPK adalah orang-orang yang selama ini dikenal sebagai orang-orang yang mempunyai reputasi dalam gerakan pemberantasan korupsi.

Thursday, 5 February 2015

Citibank Indonesia; Sering menjengkelkan

toto zurianto

Citibank Jakarta yang menjengkelkan

Saya termasuk pelanggan Citibank terlama. Credit Card membership sejak 1991, sudah 24 tahun. Meskipun termasuk bank besar dan terkenal, tapi sering juga menjengkelkan. Terutama soal pelayanan dan pemaksaan untuk membuka rekening. Berkali-kali karyawan atau Agent Citibank menelephone untuk membuka Citi PremierMiles Card, tapi saya tolak. Akhirnya secara sepihak rekening itu dibuka juga (oleh Citibank) dengan mengirim kartu ke saya. Katanya kalau  tidak diaktifkan, tidak apa-apa. Artinya, kartu akan berlaku kalau saya aktifkan.
Anehnya, kartu itu, tiba-tiba aktif (4617-7820-9020-75XX) dan mengirimkan lembar tagihan ke saya. Tidak banyak, cuma Rp234.079 yang harus saya bayar tanggal 16 Februari 2015.

Sulit juga mengetahui, tagihan apa itu. Lalu saya telephone tanggal (5 Feb 2015; sekitar jam 14.00). Katanya itu tagihan kartu saya yang lain Citibank (4541-7900-6164-5XXX). Katanya, saya juga mengikuti  program single tagihan! Apa pulak ini. Bagaimana mungkin, tanpa persetujuan saya, suatu tagihan dari suatu kartu (rekening, 4541 ..), harus pindah ke kartu (rekening lain, 4617 ...) yang sebenarnya tidak pernah saya buka.

Lalu, untuk menghilangkannya, saya harus membayar tagihan pada suatu kartu/rekening (Citi PremierMiles) yang tidak pernah saya buka.

Memang sangat menjengkelkan - How worst and stubborn the Citibank of Indonesia today.


Wednesday, 28 January 2015

Dubai Bandara tersibuk di dunia

toto zurianto


Selama puluhan tahun, Bandara Heathrow di London (LHR) mencatatkan diri sebagai bandara tersibuk di dunia dengan penumpang mencapai puluhan juta setiap tahun. Tapi tahun lalu (2014), predikat itu mulai pindah tangan. Kini bandara tersibuk dunia disandang oleh Bandara Internasional Dubai di Uni Emirates Arab. Tahun lalu, bandara Dubai (DBX) disinggahi oleh sekitar 70,5 juta penumpang, mengalahkan Heathrow (LHR) yang mencapai 68,1 juta penumpang. Sebenarnya penumpang yang singgah di Heathrow meningkat dibandingkan tahun 2013, yaitu naik tipis sekitar 1,2%. Tetapi bandara Dubai meningkat luar biasa, mencapai 6,1% dibandingkan tahun 2013.
Peningkatan luar biasa Bandara Dubai, tentunya karena peran Dubai yang semakin tinggi yang kini menjadi salah satu pusat keuangan dan pusat wisata internasional yang berkembang luar biasa. Pembangunan  pusat pertumbuhan ini, juga didukung oleh perkembangan maskapai Emirates Airline yang kini juga tercatat sebagai salah satu perusahaan penerbangan paling besar dan canggih di dunia.

Emirates Airlines berhasil menjadi penjelajah dunia, penghubung wilayah timur (Asia) dan Wilayah Barat, negara-negara Eropa (terutama Eropa Barat) dan benua Amerika, terutama Amerika Serikat dan Kanada. Dengan dukungan pesawat terbaru dan tercanggih berbada lebar, Emirates sukses membawa penumpang dari timur, untuk singgah di Dubai, dan selanjutnya meneruskan perjalanan menuju barat, negara Afrika dan wilayah Timur Tengah/Arab.

Bersaing dengan Singapore Airlines, Emirates kini tercatat sebagai perusahaan penerbangan yang paling banyak mengoperasikan pesawat jet super jumbo Airbus A-380. Tidak kurang dari 57 pesawat A-380 yang kini hilir mudik di seluruh dunia yang dioperasikan Emirates bersama-sama pesawat lain kelas A-330, 340, dan 350 (segera menyusul), serta Boeing-777 berbagai versi. Seluruhnya mencapai 218 pesawat, semuanya berbadan lebar (2 gang).
Jadi, tidak heran, kalau kini Dubai International Airport menjadi yang terbesar di dunia, dan kemungkinan akan berkembang terus di waktu yang akan datang.

Friday, 16 January 2015

A Friendship within 27 years

toto zurianto

Ini sebuah persahabatan yang cukup lama. Bisa juga persaudaraan. Tepatnya kita bertemu pada bulan April 1987, ketika kami, sebanyak 48 orang sama-sama diterima sebagai calon pegawai Bank Indonesia. Kami sebanyak 48 orang dari seluruh Indonesia, berkesempatan mengikuti sebuah pendidikan selama setahun dalam program Pendidikan Calon Pegawai Muda (PCPM) Bank Indonesia Angkatan 12.
Sudah hampir 28 tahun, Jumat, 16 Januari 2015, sebagian kami bertemu melepas rindu di sebuah tempat di kompleks Perkantoran Bank Indonesia Jl. Thamrin/Kebon Sirih Jakarta.



 

Wednesday, 14 January 2015

KPK Menantang Presiden

toto zurianto

Berita hangat minggu ini adalah ketika KPK, Selasa 13 Januari 2015 menetapkan seorang perwira tinggi Polisi yang dicalonkan Presiden Jokowi untuk menjabat sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) menjadi tersangka. Komisaris Jenderal (Komjen) Budi Gunawan yang saat ini menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan Polri (Kalemdikpol) yang sebelumnya pernah dicalonkan Jokowi menjadi salah seorang Menteri pada Kabinet JKW-JK, diusulkan sejak Jumat lalu untuk menggantikan pejabat Kapolri sekarang Jenderal Polisi Sutarman yang sebenarnya masih belum pensiun hingga Oktober 2015.
Kalau menurut Tjipta Lesmana (Sindo, 14 Januari 2015), ini sebuah duel terbuka, dimana terlihat seolah-olah, KPK sedang menantang Presiden. Tetapi, apakah kini DPR yang berencana melakukan proses Fit and Proper Test terhadap Budi Gunawan, tetap akan menjalankan tugasnya dan tenang-tenang saja sementara lembaga hukum yang lebih dipercaya, seperti KPK sudah menetapkan status hukum dari calon Kapolri? Kita tunggu kelanjutan c erita ini. Bagi masyarakat, hanya satu permintaan. Jangan sampai orang yang seharusnya kita respect, akhirnya tidak mampu mempertahankan reputasinya. Jangan sampai lembaga kepolisian harus menanggung aib karena perbuatan sebagian kecil anggotanya.



Monday, 5 January 2015

Menatap 2015

toto zurianto

Mungkin banyak yang sudha dilakukan sepanjang 2014. Tetapi jelas, ekspektasi orang terhadap kita biasanya tidak pernah berhenti. Ketika kita mencapai sesuatu titik tertentu, maka pada saat yang sama , kita sering menggeser target pencapaian menjadi lebih tinggi. Ini hal wajar dan sebaiknya seperti itu.
Lalu, jelas 2015 menjadi milestone baru yang perlu kita realisasikan. Apa-apa yang belum dilakukan dan atau hal-hal yang dijalankan dengan kurang sempurna, maka pada saatnya, semua harus kita perbaiki. Di lembaga negara dan pemerintah, termasuk BUMN dan para pegawai negeri/daerah, situasinya hampir sama saja. Kini pegawai negeri dan negara, sama seperti pada bidang swasta. Semuanya memerlukan KPI dan Individual Target. Mari kita susun sesuai kemampuan dan budget. Jadikan tahun 2015 sebagai sesuatu yang menjadi impian kita. Bukan hanya pemerintah yang kini sering membuat target dan kritikan. Kitapun harus seperti itu. Kita perlu  membuat pencapaian yang berbeda. Jangan bisa-biasa saja. Sering banyak pekerjaan, tetapi nilainya kelihatan rendah. Para pemimpin, negara ini, juga lembaga-lembaganya, perlu kita arahkan pada pencapaian dengan nilai tambah yang tinggi. Itulah hal yang harus dijalankan. Jangan biasa-biasa saja yang kelihatannya hebat. Padahal tidak cukup punya arti.
Kita tatap 2015 lebih optimistik dan dengan pencapaian dan cara-cara yang lebih baik.

Wednesday, 31 December 2014

OJK Institute

toto zurianto

Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebuah lembaga pengawasan sektor jasa keuangan Republik Indonesia, kehadirannya belumlah lama. OJK mulai hadir dan melayani sektor jasa keuangan Indonesia sejak 1 Januari 2013. Sesuai Undang-undang kelahirannya, melalui Undang-undang RI Nomor 21 tahun 2011, OJK merupakan sebuah lembaga pengawasan yang terintegrasi dari fungsi-fungsi yang sebelumnya berada di bawah Kementerian Keuangan (Pengawasan Pasa Modal dan Industri Keuangan Non Bank) dan Bank Indonesia (Pengawasan Perbankan).

Kini, dengan tujuan untuk menjaga agar seluruh kegiatan sektor jasa keuangan terselenggara secara teratur, adil, transparan dan akuntabel dan mampu tumbuh secara berkelanjutan dan stabil, serta mampu memberikan perlindungan kepada konsumen dan masyarakat; OJK menempatkan perkembangan SDM (people) sebagai bagian penting yang harus mendapatkan perhatian utama. Tentunya tidak saja SDM dari OJK sendiri yang selalu harus profesional dan memiliki integritas terbaik, juga SDM sektor jasa keuangan dan industri yang memberikan pelayanan dan perlindungan kepada pengguna dan masyarakat Indonesia.

Mempertimbangkan tugas penting OJK dalam menata dan membangun SDM Sektor Jasa Keuangan yang Profesional tersebut, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Muliaman D. Hadad telah melakukan soft-opening OJK Institute pada tanggal 10 November 2014 bertempat di OJK Learning Center Menara Merdeka Jl. Budi Kemuliaan 1. OJK Institute adalah jawaban yang harus dilakukan OJK untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi perkembangan SDM di lingkungan internal OJK dan bagi Industri Keuangan Indonesia, termasuk juga akan memberikan kesempatan bagi perguruan tinggi, lembaga penelitian, mahasiswa/pelajar dan masyarakat umum. OJK Institute, atau juga dikenal sebagai OJK University meliputi OJK Knowledge Center (Learning Center), Assessment and Talent Management, Research Center, Financial Exhibition Museum dan Leadership and Financial Cyber Library.

OJK Institute adalah kawah candra dimuka untuk pengetahuan dan intelektual dalam rangka mendidik dan melahirkan kader pemimpin dan para profesional yang highly competent dan memiliki nilai-nilai luhur organisasi melalui proses pembelajaran yang terencana dan berkelanjutan. Sebuah persembahan bagi bangsa, khususnya masyarakat sektor keuangan  Indonesia melalui proses pencerdasan, peningkatan ilmu pengetahuan, penelitian dan proses pembelajaran yang berkelanjutan.

Tuesday, 30 December 2014

toto zurianto

Air Asia ditemukan

toto zurianto

Alhamdulilah, tidak sampai 3 hari, pesawat Air Asia QZ-8501 yang hilang sejak Minggu pagi (28 Desember 2014), akhirnya ditemukan hari ini. Tentunya, meskipun diperkirakan kecelakaan ini termasuk kategori paling menyedihkan, setidaknya, ada sebuah kepastian. Para keluarga, tidak hanya keluarga penumpang pesawat, tetapi juga keluarga awak pesawat, tentu merasa sedikit lebih lega. Besar kemungkinan semua korban akan ditemukan dalam sebuah pencarian yang luar biasa.

Kita berterima kasih kepada para anggota tim yang terlibat dalam pencarian ini. Tidak saja tim yang berada di lapangan, baik tim  darat, udara, atau di laut, tetapi termasuk juga yang berada di ruang-ruang pencarian, pemberi informasi, dan siapa saja yang telah berkontribusi bagi upaya ini. Saya pikir, masyarakat, juga telah menunjukkan peran yang luar biasa. Terutama karena telah berkontribusi dalam memberikan informasi sesuai yang mereka lihat atau alami.

Masih memerlukan waktu beberapa lama, sebelum kegiatan pencarian korban dan bangkai pesawat ditemukan sepenuhnya. Mudah-mudahan para keluarga korban, setidaknya mendapatkan kepastian bahwa sebagian korban dan beberapa benda yang penting saat ini sudah dievakuasi.

Monday, 29 December 2014

Air Asia QZ-8501 menghilang

toto zurianto

Hari Minggu pagi 28 Desember 2014, masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia kembali dikejutkan oleh berita tentang hilangnya pesawat Air Asia, Airbus 320 seri 200, penerbangan QZ-8501 yang berangkat pagi dari Surabaya menuju Singapore. Rencananya pesawat itu akan sampai di Bandara Changi sekitar jam 7.30 waktu setempat, tetapi tidak terpantau lagi sejak pukul 06.18 (WIB). Terakhir, hubungan antara Pilot dengan Air Traffic Control (ATC) terjadi sekitar jam 06.12 ketika pesawat minta izin untuk pindah jalur dan menaikkan ketinggian hingga 38.000 kaki untuk menghindari awan yang cukup tebal.

Sejak Pukul 06.18 sampai saat ini, lebih dari 24 jam, pesawat yang membawa 155 penumpang + 7 awak (2 pilot/ko-pilot) dan 5 awak kabin, berbagai upaya sudah/sedang dilakukan pemerintah Indonesia, pihak airlines dan juga bantuan dari banyak negara. Tetapi belum ada informasi atau kabar yang memungkinkan untuk menemukan pesawat yang dinyatakan hilang tersebut.

Ini salah satu kecelakaan pesawat yang sangat luar biasa yang pernah terjadi, terutama sejak menghilangnya pesawat Boeng 777 Malaysia Airlines beberapa bulan yang lalu yang sampai saat ini belum bisa ditemukan. Berbeda dengan kejadian lain, hilangnya pesawat tanpa ditemukan, termasuk kejadian yang sangat jarang terjadi di dunia penerbangan. Tentunya ini belum kesimpulan akhir. Semoga upaya pencarian pesawat Air Asia QZ-8501 bisa dilakukan secepatnya untuk memberi kepastian bagi penumpangnya (semoga tetap selamat), bagi keluarganya, keluarga awak pesawat, pemerintah, perusahaan dan dunia penerbangan.

Friday, 28 November 2014

Gelombang Dee Dewi Lestari

toto zurianto


Membaca buku sama seperti menonton sinetron, selalu tidak pernah berhenti. Muncul sesuatu yang baru, dan yang baru lagi. Da cerita baru, ada karakter baru, dan selalu seperti itu. Dulu ketika aku SMA, cerita Kho Ping Ho adalah bacaan wajib, menarik dan tidak pernah berhenti. Betahun-tahun, aku berusaha mengikuti berbagai seri Kho Ping Ho. Tetap saja nikmat dan dapat dinikmati.
Membaca Supernova-nya Dee mungkin begitu juga, terutama Gelombang yang belum lama terbit.  Dua minggu lalu aku mulai membaca Gelombang. Hanya beberapa jam, aku menyelesaikan sepertiga bagian Supernova. Terutama bagian di Amerika Selatan yang cukup menarik untuk diikuti. Lalu sempat berhenti beberapa hari. Kemudian, bagian paling menarik adalah ketika kita dibawa Dee untuk memahami cerita awal kehidupan masyarakat Batak dari daerah asalnya. Termasuk yang tidak banyak diketahui oleh bukan orang Batak, yaitu sejarah dan perkembangan agama asli suku Batak Parmalim.
Kisah si Ichon, atau si Thomas Alfa Edison, dari pinggir Danau Toba, petualang seru yang dialaminya, bahkan perjalanannya sampai ke Jakarta.

Awal cerita adalah tentang Gio, di sebuah tempat di kawasan belantara di Amerika Selatan, di Peru. Gio bersama Paulo an beberapa temannya masih berada di Taman Nasional Bahuaja-Sonene. Mereka sedang mencari Diva Anastasia yang hilang di kawsan itu, di lembah Amazon yang ganas. Sudah lebih 2 bulan, tanpa ada tanda-tanda ditemukan. Bagi Gio, yang berasal dari Jakarta, Diva adalah sangat sesuatu yang membuatnya tidak bisa berhenti untuk mencari dan menemukannya.

Lalu kisah Ichon, sejak peristiwa dahsyat di kampungnya, meningggalkan tanah Batak menuju Jakarta, dan kemudian ke New York. Dia sukses, tidak saja berubah dari seorang imigrant gelap, lalu jadi mahasiswa di Cornell. Kemudian, menjadi ahli keuangan yang hebat di sebuah lembaga keuangan di Manhattan New York.
Hanya Ichon tetap mengalami persoalan mimpi yang tidak berhenti dan berpotensi menghilangkan nyawanya, sejak di kampung, di Jakarta, bahkan sampai ke New York. Selanjutnya dia berusaha menyelesaikan masalah itu bahkan sampai ke Tibet dan berakhir disana. Kisahnya belum selesai tetapi memperlihatkan adanya perbaikan yang nantinya (mungkin) akan diselesaikan di Indonesia pada episode Inteligensi Embun Pagi. Kini Ichon sedang dalam perjalanan menuju Jakarta, mungkin kembali lagi ke kampungnya di tepi Danau Toba untuk menuntaskan semua yang diawalinya sejak kecil.
Mungkin kisah ini harus seperti ini. Belum bisa ditebak bagaimana akhirnya. Bukan seperti Perahu Kertas yang lebih romantis dan memberikan kesan percintaan yang dahsyat. Atau seperti Madre yang perjalanannya begitu indah untk dinikmati. Selamat menunggu akhirnya. 

Monday, 13 October 2014

Zuckerberg ke Indonesia

toto zurianto

Tidak ada gembor-gembor. Tanpa pemberitahuan sebelumnya, Mark Elliot Zuckerberg, penggagas jejaring sosial terbesar, hadir di Indonesia. Dia berkesempatan hadir di Candi Borobudur Jawa Tengah Sabtu 12 Oktober 2014. Photo yang diupload-nya sendiri memperlihatkan bagaimana Zuck secara santai duduk di suatu sudut di Candi dan menikmati keindahan bangunan hebat bangsa Indonesia.
Luar biasa, orang seperti Zuckerberg yang tanpa kawalan berusaha menjadi orang biasa dan menikmati kehidupan biasa-biasa. Bahkan dia bersedia memhoto orang lain ketika diminta.

Salut sama Zuckerberg yang berbeda. Di Indonesia, sebenarnya situasinya sangat berbeda. Banyak orang yang selalu ingin dikawal. Lihat saja, lalulintas Jakarta yang sangat padat dan macet. Tapi hampir semua pejabat ingin mendapatkan pengawalan ketika harus melintas jalur Sudirman Thamrin yang sudah sangat padat. Raungan serine mobil polisi yang memekakkan telinga, berbarengan dengan armada pengawal yang selalu memaksa pengemudi lain untuk minggir karena harus mendahulukan mobil para pejabat yang tidak mau antri. Juga di luar kota ketika orang pada antri, banyak orang yang ingin jalan pintas ingin cepat.
Kita malu dengan tingkah pola seperti ini. Semoga Elliot Zuckerberg bisa mengajar kita untuk menghargai orang lain, mau antri dan tidak memaksa untuk cepat dengan alasan yang tidak bisa kita pahami.

Friday, 19 September 2014

Haneda Airport

toto zurianto

Ada 2 airport besar di Tokyo, pertama, Narita, yang lebih banyak melayani penerbangan internasional, dan kedua, Haneda, di samping penerbangan internasional, juga dalam negeri dan regional.




 
 

Friday, 12 September 2014

Give me my people

toto zurianto

Seperti kata Henry Ford, "you can take my business, burn up my building, but give me my people, and I'll build the business right back again".

Tentu saja yang dimaksud Henry Ford, adalah orang-orang yang memiliki komitmen dan emosional untuk bekerja dengan sepenuh hati. Bukan yang separuh hati. Kita mengenalnya sebagai orang yang "fully enggaged". Orang yang penuh komitmen ini tidak banyak. Dalam suatu perusahaan, menurut Kevin Sheridan (2012), berkisar sekitar 27% saja. Sebagian besar, 60% adalah orang-orang yang tidak enggaged atau orang yang ambivalent. Belum mempunyai komitmen, tetapi sangat mungkin untuk menjadi fully engaged apabila berada pada pemimpin yang benar. Tetapi kalau dia jatuh ke pelukan pemimpin yang "Actively Disengaged", mereka ada sekitar 13%, maka perusahaan akan kesulitan dan akhirnya tenggelam.

Pemimpin atau orang-orang yang dipercaya, selalu bermain pada level ini. Bagaimana membuat 80% pegawai menjadi bersemangat dan enthusiasm untuk mencurahkan kemampuan, kekuatan, ilmu dan energinya bagi keberhasilan perusahaan. Tugas pemimpin harus membuat orang menjadi "go above and beyond", atau berbuat lebih dari yang seharusnya diminta. Pemimpin harus selalu berusaha membuat suasana menjadi nyaman dimana orang menjadi sangat passionate untuk berbicara mengenai misi dan visi organisasi serta mengembangkan nilai-nilai organisasi secara utuh.
Lalu semuanya menjadi tergerak sendiri secara otomatis tanpa diperintah untuk self-motivated and self-driven mencapai kinerja terbaik di level tertinggi.
Pemimpin harus mampu menganggap anak buahnya atau orang-orang yang dipimpinnya menjadi nyaman bekerja dan berlomba memberikan kontribusi lebih, ide terbaik, dan melakukan perubahan secara terus menerus untuk mencapai efisiensi dan efektivitas organisasi.

Sebuah organisasi, pada dasarnya, sangat tergantung pada kapasitas pemimpin yang mengelolanya. Pemimpin bukan untuk dirinya sendiri, tetapi bagaimana membuat, orang-orang yang ambivalent, menjadi lebih engaged, dan selanjutnya menjadi fully engaged. Ini yang akan membuat sebuah perusahaan berkembang sehingga mencapai tahap yang sempurna. Tantangan kita ke depan adalah menciptakan suasana seperti ini, bukan membuat orang menjadi disengaged, atau actively disengaged.

Wednesday, 10 September 2014

Mobil Menteri

toto zurianto

Pemerintah SBY diakhir masa bakti 2009-2014, telah melakukan proses pengadaan mobil dinas menteri dan pejabat negara lain untuk periode 2014-2019. Ada 80 mobil yang akan dibeli, 35 untuk menteri baru, 31 untuk pejabat negara lain, lalu sisanya untuk mantan Presiden dan Wakil Presiden, tamu negara dan kenderaan cadangan. Kalau biasanya yang menang selalu merek Toyota, antara lain Toyota Crown Royal Salon dan Toyota Camry, kali ini yang menang Mercedez Benz dengan total biaya hampir Rp100 milyar.
Lalu banyak yang protest, dan dinilai kemahalan dan tidak pantas. Termasuk Pak Jokowi yang selalu mengedepankan efisiensi. Tetapi, tentu saja, hal ini merupakan salah satu tugas yang harus dilakukan pemerintah Presiden SBY yang menyiapkan kenderaan dinas bagi Menteri dan Pejabat negara periode mendatang. Apalagi semua budget sudah disiapkan dan prosesnya sudah dilakukan (sesuai dengan aturan main yang sudah tersedia).
Bagaimana kita melihat situasi ini? Jelas tidak ada aturan untuk setuju atau tidak setuju. Apapun bisa menjadi pertimbangan kita. Masing-masing punya alasannya sendiri-sendiri. Kalau kita setuju dengan keputusan pemerintah, yah memang sangatlah pantas kalau para Menteri dan Pejabat tinggi kita mendapatkan kenderaan dinas se kelas Mercedez Benz seharga sekitar Rp1,2 milyar. Lihat saja para pejabat di bawah para eselon 3, 2, dan 1, mobil dinasnya juga seharga sekitar Rp250 juta (sekelas Innova), atau Rp350-400 juta sekelas Toyota Altis dan Rp 500-800 juta untuk kelas Toyota Camry Hybrid. Belum lagi para pemimpin perusahaan BUMN, rata-rata juga mengenderai mobil Mercedez Benz, Camry, atau BMW series 5 terbaru. Bahkan sering mendapatkan fasilitas mobil lebih dari satu.
Sekarang memang semuanya mendapatkan kenderaan dinas, juga ke pejabat TNI dan Kepolisian.
Belum lagi pengadaan kenderaan dinas operasional yang jumlahnya mencapai puluhan dan ratusan untuk setiap kementerian dan lembaga negara.
Pemberian mobil dinas adalah harga yang pantas untuk memberikan penghargaan bagi para pejabat negara, sekaligus sebagai tuntutan agar para Menteri dan Pejabat negara mampu meningkatkan kinerjanya dan tidak lagi melakukan praktek yang intinya tetap memanfaatkan fasilitas negara yang lain.
Tapi, banyak juga yang menginginkan efisiensi dan kalau bisa spesifikasinya diturunkan. Maunya jangan mobil mewahlah, kalau bisa para Menteri cuma pakai Toyota Innova, atau maksimum yang harganya Rp500 juta. Ini juga termasuk suatu keinginan yang terasa aneh dan kurang pas.
Selalu ada pendapat pro dan kontra, kadang terlihat sedikit "lebay". Entahlah, yang mana yang kita lakukan. Atau mungkin karena kita selalu ingin dinilai concern? Saya tidak tahu. Kita serahkan kepada aturannya. Yang penting, kalaulah harganya mahal, jangan sampai di-sia-siakan. Mobil mewah, mudah-mudahan dapat meningkatkan kinerja Menteri dan para Pejabat Negara lain. Kerjanya menjadi lebih semangat dan tetap anti korupsi. Kalaupun harganya lebih murah, jangan sempat mobilnya mogok atau cepat rusak. Para pejabat juga sebuah jabatan yang kita hargai dan hormati. Mereka adalah wakil kita yang kehadirannya perlu dijaga dan dengan kualitas yang baik.

 

Friday, 5 September 2014

Mencari Pemimpin

toto zurianto

Sebenarnya pemimpin tidak usah dicari. Situasinya selalu sebagai sesuatu yang harus diterima. Kita pada akhirnya hanya menerima seseorang yang kebetulan senior dan menjadi atasan kita. Kadang-kadang kita mendapatkan atasan yang hebat luar biasa dan sesuai dengan jabatannya sebagai pemimpin "kita". Bukan saja lebih memotivasi dan mampu menjadi pemimpin, tetapi sekaligus memiliki pribadi mumpuni, visioner dan tidak menyulitkan. Bahkan mampu membuka hati anak buah untuk menjadi lebih baik. Inilah pemimpin yang membuat semuanya menjadi mudah. Ketika kita kurang hebat, dia datang dan membuat segalanya menjadi mudah. Bahkan kita menjadi lebih tergerak untuk mencari dan mencari berbagai alternatif yang lebih baik.

Inilah yang kita butuhkan. Bukan atasan atau pemimpin yang terlalu suka dipuji dan dianggap hebat. Kita sayangnya sering berjumpa pemimpin yang gila pujian dan suka sanjungan. Banyak pemimpin yang gila seperti ini. Tidak mau berdiskusi, apalagi berbeda pendapat. Pokoknya mau menang sendiri. Padahal kompetensinya kurang, tapi tetap selalu ingin disebut paling mengetahui dan paling pintar. Susah kita kalau bernasib sial seperti ini. Pokoknya anda semuanya karena saya. Sayalah yang menentukan nasib anda. Promosi atau kenaikan gaji, semua karena dia. Bukan karena prestasi kita sendiri.
Mau seperti apa kita? Mau melawan, matilah kita. Mau diam, lama-lama mati juga. Apalagi kalau semuanya serba diam dan tidak bersuara. Pokoknya, akhirnya segala bentuk kreativitas dan inovasi menjadi semakin menjauh. Lama-lama memang kita menjadi terlihat semakin jelek dan tidak berprestasi. Akhirnya  kitapun lemah dan sangat tergantung kepada pemimpin otoriter seperti ini. Lalu kitapun menjadi lemah dan mulailah melakukan kompromi, atau akhirnya mati sendiri.

Monday, 25 August 2014

Gerakan Partai Politik Ala Indonesia

toto zurianto

Setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan Tim Prabowo-Hatta mengenai sengketa Pemilihan Presiden, Jokowi-JK sepertinya hampir resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia peiode 2014-2019. Lalu Koalisi Prabowo-Hatta yang didukung lebih banyak suara anggota DPR dibandingkan dengan Tim Jokowi-JK, mulai menghadapi tantangan berat yang sebenarnya sangat menggambarkan wajah perpolitikan di Indonesia.

Gerakan partai politik Indonesia yang "dinilai" sebagian pengamat politik dunia sebagai sebuah fenomena yang cukup dahsyat, tetap sebagai nuansa perpolitikan Indonesia. Cirinya, sangat mudah mencla-mencla dan pindah-pindah partai dan koalisi. Partai Golkar adalah partai pertama yang digoyah olah sebagian pemimpinnya. Ada pihak yang berusaha untuk mengajak Partai beringin itu untuk segera meninggalkan koalisi Prabowo-Hatta dan berbalik menjadi pendukung Jokowi-JK. Terutama tentunya mantan Ketua Umum Golkar sendiri pak JK yang menyebutkan tradisi Golkar sebagai partai yang selalu berada di pihak "pemerintah" bukan oposisi. Ada juga desakan dari pengurus dan mantan petinggi, antara lain; Agung Laksono, dan Fahmi Idris yang segera meminta Pimpinan Partai untuk melakukan Musyawarah atau Kongresnya.

Lalu partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga terlihat mulai melakukan manuver melalui mantan petinggi partai, termasuk Hamzah Haz yang mengajak fungsionarisnya untuk pindah ke koalisi Jokowi-JK.
Keduai partai ini, Partai Golkar dan PPP diharapkan akan memperkuat koalisi Jokowi-JK di parlemen (DPR) untuk mendukung kebijakan pemerintah yang saat ini tentunya tidak mudah apabila koalisi Prabowo-Hatta tetap solid di DPR.

Kita belum tahu bagaimana perkembangan akhir soal partai politik Indonesia ini pada akhirnya. Semuanya mempunyai pertimbangan yang berbeda. Tetapi memang begitulah situasi partai politik Indonesia saat ini. Selalu menghadapi tantangan internalnya sendiri yang membuat sebuah partai menjadi sulit berkembang dan tidak mempunyai tradisi politik yang kuat dan mampu membuat pemilihnya bertahan. Kini, semuanya sering terpulang kepada kepentingan elite yang tidak selalu mempertimbangkan kebutuhan para konstituennya. Ini adalah tantangan tersendiri dari perkembangan partai politik di Indonesia.

Thursday, 21 August 2014

Untung dan Malang

toto zurianto

Pepatah lama menyebutkan, "untung tak dapat diraih dan malang tak dapat dihindari".  Sekitar seminggu sebelum lebaran tahun ini (28 Juli 2014), aku mengalami kecelakaan, tabrakan dan membentur aspal di sekitar Gandul, beberapa ratus meter sebelum Kampus Pusat Pelatihan Kemenhum. Sendi bahu membelah dan tulang rusuk patah sebanyak 9. Akhirnya aku harus mengalami operasi sendi bahu, dan menjalani perawatan (bed rest) sekitar 3 minggu di rumah sakit. Tentunya termasuk menikmati 1 syawal di rumah sakit, dan baru minggu lalu keluar rumah sakit.

Patah tulang rusuk dan operasi sendi baru termasuk operasi besar yang penyembuhannya berlangsung relatif cukup lama. Banyak kegiatan (tangan kanan) yang belum bisa dilakukan, termasuk merasa sakit (ngilu) ketika harus tidur dan bangun tidur.


Monday, 14 July 2014

Jerman Nomor 1

toto zurianto

Usaha Jerman yang luar biasa setelah di semi final merontokan raksasa tuan rumah Brazil 7-1, kini diperpanjangan waktu babak II di menit 112, Mario Goettze, berhasil merobek jala Romario, 1-0. Gol emas yang diciptakan Goetze, dimulai dari penyusuran luar biasa dari Andre Schuerrle yang menaklukkan 3 pemain Argentina, meneruskan umpan silang yang disambut dengan control dada sedikit dan bang, kaki kiri Goetze membuat Argentina menangis. Mario Goetze yang menggantikan Miroslav Klose di menit 87, tidak menyia-nyiakan kepercayaan Joachim, pelatih Jerman.

Kini, rakyat Jerman pantas berpesta menyusul kemenangan kesebelasan Eropa yang pertama di negeri Amerika Latin.

Thursday, 10 July 2014

Presiden Baru Indonesia

toto zurianto

Kemaren Rabu 9 Juli 2014, rakyat Indonesia sudah menyatakan pilihannya, siapa Presiden Indonesia 2014-2019. Ada 2 calon Presiden dan Wakil Presiden, pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajaza, atau Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Secara resmi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menyampaikan hasil perhitungannya tanggal 22 Juli 2014 nanti. Tetapi sebagaimana yang biasa terjadi dalam kegiatan pemilihan umum, apakah pemilihan Presiden atau pemilihan Anggota Legislatif (DPR, DPRD, DPD), maka aktivitas lembaga hitung cepat pemilu (quick count) telah dijadikan rujukan yang biasanya memiliki tingkat akurasi yang sangat terpercaya. Lembaga penghitung cepat sudah berkembang cukup pesat di Indonesia dalam beberapa tahun ini. Sebagian telah membuktikan profesionalitasnya.

Merujuk hasil perhitungan cepat tersebut yang biasanya mengambil sampel dari sekitar 2000-3000 TPS sacara random sampling di seluruh TPS di Indonesia, sebagian lembaga survey telah mengunggulkan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai pemenang pemilu presiden Indonesia 20014 dengan persentasi pemilihan sekitar 47-48 persen untuk pasangan Prabowo/Hatta dan 52-53 persen untuk pasangan Jokowi/JK. Antara lain lembaga survey tersebut adalah Lingkaran Survei Indonesia (LSI), IPI (Indikator Politik Indonesia), Poltracking Institute, Kompas, CSIS, RRI, SMRC (Saiful Mujani Research and Consultan), dan Populi Center.

Berdasarkan hasil survey tersebut, pimpinan partai politik yang tergabung dalam koalisi PDI-Perjuangan, Partai Nasdem, PKB, Partai Hanura dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) telah menggelar konperensi kemenangan (menyatakan kemenangan) berdasarkan perhitungan cepat. Tidak lama kemudian Joko Widodo juga menggelar rapat umum dan menyampaikan pidato kemenangan di hadapan pendukungnya di Tugu Proklamasi.

Sementara itu, hasil lembaga survey lain, antara lain Puskaptis, JSI (Jaringan Suara Indonesia), LSN (Lembaga Survei Nasional), dan IRC (Indonesia Research Center) mencatat hasil quick countnya dengan persentasi 50,56 persen - 52,05 persen untuk kemenangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Meskipun dengan selisih yang lebih kecil, partai Gerinda, dengan merespon pengumuman kemenangan oleh Megawati, juga menyatakan kemenangannya.  Pernyataan kemenangan Prabowo Hatta dilakukan oleh Mahfud MD, ketua pemenangan Prabowo-Hatta.

Pernyataan kemenangan memang tidak begitu lazim dalam penyelenggaraan pemilu di berbagai negara, khususnya di Amerika dan Eropah. Yang biasa terjadi adalah mengucapkan selamat kepada pihak yang dinilai sudah memenuhi persyaratan oleh pihak yang kalah. Hanya untuk kasus Indonesia memang perlu dilakukan secara lebih hati-hati. Mungkin tidak tepat mengatakan hal tersebut (menyampaikan ucapan selamat oleh pihak yang kalah), tidak akan dilakukan. Tetapi ada beberapa perhitungan yang seharusnya diselesaikan terlebih dahulu. Pertama, jumlah sampling yang digunakan mungkin perlu untuk lebih besar dari yang saat ini dipakai. Dengan jumlah TPS sekitar 544 ribu, sampling TPS sebanyak 2000 - 4000, memiliki potensi untuk bergerak. Tidak heran kalau pihak Prabowo menuntut untuk hanya menggunakan hasil KPU tanggal 22 Juli mendatang. Secara moral, pendukung Prabowo Hatta tentu merasa sangat kecewa dan belum bisa menerima pernyataan kepemenangan yang mereka nilai masih prematur.
Di samping soal jumlah sampling, alasan kedua yang muncul dan menjadi tugas kita bersama menyangkut kredibilitas lembaga survei. Soal independensi lembaga survei menjadi prioritas dan perlu dijaga sehingga bisa diterima masyarakat. Beberapa lembaga survei yang ada disinyalir pada saat yang sama juga berfungsi sebagai konsultan atau pembantu  calon presiden dan tim sukses calon presiden. Bahkan Capres Prabowo menyampaikan informasi bagaimana sebuah lembaga hitung cepat terkemuka, pernah menyampaikan proposal dan menawarkan  untuk menjadi konsultan pemilihan Presiden. Ini menarik untuk dipahami supaya hasil pemilihan Presiden lebih bisa diterima, tidak saja oleh rakyat Indonesia, tetapi terutama oleh calon yang "dinyatakan" kalah dan oleh elit partai politik yang juga dinilai kalah.

Kelemahan proses quick count perlu mendapatkan perhatian, termasuk oleh lembaga atau komisi pemilihan umum sendiri. Lalu salah satu penyebab kekisruhan biasanya terpulang kepada kandidat yang menyatakan menang. Setiap pihak yang meyakini dirinya "sudah menang" perlu selalu rendah hati dan menerapkan prinsip menang ngasorake! Filsafat Sugih tanpa Bandha, Digdaya tanpa Aji, Nglurug tanpa Bala, Menang tanpa Ngasorake, perlu menjadi perhatian kita kembali. Filsafat menang tanpa merendahkan yang kalah atau menghina, adalah sesuatu yang bernilai luhur yang membuat semua orang menjadi hormat. Pidato kemenangan yang seharusnya menyejukkan, munculnya sering terasa menyakitkan. Bagi pendukung Prabowo-Hatta, kata-kata, "bapak berdua adalah patriot, pejuang, dan negarawan" terasa kurang tulus dan belum saatnya, mengingat pada saat yang sama, tim pendukung pasangan Prabowo-Hatta, masih belum menerima kekalahan dan meminta semua pihak untuk menunggu hasil final KPU 22 Juli 2014 mendatang. Statement kemenangan dan ucapan terimakasih tersebut terlihat "agak lebai" dan kurang pas. KIta perlu menang tanpa ngasorake sampai yang kalah akhirnya menelephone pemenang setelah semuanya menjadi jelas. 

Mungkin kita menunggu dulu, hanya sampai 22 Juli 2014 untuk meyakini dan selesainya pertandingan. Ibarat permainan bola, kita baru selesai 120 menit, belum ada tendangan pinalti 12 pas. Jadi siapa presiden baru kita?

Tuesday, 8 July 2014

Pemimpin yang ikhlas

toto zurianto


Ikhlas adalah sesuatu yang nilainya paling luar biasa. Kita, masyarakat Indonesia seharusnya kembali kepada nilai-nilai keIkhlasan dalam berbagai aktivitas kita. Tidah pamrih dan tidak untuk kepentingan pribadi. 
Pemimpin (leaders) dituntut untuk visioner, competent, berani mengambil keputusan (courage) dan mampu mengelola sumber daya alam dan manusianya (managing resources), serta bisa mengeksekusi visi menjadi realita. Pemimpin juga dituntut untuk selalu belajar dan mau menerima kritik dan saran orang lain, bahkan oleh orang yang tidak menyukainya. 
Lalu ketika semuanya dibalut oleh nilai ikhlas, maka itulah makna sebenarnya dari seorang pemimpin. Mungkin dia yang kini kita idolakan dan harapkan, belum mempunyai semuanya. Tapi banyak hal yang sudah dimilikinya. Tugas kita membantu untuk membangun kapasitas dan legacy kepemimpinannya. Kita menginginkan Pemimpin yang ikhlas yang memunculkan daya pikat (magnitude) untuk melahirkan kreativitas dan inovasi, tetapi tetap Ikhlas, atau humble.

Tetapi, pemimpin tentu saja harus berada di depan dan menjadi penentu arah. Pemimpin adalah dia yang secara relatif bisa diandalkan dan tempat kita selalu merasa aman, merasa terlindungi dan membuat kita tidak ragu untuk mengeluarkan potensi kita. Kita menginginkan orang yang secara konseptual dan praktikal berada pada level yang lebih tinggi yang membuat kita terpanggil untuk melakukan banyak hal. Kehebatan pemimpin akan memberi inspirasi dan motivasi untuk melahirkan prestasi luar biasa. Tetapi selalu ikhlas dan tawaddu'. Jangan serahkan diri anda kepada orang yang terlalu suka memuji diri sendiri, merasa telah berbuat banyak dan sering tidak ikhlas dalam melakukan sesuatu. Kita sedang mencari pemimpin yang seperti ini. 


Friday, 4 July 2014

Memilih Prabowo Subianto, atau Jowo Widodo

toto zurianto

Banyak masyarakat Indonesia yang belum menentukan pilihannya, padahal sampai hari ini Jumat 4 Juli 2014, pemilihan Presiden dan Wakil Presiden untuk periode 2014 - 2019, hanya tinggal 5 hari lagi. Rabu 9 Juli kita harus menentukan pilihan, apakah memilih Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, atau Joko Widodo dan Jusuf Kalla.
Sementara, di media tulis dan media on-line, banyak sekali upaya-upaya yang digunakan untuk meningkatkan elektabilitas calon masing-masing, sekaligus berusaha menyudutkan calon lawan. Televisi dan Surat Kabar kini berlomba untuk melakukan kampanye, baik yang sangat positip untuk mendukung calon Presiden dan Wakil Presiden yang terkait dengan media tersebut, maupun berusaha mencela calon yang tidak didukungnya. Seperti Metro TV yang selama ini dikenal sebagai media yang kritis dan kuat analisis jurnalistiknya, terpaksa melakukan hal-hal yang sangat tidak bisa dinikmati oleh pemirsanya. Berita Metro TV kini hanya berupa dukungan ke calon Presiden Jowoki-JK, sekaligus menghancurkan reputasi Prabowo-Hatta.
TV lain seperti TV One lebih cenderung mem-broadcast berita-berita positip bagi calon Prabowo-Hatta, juga media yang dimiliki oleh Group MNC seperti RCTI.

Masyarakat memang lebih banyak yang semakin ragu dan galau ketika media justru tidak memberikan porsi pembelajaran politik yang lebih neutral. Kini masyarakat merasa, berita televisi atau surat kabar cenderung terlalu sangat memihak, bahkan dengan bahasa yang cenderung fulgar. Apalagi para purnawirawan TNI-Polri kini banyak yang terlibat dan saling menghantam karena mendukung salah satu calon yang membuat mereka menjadi tidak menghormati dan menghargai Sapta Marga mereka sendiri. Dengan alasan sebagai masyarakat bebas, merekapun, para purnawirawan Jenderal ini, tidak malu untuk saling serang, terutama secara bersama-sama melakukan black campaign kepada salah satu calon, Prabowo Subianto yang disebut sebagai "bekas" prajurit yang "suka melanggar" HAM.
Tentu saja kita tidak bisa mengklarifikasi tuduhan itu karena semuanya tidak didukung oleh data dan informasi yang akurat dan benar.

Hanya 5 hari lagi akhirnya kita masyarakat Indonesia harus menetapkan pilihannya. Apakah memilih Prabowo atau Joko Widodo. Siapa yang kita nilai akan memberikan manfaat lebih banyak bagi Indonesia dalam 5 tahun ke depan, apakah Prabowo-Hatta atau Jokowi-JK! Prabowo yang kelihatan lebih banyak menahan diri dengan tidak menanggapi berbagai tuduhan kolega mantan Jenderal yang sangat tendensius, yang dilihat lebih visioner dan tegas dalam membangun Indonesia ke depan; atau Joko Widodo yang dikesankan sebagai calon yang lebih merakyat dan sederhana! Paling-paling itu yang bisa dijadikan pertimbangan masyakarat sebelum pergi ke TPS pada 9 Juli 2014 nanti. Prabowo yang visioner dan tegas, atau Joko Widodo yang sederhana dan merakyat?




Tuesday, 1 July 2014

Leaders; Differentiate Both Great and Poor

toto zurianto

Seorang pemimpin, tidak saja tramendous dalam mewujudkan visi dan melakukan perubahan (change management and action), juga seseorang yang bagus dalam mengelola Sumber Daya Manusia (manage people). Sering kita mendengar bagaimana kinerja seorang pemimpin yang tangguh yang mampu membangkitkan semangat, memupuk keberanian anak buahnya, sekaligus memiliki ekspektasi tinggi bagi setiap orang untuk memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi.
Tetapi di samping itu, perwujudannya dilaksanakan melalui kemampuan melakukan penilaian kinerja bawahan secara baik, adil dan meningkatkan motivasi kerja. Penilaian kinerja yang baik bukan semata memberi nilai tinggi bagi anak buah. Pemimpin dituntut untuk melakukan pembedaan (to differentiate) antara orang-orang yang sangat baik kinerjanya (termasuk behaviournya), dengan orang-orang yang biasa-biasa atau sedang (middle performers), dan juga orang-orang yang dinilai kurang berprestasi dan perlu ditingkatkan kinerjanya (the lowest performance).
Memberikan perbedaan atas orang-orang yang berkontribusi berbeda, termasuk pekerjaan leaders yang tidak ringan. Ini menjadi penting dan meliputi berbagai aspek penilaian yang akhirnya menjadi satu keputusan. Biasanya, beberapa pendekatan dilakukan secara menyeluruh, misalnya level kompetensi pegawai pada jabatannya, kontribusi atau hasil kerja yang diberikannya, baik secara individu maupun secara bersama (kelompok), serta perilaku kerja (behaviour) yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan dan level jabatan.

Lalu, setelah melakukan pembedaan yang biasanya tidak dilakukan secara individu tetapi dengan melakukan diskusi dan pembahasan bersama para manajer, sebuah organisasi perlu mempertimbangkan pola pemberian penghargaan yang dilakukan. Selalu harus ada sistem reward yang mampu meningkatkan motivasi kerja pegawai, terutama bagi pegawai yang dinilai Top Performer. Tetapi di samping itu, jangan lupa, seorang lower performance juga penting untuk diperhatikan dan dikomunikasikan. Menetapkan seorang pegawai dalam kategori nilai kinerja rendah, bukan pekerjaan yang ringan. Leaders memerlukan kemampuan dan cara komunikasi yang benar agar siapapun bisa menerima hasil penilaian dan menjadikannya sebagai feed-back untuk perbaikan kinerja di waktu akan datang. Jadi, meskipun mendapatkan nilai kinerja rendah itu menyedihkan, yang paling penting adalah bagaimana seorang pemimpin bisa melakukan komunikasi secara benar.