Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Tuesday, 9 June 2009

Improving HUMAN CAPITAL

toto zurianto

Organisasi modern atau yang menyebutnya sudah lebih modern, mulai terbiasa menggunakan istilah Human Capital. Kebijakan kepegawaiannya tidak lagi menggunakan terminologi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), tetapi lebih kepada Human Capital Development. Hampir semua organisasi tidak lagi malu-malu menggunakan statement "Our People is Our Greatest Assets". Pegawai atau SDM adalah Aset perusahaan, bukan sekedar pegawai atau pelengkap yang lain. Karena aset harus produktif, maka dia harus dikelola secara baik sehingga memberikan hasil yang baik.

Bagaimana agar Modal Manusia ini bisa terus membaik dan memberikan kontribusi yang lebih? Tidak lain, kita harus memahami karakter dari modal manusia ini. Kita harus memahami bahwa manusia, apabila kita menginginkan dia dapat menjadi suatu modal yang tinggi nilainya, harus selalu diperhatikan personal character-nya, misalnya pengetahuannya (knowledge), keterampilannya (skills), atau pengalamannya yang secara keseluruhan bisa membuat nilainya semakin tinggi (have economic value).

Bagaimana kita mengetahui bahwa personal character modal manusia kita menjadi semakin baik? Ada beberapa ukuran yang bisa dipergunakan*, misalnya, (i) Bagaimana kinerja pegawai kita dibandingkan dengan pegawai pada perusahaan kompetitor. Meskipun kita hebat tetapi lebih jelek dari kompetitor, maka nilai human capital kita akan lebih rendah. (ii)Seberapa banyak Talent yang kita miliki? Apakah perusahaan sudah mempunyai cukup talent untuk menjamin sustainability perusahaan di masa mendatang? Kalau belum, kita sedang dalam kondisi berbahaya. (iii) Seberapa bagus kepemimpinan kita. Ini salah satu upaya penting untuk membangun SDM yang kompeten, yaitu melalui leadership yang kuat. (iv)Apakah talent kita cukup inovatif? Terutama kalau dibandingkan dengan karyawan perusahaan pesaing? (v)Apakah human capital kita sudah mempunyai pola yang jelas untuk meningkatkan kepuasan stakeholders dan shareholders perusahaan?

Ukuran-ukuran ini adalah ukuran minimal yang selalu harus disiapkan dalam rangka meningkatkan kapabilitas Human Capital kita di masa mendatang!


*See Linda Holbeche (240)