Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Saturday, 20 June 2009

Harus Melalui Kerja Keras

toto zurianto

Kick Andy tadi malam menampilkan Behind the Scence pembuatan Film King yang digagas, diproduksi oleh Ale (Ari Sihasale) dan Nia Zulkarnaen. Film ini berkisah tentang berjuangan seorang anak desa, penggemar bulu tangkis, melalui tahapan-tahapan yang sulit, akhirnya mampu berbicara, mewujudkan cita-citanya, cita-cita bapaknya, cita-cita orang desa, yang dengan kerja keras, akhirnya mampu menjadi juara!

Tentu saja, ini bukan sekedar Film tentang Anak-anak, atau Film mengenai Olah Raga (Bulu Tangkis), tetapi menunjukkan semangat cinta tanah air, semangat nasionalisme, semangat perjuangan yang sebenarnya bisa dilakukan oleh siapapun. Apalagi bagi dunia olah raga kita, yang masih tertatih-tatih untuk bisa berbicara pada forum internasional guna mengharumkan nama bangsa.

Sementara itu, pada libur anak sekolah saat ini, pada minggu-minggu ini, di bioskop-bioskop, juga sedang diputar Film “Garuda di Dadaku”, sebuah Film tentang olah raga, kali ini mengenai Sepak Bola. Saya belum menonton film yang diminati banyak orang ini, tapi agaknya thema-nya masih sama dengan Film King, yaitu mengenai anak-anak, mengenai cita-cita dan kerja keras, serta tentunya mengenai olah raga.

Kita bergembira, para sineas muda kita, sekarang menjadi lebih kreatif dan agaknya mempunyai idealisme yang kuat, mampu menghasilkan Film-film bermutu, terutama untuk anak-anak dan keluarga. Sama seperti Film Laskar Pelangi yang juga sangat sukses itu, Film mengenai olah raga ini, diperkirakan akan mampu memberikan warna bagus bagi anak-anak dan keluarga Indonesia yang tidak lagi hanya terbius oleh Film-film asing, walaupun juga tidak jelek!

Dengan thema yang kurang lebih sama, saya pernah menonton Film Asing, kalau enggak salah judulnya Bench Like Becham! Cerita seorang ABG Putri keturunan Pakistan di Inggris sana yang tidak saja harus berjjuang menghadapi keluarganya sendiri yang belum bisa menerima anak perempuannya harus bermain sepak bola, tetapi termasuk menghadapi tantangan racism karena dia berasal dari Pakistan.

Mudah-mudahan Film ini mampu memberikan inspirasi kepada kita, kepada anak-anak dan remaja Indonesia, bukan sekedar berkeinginan untuk menjadi juara, tetapi bagaimana bisa disertai dengan kerja keras dan semangat kebangsaan yang kuat. Semua kita, juga anak-anak Indonesia, punya hak untuk punya cita-cita, tapi, tentu saja, harus selalu didukung oleh kerja keras!
Post a Comment