Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Tuesday, 9 June 2009

Calon Presiden

toto zurianto

Sebagai Calon Presiden atau Calon Wakil Presiden, maka yang kujanjikan adalah;

Pertama, meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Target pertumbuhan sekitar 7-8 persen per tahun, semoga bisa 2 digit! Sementara inflasi bisa kukendalikan di bawah 5 persen. Tidak mudah, karena perekonomian dunia tidak selalu bagus, tetapi kombinasi antara aspek global dengan potensi lokal (nasional) yang kuat, pertumbuhan ekonomi 7-8 persen sangat tidak mustahil.

Kedua, menurunkan angka kemiskinan! Tentunya dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat, investasi terbuka, bisnis bergerak, pengangguran semakin sedikit.

Ketiga, bagaimana membuka peluang bisnis? Tidak lain, memudahkan iklim investasi, aspek birokrasi yang berbelit-belit harus dihilangkan. Aku akan melakukan penertiban terhadap para birokrat. Pungutan liar harus semakin kecil dan hilang. Pemerintah harus tegas! Penghambat pelayanan masyarakat harus dihilangkan. Pegawai yang korup harus disingkirkan.

Keempat, tidak lagi membiarkan pegawai negeri membiayai hidupnya secara tidak jelas. Program Reformasi Birokrasi harus dipercepat, diperluas. Bentuk-bentuk kepegawaian zaman kolonial harus dilenyapkan. Sistem Remunerasi harus tuntas dalam 3 tahun. Reward dan Punishment harus dijalankan. Pendekatan kepegawaian harus profesional dan modern.

Kelima, menciptakan aparat pelayanan masyarakat yang profesional dan bersih. Bukan sekedar kompeten, tetapi memiliki budaya baru yang menjunjung tinggi aspek integritas. Pemberantasan korupsi harus terus dilakukan dan tidak ditunda. Memberantas budaya KKN. Pelaksanaan control harus menjadi prioritas. Pemberantasan korupsi tidak boleh pandang bulu, tidak perlu ada yang harus dilindungi, apa lagi harus ditakuti.

Keenam, membangun demokrasi yang sehat. Kebebasan berpendapat dan menyampaikan aspirasi, tidak boleh dikekang, apalagi harus dihukum. Pers dan media harus tetap menjadi mata dan pelindung perkembangan demokrasi. Jangan sampai pers dan media justru menjadi menghambat demokrasi!

Ketujuh, menghilangkan premanisme. Jangan sampai ada preman-preman yang kerjanya memeras, menakut-nakuti masyarakat, atau menakut-nakuti pegawai pemerintah sehingga tidak tegas dalam mengambil keputusan. Jangan sampai aparat negara, terutama kepolisian dan TNI, bisa dipengaruhi sehingga menjadi pelindung para preman dan mafia.

Kedelapan, meningkatkan wibawa aparat kepolisian dan TNI. Perbaiki kesejahteraannya, berikan penghasilan yang wajar, jamin kehidupan dan pendidikan anak-anaknya. Juga perhatikan kehidupan pimpinannya, jangan sampai mereka hidup sangat berlebih-lebihan akibat sesuatu yang tida benar. Begitu juga dengan pegawai negeri, jangan biarkan mereka melanjutkan semangat korupsi atau mengambil kesempatan atas kesempitan orang.

Kesembilan, membangun sistem pendidikan yang bagus. Berikan perhatian terhadap kesejahteraan dosen, guru, pegawai administratif dan penjaga sekolah.

Kesepuluh, memilih membantu yang profesional, bukan karena kepartaian, pertemanan, atau berusaha membalas budi dan KKN lain.