Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Saturday, 20 June 2009

Human Resource Tranformation

toto zurianto

Dave Ulrich, Guru SDM dan Leadership Nomor 1 di dunia, kembali melahirkan karya terbarunya, Human Resource Transformation yang akan terbit pada bulan Juli ini. Selama lebih sepupuh tahun Ulrich, sejak Human Resource Champion (HRM) telah menggagas pemikiran pengelolaan SDM untuk pindah dari terlalu fokus kepada aspek internal, menjadi harus lebih memperhatikan keperluan organisasi untuk meng-handle isu eksternal, atau more actively helping to set business strategies. Ini kemudian lebih dikenal dengan upaya melakukan peran Strategic Partner. Departemen SDM pada suatu organisasi, tidak hanya business private, tetapi termasuk Non for Profit Organization (misalnya lembaga pemerintah, yayasan, atau BUMN), perlu meredifinisikan peran-perannya sebagai; Mitra Penting Bisnis Unit (Strategic Partner), Pengagas Program Perubahan (sebagai Change Agent), Selalu berusaha meningkatkan Kompetensi dan Profesionalisme pegawai (Employee Champion), dan peran untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan manajemen SDM (melalui peran Administrative Expert).

Banyak buku yang dihasilkan Ulrich setelah itu, terutama bersama-sama koleganya dari RBL Group, termasuk dari Ross School of Business University of Michigan, Ann Arbor, USA, seperti; Wayne Brockbank, Jon Younger, Nomr Smallwood, Kate Sweetman, Steve Kerr, dan Ron Ashkenas. Buku-buku mereka yang termasuk paling sensasional, adalah HR Value Proposition, yaitu bagaimana fungsi HR bisa berkembang menjadi unit kerja yang bisa digunakan oleh unit-unit lain di dalam suatu organisasi sebagai shared-services, centers of expertise, dan business partner.

Human Resource Transformation (HRT) saat ini belum muncul di rak-rak toko buku, tetapi, dua hal yang harus menjadi perhatian para profesional HR untuk lebih meningkatkan perannya bagi organisasi/perusahaan, terutama agar keberadaannya lebih bermanfaat bagi perusahaan, adalah (i) bagaimana meningkatkan profesionalisme orang-orang SDM agar, mampu lebih berkontribusi terhadap pembangunan kinerja organisasi/perusahaan. (ii) apa peran unit SDM agar kehadirannya justru tidak lagi menjadi ajang pertanyaan dan memberi penyelesaian terhadap persoalan-persoalan HR di unit-unit bisnis perusahaan.

Rasanya kita tidak sabar untuk membaca buku Ulrich ini yang kali ini ditulis bersama Wayne Brockbank, Justin Allen, dan Jon Younger.