Friday, 30 September 2016

Masyarakat Urban dan Teknologi

toto zurianto

Masyarakat modern, membawa perubahan besar terhadap tatanan perkotaan. Kita mengenal berkembangnya konsep megacities, migrations, demographics, health dan tingkat harapan hidup masyarakat kota. Dengan dukungan teknologi yang semakin canggih, semua tatanan perkotaan mengalami perubahan besar yang radikal. Apakah menjadi lebih mudah atau tepatnya menjadi lebih efisien dan cepat. Kini dan hal ini terus bergerak tanpa ada tanda untuk melemah, teknologi dan sistem informasi secara terus menerus bergerak membuat banyak perubahan. Tentu saja membuat cara kita menjalani hidup menjadi berbeda. Apalagi, menurut Laporan Pembangunan Dunia 2016 yang diterbitkan oleh World Bank (World Development Report 2016), dalam waktu dekat, teknologi informasi kembali mengalami percepatan besar yang luar biasa. Terdapat 6 kecenderungan yang terjadi di bidang teknologi digital, yaitu penerapan Teknologi 5G di bidang mobile phone (smart),pemanfaatan Artificial Intelligence semakin luas dan canggih, penggunaan Robotics System, pemanfaatan Autonomous Vehicles secara besar-besaran, Teknologi Internet of Things yang semakin cepat, dan penggunaan Percetakan 3D Printing.

Pada saat ini saja kita masih belum banyak yang menggunakan mobile phone 4G. Sebentar lagi Generasi ke 5 Mobile Phone 5G akan muncul di pasar. Ini akan membantu dan memperluas jangkauan penggunaan sistem komunikasi pada berbagai aspek secara mudah dan cepat. Kini, berbagai transaksi ekonomi, terutama transaksi keuangan dan perbankan, sudah cukup mudah dilakukan melalui mobile phone. Kita bisa membayangkan bagaimana luasnya fasilitas yang ditawarkan pada mobile phone generasi ke 5 nantinya.

Bagi masyarakat urban, jelas akan mengubah gaya hidup dan pilihan. Termasuk dengan dukungan komputer Artificial Intelligence dan sistem Robotics yang penggunaannya kini menjadi sangat meluas. Jadi akan banyak peluang dan tantangan bisnis dan proses kerja ketika semua fasilitas teknologi dan sistem informasi ini tiba di pasaran. Kitapun perlu melakukan update pengetahuan dan cara hidup. Paradigma lama akan kita tinggalkan. Kita perlu meresponnya melalui pendekatan yang lebih baru, lebih efisien, tetapi efektif.

Kuliner Makassar di Lebak Bulus

toto zurianto

Sebuah restaurant yang baru buka di kawasan Lebak Bulus Jakarta Selatan, namanya Cafe Pelangi. Menyajikan aneka makanan, terutama makanan Makassar dan Martabak. Sabtu minggu lalu kami berkesempatan visit. Tempatnya bagus, baru, jadi cukup okay. Menempati bangunan 2 lantai, di bawah lumayan bagus. Ada counter Martabak Raja. Seperti jualan Martabak yang lain yang kini lebih marak dan meriah, Martabak Raja juga seperti itu. Menyajikan Martabak Manis dengan variasi Toping yang sangat beragam. Tentunya harganya menyesuaikan. Sama seperti Martabak San Fransisco Bandung yang cabangnya juga menyebar di Jakarta, atauy Martabak Orient dan Martabak Boss. Pokoknya tergantung pembeli, mau yang biasa, atau yang sangat Super.
Tidak terlalu banyak pengunjung yang duduk di bawah. Padahal cukup asri dan bersih. Tetapi di Lantai 2 lebih ramai. Tersedia juga ruangan bagi yang suka smoking. Jadi memang diminati banyak orang. Yang juga lumayan Toiletnya bersih dan bagus.

Lalu makanannya? Restaurant ini themanya Makassar. Punya banyak jenis ala Makassar, termasuk Nasi Goreng Merah, Mie Kering (ala Mie Titi), Pallu Marra (Sop Ikan Bandeng kuah seperti Pindang), dan berbagai kue-kue Makassar. Minumannya juga bervariasi dengan harga Lumayan, tidak terlalu murah. Kopi tersedia cukup banyak.




Digital yang terus berkembang

toto zurianto

Perkembangan teknologi informasi dan digital tidak terbendung. Setiap saat terjadi kemajuan yang membuat sesuatu yang sebelumnya hebat, menjadi kurang diperhatikan. Bank Dunia melaui World Development Report 2016 mengangkat isu teknologi sebagai salah satu hal yang selalu harus kita respon. Ada 6 hal penting yang akan terjadi pada beberapa tahun ke depan; munculnya Mobile Cell Generasi 5 (5G) untuk menggantikan 4G yang belum lama memainkan perannya. Kemudian, Sistem Komputer dengan kemampuan Human Intelligence atau Artificial Intelligence. Kemampuannya sangat diperlukan pada proses Big Data dengan memanfaatkan pengenalan gerak dan suara manusia (visual and speech recognition) untuk pengambilan keputusan yang cepat. Selanjutnya, yang ketiga adalah Teknologi Robotics dengan kemampuan luar biasa untuk melakukan berbagai variasi pekerjaan yang sebelumnya dilakukan manusia.
Saat ini, Cina tercatat sebagai negara paling besar menggunakan dan mengimpor teknologi robotics di seluruh dunia. Bahkan Provinsi Guangdong (Cina) telah mengumumkan untuk memanfaatkan 80 percent teknologi otomasi robotics pada pabrik-pabrik pada tahun 2020 menggantikan sebagian tenaga manusia. Di Kinshasa, Republik Demokrasi Kongo (Congo), teknologi robotics sudah dimanfaatkan untuk mengatur manajemen lalu lintas kota tersebut.
3 hal lain yang juga berkembang luar biasa dalam waktu yang tidak terlalu lama adalah kenderaan berjalan secara otomatis Self Driving Car, Koneksi Internet tanpa batas (Internet of Things), serta Teknologi Percepatan 3D Printing.

Jadi, kalau kita ingin membeli atau mendisain business process, maka pertimbangkanlah berbagai fasilitas teknologi digital yang akan berkembang dalam waktu dekat ini.

Tax Amnesty

toto zurianto

Namanya TA Tax Amnesty, atau PP Pengampunan Pajak. Kenapa dikeluarkan pemerintah? Karena disinyalir, banyak orang (kaya) Indonesia yang tidak melaporkan kekayaannya secara benar. Sebagian (besar) dari hartanya ditempatkan di luar negeri, terutama di Singapore. Hanya sebagian kecil hartanya ditempatkan di dalam negeri. Karena itu, perhitungan kewajiban pajak yang disetor ke negara menjadi kecil. lalu, penerimaan pajak kita tidak pernah maksimal dan persentasenya kecil sejak puluhan tahun yang lalu. Apalagi disinyalir masih banyak kong kalikong antara pembayar pajak dengan "aparat pajak tertentu".
Kemudian, ketika penerimaan negara menjadi kecil dan terbatas, sementara biaya operasional negara dan untuk pembangunan meningkat terus, maka harus dilakukan banyak langkah. Salah satu yang penting adalah Tax Amnesty. Para orang kaya diampunin negara apabila melaporkan hartanya secara benar dan hanya dikenakan denda yang kecil.
Program Tax Amnesty adalah salah satu solusi. Presiden memimpin para Menteri dan Pimpinan lembaga lain untuk sama-sama bahu membahu melakukan berbagai cara agar tax amnesty memberikan hasil yang siknifikan. Saat ini, menjelang akhir September 2016, dana tebusan TA sudah mencapai Rp76 triliun. Sebuah pencapaian yang luar biasa. Meskipun banyak pihak yang skeptis, termasuk Gubernur Bank Indonesia yang memperkirakan hasil Tax Amnesty  paling hanya mencapai Rp18 triliun sampai akhir 2016 (Rapat dengan Komisi XI DPR tanggal 7 September 2016).

Thursday, 29 September 2016

Hillary dan Trump; Pilih Siapa?

toto zurianto

Debat calon Presiden negara Adidaya Amerika Serikat antara Hillary Clinton dengan Donald Trump menark perhatian masyarakat seluruh dunia. Tidk hanya bagi orang Amerika, tetapi kiita juga di Indonesia telah memberikan perhatian yang sama. tetapi, Menurut CNN, dengan berbagai alasan, apakah karena persiapannya sangat maksimal, atau memang karena memiliki pengalaman yang luas, sebagai Menteri Luar Negeri Amerika dan sebagai Ibu negara, Hillary dinilai telah memperoleh hasil yang lebih baik. Sekitar 62% responden menganggap Hillary memenangkan debat pertama, sedangkan Trump mendapatkan dukungan 27%. Hillary dinilai unggul pada bidang kebijakan luar negeri, penanganan terorisme. Sedangkan dalam hal kebijakan ekonomi, keduanya dinilai cukup berimbang.
Sementara itu, menurut pooling CNBC, calon Partai Demokrat ini meraup 61% suara dibandingkan 39% untuk Trump. Sejumlah analis juga menyebutkan pamor milyader properti dan hiburan tersebut, belum surut. Tetapi, “semua tahu bahwa Clinton cukup cerdas”. Trump tidak cukup bagus. Dia kelihatan kurang berhasil memenangkan pertarungan malam itu. Hillary bagus, tetapi masih memerlukan usaha besar untuk memenangkan kursi Presiden.
Pada debat pertama dari 3 debat yang direncanakan, kedua kandidat terlihat saling serang dan berbalas kritik yang saling menohok dan tajam. Tentu saja, Hillary menyebut Trump sebagai orang yang cenderung rasis, seksisme, dan tidak jujur serta berusaha menghindari pembayaran pajak ke negara.

Perjalanan masih panjang. Masih ada 2 sesi debat lagi di depan. Tetapi bagi Trump yang terlihat berusaha lebih menekan lawannya, banyak hal yang harus diperbaikinya. Masyarakat Amerika rasanya masih belum terlalu siap menghadapi model kepemimpinan yang suka nyeleneh ala Donald Trump. Peradaban kepemimpinan masih memerlukan tata cara dan sikap diplomatis yang santun. Sesuatu yang sudah dimiliki Hillary, dan selalu diejek Trump sebagai cara yang lembek dan tidak pantas bagi seorang Presiden. Apalagi Trump cenderung sangat saka menganggap remeh orang lain, merendahkan perempuan (karena dinilai mempunyai fisik yang lemah), serta menganggap orang kulit putih lebih superior dibandingkan orang lain.

Apakah sesi debat selanjutnya akan berbeda? Kita tunggu respon kubu Trump, tetap mempertahankan gaya kepemimpinan urakan dan menganggap dirinya sudah hebat, atau berusaha untuk lebih humble dan menjalin persaudaraan. Let’see. Kitapun tidak perlu hanya terpukau dengan Pilkada DKI yang cukup hangat dan melahirkan pertentangan internal yang tajam.Pemilihan Presiden Amerika Serikat adalah sesuatu yang penting yang bisa membawa kita ke suasana kedewasaan di dalam  sistem politik kita dan pola-pola kepemimpinan yang lebih baik.


Tuesday, 27 September 2016

Kerjasama OJK dengan Pemerintah Negara Bagian Victoria Australia

toto zurianto

Sebagai tindak lanjut dari kerjasama antara Otoritas Jasa Keuangan dengan pemerintah negara bagian Victoria Australia yang ditandatanganin di Melbourne pada bulan Maret 2016, telah diselenggarakan program capacity building yang diikuti oleh pegawai OJK dan Industri Jasa Keuangan Indonesia di Melbourne pada tanggal 18-22 Juli 2016.

Selanjutnya, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad di kantornya di Gedung Sumitro Jl. Lapangan Banteng Jakarta, Selasa pagi 27 September 2016 telah menerima kunjungan Treasurer Negara Bagian Victoria beserta team member dalam rangka pembahasan hal-hal yang akan dilaksanakan untuk membangun beberapa isu yang diperlukan kedua negara, khususnya bagi Indonesia.








Monday, 26 September 2016

Ekonomi Indonesia dalam Lintasan Sejarah

toto zurianto

Tidak banyak orang terkenal yang menulis buku. Apalagi sebuah buku penting dan bermutu. Kalaupun ada, mungkin lebih banyak yang menulis biografi, atau cerita tentang (kesuksesan) diri sendiri. Prof. Boediono salah satu pengecualian. Dia bukan hanya terkenal karena pernah menjabat sebagai Wakil Presiden, tetapi karena perjalanannya yang panjang di dunia akademi, sebagai pengajar dan Guru Besar di Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada. Lalu selama bertahun-tahun menduduki jabatan penting di pemerintah, sampai pada posisi Menteri Keuangan, Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, dan sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Karena itu, kehadiran buku ini, “Ekonomi Indonesia Dalam Lintasan Sejarah”, sungguh melahirkan nuansa baru bagi kita. Tidak saja bagi pemerhati perekonomian dan pembangunan, juga bagi para pengambil keputusan di pemerintahan, kalangan akademi dan mahasiswa ekonomi, politisi, dan birokrat yang terlibat di dalam perumusan kebijakan (ekonomi makro).


Agaknya Prof. Boediono sengaja memberi judul buku tidak hanya mengenai “Ekonomi Indonesia”, tetapi agar kita melihat perjalanannya yang panjang. Terlalu sering kita mendapatkan atau memberikan kesimpulan atas peristiwa-peristiwa ekonomi atau atas lahirnya kebijakan ekonomi (pemerintah) tertentu, tanpa melihatnya pada kurun waktu tertentu. Atau betapa cukup seringnya lahir kebijakan ekonomi (pemerintah) yang mengulang atau bertentangan dengan keputusan yang sebelumnya pernah dilakukan.
            Meskipun setiap era mempunyai tantangan dan situasinya sendiri-sendiri, tetapi kita mengharapkan dalam jangka waktu tertentu, kebijakan yang kita lakukan, sebaiknya mempunyai sinergi dan memberikan kesempurnaan, bukan sebuah keputusan yang mencla-mencle.
Salah satu hal menarik yang kita dapatkan dalam buku ini, sebagaimana yang disampaikan Prof. Emil Salim pada komentarnya di awal buku ini adalah gelombang pasang surut sebuah proses pembangunan yang selalu dipengaruhi oleh interaksi proses ekonomi dan proses politik yang saling mempengaruhi secara timbal balik (halaman 9). Pada suatu ketika, kadang-kadang sasaran ekonomi menjadi panglima. Pada waktu yang lain, kebijakan ekonomi terpaksa harus minggir dikalahkan oleh kepentingan politik. Keduanya, yang mana yang dominan dan berpengaruh, erat kaitannya dengan proses pencarian identitas dan jati diri bangsa. 

Buku setebal 309 halaman termasuk indeks ini dibagi dalam 2 bagian dan 11 bab. Bagian Pertama mengenai masa sebelum kemerdekaan yang diulas pada Bab 1 sampai Bab3. Selanjutnya pada Bagian Kedua, Masa Setelah Kemerdekaan mulai Bab 4 sampai dengan Bab 11. Pada Bab 1 diuraikan perjalanan perekonomian Indonesia masa kolonial, tepatnya pada era perdagangan VOC. Lalu pada Bab 2, masih berhubungan dengan perekonomian yang dikelola oleh pemerintah Belanda, sampai dengan era Tanaman Paksa sekitar tahun 1830-1870. Sedangkan pada Bab 3 diuraikan peristiwa-peristiwamenjelang kemerdekaan, pendudukan Jepang, sampai ke era revolusi (1945-1949).

Pada Bagian Kedua buku ini antara lain dimulai dengan masa konsolidasi dan stagnasi-hiperinflasi, serta masa stabilisasi ekonomi (1966-1968). Selanjutnya pada Bab 6 dan 7 akan banyak diuraikan mengenai perekonomian Indonesia yang ditopang oleh rezeki minyak dan kemudian bagaimana mengurangi ketergantungan atas minyak ketika harga minyak mulai menurun sejak tahun 1983-1986.
Lalu pada Bab 8 dan 9 kita akan melihat bagaimana krisis ekonomi multidimensional memberikan pengaruh luar biasa bagi Indonesia dan berbagai strategi ekonomi yang dilakukan pemerintah untuk keluar dari krisis.

Bab 10 dan 11  adalah tentang strategi dan kebijakan ekonomi publik yang dilandasi semangat keterbukaan dan akuntabilitas yang perlu dilakukan mengelola suatu perekonomian negara yang bertanggung jawab.

Mungkin dalam banyak hal, bagian dari buku ini sudah pernah dipublikasikan, baik di media masa, maupun materi seminar di berbagai kesempatan. Tetapi penyajiannya secara lengkap dalam sebuah buku, membuat kita lebih bisa menikmatinya, dan mengambil pembelajaran atas peristiwa-peristiwa tertentu untuk dijadikan referensi dalam pengambilan keputusan.

Tuesday, 6 September 2016

OJK Leadership School for Director #2016

toto zurianto

Senin, 29 Agustus 2016, bertempat di ruang Knowledge #602 OJK Institute Menara Merdeka Gedung Otoritas Jasa Keuangan, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad membuka pendidikan Program Pengembangan Kepemimpinan Berjenjang PPKB Level Direktur. Pendidikan dalam rangka meningkatkan kapasitas kepemimpinan pejabat OJK melalui refreshing dan enrichment leadership knowledge dan sharing experience para pemimpin Indonesia tersebut, diikuti 27 peserta dan berlangsung sampai 9 September 2016. 
Ketua Dewan Komisioner OJK dalam kata sambutannya menekankan kepada peserta untuk mengambil peran penting membantu organisasi dan bangsa mewujudkan harapan masyarakat dan stakeholdersnya atas kehadiran Otoritas Jasa Keuangan. Peran OJK sangat luas dan strategic di dalam menopang pembangunan ekonomi bangsa, Karena itu, kontribusi OJK, melalui para Leadersnya, jelas sebuah keharusan yang perlu kita bangun secara terus menerus. Kepada para peserta, Ketua Dewan Komisioner mengharapkan agar para peserta berpartisipasi aktif, dan memberikan kontribusinya bagi keberhasilan tujuan pendidikan. Acara pembukaan dihadiri Wakil Ketua Otoritas Jasa Keuangan Rahmat Waluyanto dan Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal Nurhaida, serta para Deputi Komisioner, Kepala Departemen, dan para Direktur.

Ketua Dewan Komisioner MUliaman D. Hadad, Wakil Ketua Rahmat Waluyanto, Kepala Eksekutif Pasar Modal Nurhaida bersama peserta pendidikan.

Ketua Dewan Komisioner dan Para Peserta Pendidikan



Thursday, 18 August 2016

Indonesia 71 Tahun

toto zurianto

Kemaren tentu menjadi hari yang luar biasa bagi bangsa Indonesia. Negara kita, mencapai usia 71 tahun. Bukan lagu usia kemaren sore. Kini sudah masuk kategori kakek-kakek, Eyang yang mulai Sepuh. Usia yang seharusnya mulai memasuki kategori mature. Tidak lagi seperti anak kemaren sore. Tentu saja, yang kita maksudkan adalah bagaimana cara kita mengelola negara. Kita menginginkan, Indonesia tidak saja jaya dan makmur. Tidak saja ekonominya menjadi maju, menggeliat, mampu mengatasi kemiskinan dan keterbelakangan. Rakyatnya sehat, makannya cukup, mental dan jiwanya sehat, dan memiliki kapsitas pendidikan yang baik.
Lalu, yang penting adalah bagaimana performance para pemimpinnya. Bagaimana Presiden, Wakil Presiden dan para Menteri serta pejabat negara bisa memainkan perannya secara profesional, bukan pemimpin amatir. Bagaimana para politisinya juga profesional,  sekaligus memiliki integritas yang terpuji. Indonesia merindukan munculnya para pemimpin yang kapabel, profesional, dan memiliki character yang dibanggakan. Bukan orang-orang yang cuma memikirkan jabatan, kekuasaan, atau penipu yang rakus akan harta benda. 71 tahun, saat ini waktu yang kritis bagi kita. Kita menginginkan munculnya orang-orang yang punya gagasan hebat, juga sekaligus Anti Korupsi, tidak suka melakukan praktek Kolusi, dan menghindari Nepotisme. Juga kita benci sama orang yang sok penting. Selalu merasa hebat dan memiliki jasa kepada negara. Tidak mau diganti, dan suka ingin bercokol terus. Mari membangun, bukan mencari keuntungan sendiri. Indonesia 71 Tahun, kita jaga negara ini. Kita ingin mencapai 100 tahun, bahkan 1000 tahun. Tetapi dengan tatanan negara yang baik, yang santun, yang maju, sejahtera lahir bathin. Dirgahayu Indonesia. Kita galang persatuan dan negara hebat yang Anti KKN.



 



 

Thursday, 11 August 2016

Visit Sunda Kelapa Harbour

toto zurianto

Kalau sempat, berkunjunglagh ke Pelabuhan Sunda Kelapa. Tidak jauh dari kawasan Kota (tua) Jakarta. Bukan  saja historikal dan indah, tetapi inilah cikal bakal kota Jakarta. Jadi bukan sekedar Pelabuhan kecil yang dilayani oleh kapal-kapal Kayu antar pulau, tetapi sebuah penghayatan dari sejarah panjang Kota Metropolitan Jakarta. Waktu itu, Kalapa menjadi kawasan pelabuhan dari sebuah kerajaan Pakuan Pajajaran (Bogor). Banyak perjalanan sejarah bangsa berlangsung di sini. Termasuk sejarah kerajaan Pajadaran, kerajaan Tarumanagara, juga kerajaan Sriwijaya. Sampai ke pasukan Demak, Cirebon, dan tentu saja tentara Kolonial Belanda dan Persekutuan dagang VOC yang sangat terkenal.

Kapal Layar Bermotor yang Kokoh



Pelabuhan Sunda Kelapa kini meliputi kawasan sekitar 760 hektare dengan kolam pelabuhan mencapai 16.470 hektare. Ada 2 kawasan pelabuhan, pelabuhan utama memiliki panjang 3.250 meter dengan luas kolam sekitar 1.200 meter. Lalu ada Pelabuhan Kalibaru dengan panjang 750 meter dan luas daratan sekitar 340 ribu meter persegi dengan kolam pelabuhan mencapai 42 ribu meter persegi. Kawasan pelabuhan Sunda Kelapa seluruhnya mampu menampung 70 perahu layar motor + 65 kapal antar pulau.

Di hari Minggu (pagi), tidak banyak kegiatan bongkar muat yang ada di Pelabuhan Sunda Kelapa. Sebagian anak kapal terlihat melakukan kegiatan ringan, atau memperbaiki kapal. Jadi sangat menarik untuk melihat dan membuat photo session. Kita bisa melihat keindahan Kapal Kayu yang cukup besar yang memuat berbagai kebutuhan masyarakat. Kapal ini berlayar dengan muatan yang cukup banyak, mulai dari kayu, mesin-mesin, semen, atau beras dan kebutuhan pokok. Tidak hanya untuk tujuan pelabuhan di pulau Jawa, tetapi sampai ke Kalimantan, Sulawesi, Sumatera dan jauh lagi. Bawa keluarga, terutama anak-anak untuk melihat, menghayati, serta menikmati pelabuhan tua Sunda Kelapa. Bahkan, jangan segan untuk mencoba menyusuri kolam pelabuhan dengan menaiki Perahu yang banyak ditawarkan di sekitar pelabuhan. Lumayan, kita bisa keliling pelabuhan di antara kapal-kapal kayu besar sekitar 30 menit sampai 1 jam.

Ralfazza in Action

Di depan barisan Kapal Layar Bermotor di Sunda Pelapa

Menyusuri kolam pelabuhan Sunda Kelapa dengan Perahu Motor

with Ralfazza





Wednesday, 10 August 2016

Pendidikan Calon Pegawai OJK Angkatan #3

toto zurianto

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Dr. Muliaman D. Hadad, Jumat 29 Juli 2016 membuka pendidikan calon pegawai Otoritas Jasa Keuangan yang diikuti 599 peserta. Tahun 2016, OJK menerima pegawai dalam rangka mengisi kekurangan yang mendesak melalui  2 program pendidikan calon pegawai, yaitu Pendidikan Calon Staf (PCS-OJK) Angkatan 3 sebanyak 443 peserta, dan peserta Pendidikan Calon Pejabat (PCP-OJK) Angkatan 3 yang diikuti 156 calon pegawai. Pendidikan PCS bagi peserta fresh-graduate berlangsung selama 1 tahun, termasuk Modul On the Job Training (OJT) dan Modul Orientasi Kerja. Sedangkan untuk PCP, berupa penerimaan pegawai Setingkat Kepala Sub Bagian yang sudah memiliki pengalaman kerja, berlangsung selama 6 bulan, termasuk Modul OJT dan Orientasi Kerja.
Dalam sambutannya, Ketua OJK menyambut kedatangan para generasi muda OJK yang bersama-sama akan memberikan perannya bagi lembaga untuk menjaga stabilitas Sistem Keuangan Indonesia. "Ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi awal dari perjuangan dan perjalanan panjang. Banyak kesempatan yang harus dimanfaatkan di OJK", demikian Muliaman Hadad menambahkan dan mengingatkan.







Peserta pendidikan PCS-OJK Angkatan 3 Batch #2 mengikuti Program Bela Negara
(Kesamaptaan) di Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi) Kodiklat Angkatan Darat di Bogor.

Leaders, Not Only Vision, but How to Execute!

toto zurianto

Soal leadership, kita sering terpesona pada pemimpin yang luar biasa mampu melahirkan gagasan-gagasan hebat. Tidak hanya di perusahaan swasta, pada lembaga negara atau BUMN, banyak juga yang luar biasa mampu melahirkan gagasan perubahan yang hebat. Soal Pemimpin, tidak jauh berbeda. Banyak orang hebat di lembaga-lembaga negara. Tetapi, seperti yang disampaikan Jim Huling, penulis buku The 4 Discipline of  Execution (4DX) bersama Chris McChesney dan Sean Covey, serta Buku Choose Your Life, melaksanakan eksekusi termasuk bagian sangat penting. Ini yang akan memberi perubahan, apakah hanya visi, atau juga bersama kemampuan eksekusi dan mampu mengembangkan pegawai.

Jim Huling sharing Leadership di OJK Institute 
Lalu bagaimana agar proses eksekusi bisa dilakukan dengan baik dan memberikan nilai tambah bagi sebuah organisasi? Ada 4 discipline yang selalu harus diperhatikan seorang Leader. Pertama, seorang pemimpin yang tentunya sudah mendapatkan mandat/wewenang, perlu fokus pada sedikit pekerjaan yang memberikan nilai tambah paling besar. Fokus pada sedikit pekerjaan yang, bukan berarti mengabaikan pekerjaan lain. Tetapi, mengerahkan daya dan pikiran pada sedikit pekerjaan besar, atau yang disebut dengan Wildly Important Goals (WIG) akan memberikan kontribusi besar bagi perusahaan. Inilah tugas utama seorang leaders, yaitu menetapkan WIG, Bukan semua target menjadi fokus sehingga tidak jelas, mana yang disebut WIG.
Kedua, kita memerlukan ukuran keberhasilan yang kita sebut Lead Measure. Lead Measure adalah ukuran yang memperhatikan adanya perubahan perilaku yang akan mendorong suatu keberhasilan. Bukan hanya ukuran yang bersifat angka atau pencapaian target tertentu saja, atau Lag Measure. Kita bukan sedang meninggalkan ukuran Lag Measure. Angka keberhasilan tetap diperlukan. Tetapi perubahan yang bersifat behaviour perlu kita jadikan sebagai panduan yang penting.
Ketiga, kita memerlukan Scoreboard yang memperlihatkan pencapaian-pencapaian secara individu dan kelompok. Tujuannya agar semua orang yang terlibat pada sebuah tim, bisa menunjukkan engagedment dan titik kritis dari perjalanan untuk mencapai sebuah tujuan. Kita perlu mengetahui apakah kita sedang berada pada jalur yang tepat, atau memerlukan adjustment.
Terakhir, kita harus menjamin agar semua pekerjaan bisa berlangsung secara baik, teratur dengan akuntabilitas yang terjamin. Perubahan-perubahan perilaku perlu berlangsung secara teratur dalam sebuah kebiasaan (habit) yang bisa dijamin keberlangsungannya.

Inilah 4 disiplin yang kembali diingatkan oleh Jim Huling pada kesempatan Change Leaders Forum OJK Tahun 2016 di OJK Institute (Selasa 9 Agustus 2016) yang dihadiri para Direktur OJK dalam rangka program Manajemen Perubahan. Apabila kita bisa disiplin menjalankan 4 aspek penting 4DX tersebut, dapat dipastikan proses eksekusi yang kita perlukan untuk mewujudkan sebuah visi besar seorang pemimpin, bisa kita capai secara baik.



OJK Australia Leadership Program

toto zurianto

Pada tanggal 18 sampai 22 Juli 2016 berlangsung program pengembangan kepemimpinan (leadership development) Industri Jasa Keuangan Indonesia di Melbourne sebagai follow-up dari Memorandum of Understanding (MoU) antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan pemerintah negara bagian Victoria Australia. Program yang disebut dengan Victoria Indonesia Leadership Program (VILP) tersebut, diikuti 20 peserta dari Indonesia, 9 pejabat tingkat Direktur dari OJK, dan 11 peserta dari industri jasa keuangan Indonesia dan regulator. Peserta dari luar OJK antara lain, dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Bursa Efek Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan, Bank Mandiri, Bank Tabungan Negara, Bank Central Asia, Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Dana Pensiun Telkom, PT Asuransi Jasa Indonesia, dan Bank Pembangunan  Daerah Jawa Barat dan Banten. Sementara peserta Australia berasal dari Victoria Government dan Monash University.
Tujuan program VILP disamping untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan para peserta, juga dalam rangka kerjasama dan networking antar institusi sektor jasa keuangan Indonesia dan Australia, membangun awareness sektor jasa keuangan, khususnya di Melbourne (Australia), dan sharing pengetahuan dan pengalaman, khususnya perkembangan industri keuangan, financial technology (fintech), dan peran sektor jasa keuangan pada usaha menengah dan kecil.
Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad bersama Prof. Edward dan peserta
Victoria Indonesia Leadership Program pada pembukaan di Hotel Windsor Melbourne

Ketua OJK memberikan kenangan kepada Wakil Pemerintah Victoria, Mr. Lorenzo




Acara dibuka pada opening dinner oleh Dr. Muliaman D. Hadad, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan yang dalam opening speechnya mengajak seluruh peserta untuk mengambil manfaat dari program leadership international ini sebagai ajang dalam meningkatkan kerjasama jasa keuangan Indonesia Australia. Khususnya dalam melihat dan mengambil kesempatan untuk perkembangan jasa keuangan dan fintech di Melbourne Australia. Seluruh program dipimpin oleh Dr. Edward Buckingham, Profesor Business School Monash University yang merancang program dengan melibatkan pengajar/nara sumber dari berbagai kalangan, antara lain; Department Anti-Trust Australia, Boston Consulting Group, Bank Australia, DMP Assets Management, Department Treasury and Finance Victorian Fund Management, dan Freedom Finance.










Tuesday, 26 July 2016

Film Indonesia; Mulai banyak ditonton

toto zurianto

Di era 70-an sampai 80-an, Film-film nasional bermutu, banyak diputar di bioskop-bioskop di tanah air. Ketika itu, belum ada belum ada model bioskop multipleks seperti sekarang. Jadi hanya pada bioskop tunggal dengan kapasitas besar. Kita mengenal para dedengkot Film nasional, mulai dari Teguh Karya, Wim Umboh, atau Nawi Ismail. Lalu para bintang hebat, ada Farouk Afero, Zainal Abidin, Sophan Sophian, Widyawati, Jenny Rachman, Suzana, Sukarno M. Noer atau Rahmat Hidayat. Lalu ada era Christine Hakim, Robby Sugara, Roy Martin, sampai ke Lidya Kandow, Rano Karno, dan Herman Felani.
Beberapa Film hebat misalnya Penganti Remadja (Sophan Sophian Widyawati), Impian Semusim, , Film Komedi juga hebat, misalnya; Bing Slamet Koboi Cengeng, atau Benyamin dengan Biang Kerok-nya.
Film Indonesia sempat surut dan atau vulgar. Kita pernah disuguhi oleh Film-film yang bertema Setan Iblis dan Sex yang kurang bermutu. Film tentang Kuntilanak dan Pocong sempat berkembang hebat. Bahkan untuk film yang bertema Sex, kehadirannya juga luar biasa.
Setelah berbagai era yang kurang menggembirakan, selama beberapa tahun terakhir, Film Indonesia muncul dengan thema yang bagus dan dikemas secara sangat menarik. Sejak Film Laskar Pelangi (2008), sampai dengan yang terakhir, Film Ada Apa dengan Cinta Jilid 2 (AADC 2), kita mulai menikmati film nasional yang bermutu dan menarik. Penonton film nasional mulai membludak dan menguasai panggung sinipleks di semua kota. Dalam sebuah Bioskop di sebuah Mal terkenal, Film AADC 2, misalnya berhasil menguasai dan menjadi pemenang. Sebuah prestasi para sineas Indonesia yang mampu mengundang penonton untuk mencintai film-film karya anak bangsa sendiri.
Perhatikan, AADC 2, dengan biaya produksi sekitar Rp10 milyar (2016), berhasil mengumnpul jumlah penonton mencapai 3,6 juta orang. Laskar Pelangi (2008) ditonton 4,6 juta orang. tercatat sebagai film nasional yang paling banyak ditonton sampai hari ini (mungkin diluar Film Penghianatan G.30 S/PKI). Film lain Habibie dan Ainun (2016) telah ditonton 4,5 juta orang. Ayat-ayat Cinta (2008) ditonton 3,5 juta orang, My Stupid Boss (2016) telah ditontot 3 juta orang.  Film laion yang juga berhasil mencuri perhatian masyarakat adalah; Ada Apa dengan Cinta (2002) ditonton 2,7 juta orang, Eiffel I'm in Love ditonton 2,6 juta orang (2003), 5 cm ditonton 2,4 juta orang (2012), Ketika Cinta Bertasbih 2,1 juta (2009) dan Sang Pemimpi (2009) yang ditonton 2 juta orang.

Sebuha pencapaian yang menggembirakan. Orang tidak lagi malu untuk menonton Film negeri sendiri. Bahkan rela antri untuk mendapatkan tempat. Ini sebuah pencapaian yang luar biasa. Kita tidak memerlukan Bom Sex atau Cerita Tahyul untuk membuat Film-film hebat dan terbaik. Alur cerita yang baik dan Bintang Film yang berkualitas menjadi penentu yang bisa menjamin lahirnya Film Nasional bermutu.

Wednesday, 6 July 2016

Menjadi Lebih Taqwa dan Sosok Pribadi yang Sosial

toto zurianto

Salah satu tujuan utama dari berpuasa di bulan Ramadhan adalah untuk mendapatkan Taqwa.  Bukan hanya selama Ramadhan, tetapi bagaimana seseorang mampu menjalani secara konsisten dan istiqomah selama 11 bulan yang lain. Jelas tidak mudah, tetapi selalu sangat mungkin untuk kita wujudkan. Inilah ujian sebenarnya dari sebuah Ramadhan. Semua aktivitas, termasuk Sholat Tarawih, membayar Zakat, atau tadarusan, bertujuan untuk mengasah, membuat seseorang menjadi terbiasa untuk menjalankannya.
Namun, bukan hanya itu. Ramadhan juga diharapkan mampu membentuk pribadi muslim yang Sosial, yang konsen memperhatikan kepentingan atau terutama kesulitan orang lain. Bukan hanya yang suka berpikir hanya untuk dirinya sendiri. Zakat dan Sodaqah adalah latihan-latihan untuk berbuat sosial, turut serta membantu dan simpati atas kesulitan orang lain.
Ramadhan juga masa-masa untuk mendidik diri kita menjadi orang yang rendah hati, humble, tidak sombong. Jangan suka membesar-besarkan kelebihan diri sendiri. Kini saatnya untuk lebih menyembunyikan kehebatan kita dihadapan orang. Allah tidak suka sama orang yang sombong. Semua hal yang kita nikmati adalah pemberian Illahi. Bukan sekedar kemampuan kita.
Lalu terakhir, Ramadhan juga mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang pemaaf. Kita membalas kesombongan dan kesalahan orang dengan membuka pintu maaf. Janganlah menjadi mendendam. Kini saatnya bagi kita untuk membuka hati, melupakan hal-hal yang mungkin menyakitkan. Kita lupakan dan kita serahkan kepada yang maha kuasa.
Inilah catatan saya atas Khotbah Hari Raya Idul Fitri 1 Shawal 1437 H, Rabu 6 Juli 2016 di Mesjid Puri Cinere. Semoga bisa dinikmati dan bermanfaat bagi kita semua.

Menjadi Lebih Taqwa dan Sosok Pribadi yang Sosial

toto zurianto

Salah satu tujuan utama dari berpuasa di bulan Ramadhan adalah untuk mendapatkan Taqwa.  Bukan hanya selama Ramadhan, tetapi bagaimana seseorang mampu menjalani secara konsisten dan istiqomah selama 11 bulan yang lain. Jelas tidak mudah, tetapi selalu sangat mungkin untuk kita wujudkan. Inilah ujian sebenarnya dari sebuah Ramadhan. Semua aktivitas, termasuk Sholat Tarawih, membayar Zakat, atau tadarusan, bertujuan untuk mengasah, membuat seseorang menjadi terbiasa untuk menjalankannya.
Namun, bukan hanya itu. Ramadhan juga diharapkan mampu membentuk pribadi muslim yang Sosial, yang konsen memperhatikan kepentingan atau terutama kesulitan orang lain. Bukan hanya yang suka berpikir hanya untuk dirinya sendiri. Zakat dan Sodaqah adalah latihan-latihan untuk berbuat sosial, turut serta membantu dan simpati atas kesulitan orang lain.
Ramadhan juga masa-masa untuk mendidik diri kita menjadi orang yang rendah hati, humble, tidak sombong. Jangan suka membesar-besarkan kelebihan diri sendiri. Kini saatnya untuk lebih menyembunyikan kehebatan kita dihadapan orang. Allah tidak suka sama orang yang sombong. Semua hal yang kita nikmati adalah pemberian Illahi. Bukan sekedar kemampuan kita.
lalu terakhir, Ramadhan juga mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang pemaaf. Kita membalas kesombongan dan kesalahan orang dengan membuka pintu maaf. Janganlah menjadi mendendam. Kita saatnya untuk membuka hati, melupakan hal-hal yang mungkin menyakitkan. Kita lupakan dan kita serahkan kepada yang maha kuasa.
Inilah catatan saya yang saya uraikan kembali dari Khotbah Sholat Idul Fitri 1 Shawal 1437 H (Rabu, 6 Juli 2016) di Mesjid Puri Cinere hari ini. Semoga bermanfaat.

Friday, 1 July 2016

Sebuah tempat bekerja Idaman

toto zurianto

Organisasi, tempat kerja, atau lembaga seperti apa yang benar-benar menjadi idaman kita? Ini sebuah pertanyaan yang perlu dijawab. Para pencari kerja, atau mereka yang sudah cukup mapan dalam bekerja, banyak yang masih bertanya-tanya. Masih banyak yang bermimpi, seandainya saja bisa berada ditempat yang berbeda dari tempatnya selama ini.
Tempat bekerja idaman, sering tidak mudah kita dapati. Selalu pilihan-pilihan yang terpaksa harus kita terima. Ada tempat yang cukup bagus suasananya, struktur organisasinya efektif dan efisien. Juga SDM-nya potensial dan hebat. Cuma, sistem rewardnya masih kuang baik, atau Leadersnya tidak memotivasi. Atau sebaliknya, Leadersnya motivated dan visioner, bahkan terlihat keras dan sangat semangat. Tapi, susahnya sistem human capitalnya lemah, tidak transparant, dan cenderung otoriter.
Banyak sekali organisasi, baik swasta ataupun non profit, yang gagal mempersembahkan dirinya sebagai tempat yang menarik untuk bekerja. Tempat yang menjadi Idaman para pencari kerja atau orang yang ingin berbuat lebih.

Authentic Organization

Wednesday, 15 June 2016

Pemimpin; Membangun Karakter, bukan Citra

toto zurianto

Jim Huling, salah satu penulis buku The 4 Disciplines of Execution (Franklin Covey, 2012) dalam bukunya, “Choose Your Life” membahas tentang Karakter seseorang dan hubungannya dengan mempertahankan sebuah Citra. Kebanyakan kita, suka mati-matian berusaha mempertahankan citra. Pokoknya, di depan mata, kita harus menjadi pribadi hebat. Pemimpin selalu ingin terlihat sempurna di mata orang yang dipimpinnya. Selalu ingin kelihatan sebagai pribadi kuat, paling pintar, paling punya ide, paling humble, paling care terhadap orang, juga dikenal sebagai orang yang paling menjunjung aspek integritas. Pemimpin sangat suka memperlihatkan pribadi yang jujur, dan terkesan visioner. 
Sebenarnya ini termasuk salah satu penyakit yang membuat kualitas kepemimpinan menjadi terlihat aneh. Seolah-olah tidak ada orang yang tahu. Kebanyakan pemimpin berpikir, bahwa segala sesuatunya harus dicapai. Semua orang suka yang berjuang untuk suatu kesempurnaan. Padahal tidak ada yang sempurna. Semua punya kekurangan. Being human, sebagai manusia, itulah salah satu sifat yang terkandung di dalam elemen manusia. Sifat ketidak sempurnaan. Tidak perlu merasa kurang, ketika kita tidak bisa hebat di semua hal.



Bahkan sering terlihat aneh ketika orang-orang lebih suka menutup-nutupi keanehan-keanehan yang ada pada dirinya. Tentu saja ditutup dengan sedikit kebohongan dan perilaku yang dibuat-buat. Kita akhirnya terus menerus kembali menutup-nutupi kebohongan kebohongan yang lain. Padahal seharusnya itu sesuatu yang harus kita terima. Apa yang tidak mungkin bisa kita capai, bis saja hal itu dilakukan oleh orang lain. Sebuah tim, perlu memaksimalkan potensi dari seluruh anggota tim. Orang yang paling tinggi pangkatnya, paling tinggi pendidikannya, bukan harus paling mengetahui. Kita harus mampu membangun seluruh potensi. Semua orang perlu digali peran yang bisa dijalankannya.
Jim Huling menutup essaynya dengan sebuah pepatah, “Esse quam videre”. Kita berjuang untuk “menjadi”, bukan “tampaknya”. Tidak perlu merasa hebat ketika anda sepertinya”tampaknya” hebat. Jadilah anda apa adanya, bukan hebat karena tampaknya citra anda menjadi baik.

Friday, 10 June 2016

Pemimpin; Memberikan Sesuatu yang lebih baik

toto zurianto

Para pemimpin, all leaders, selalu berpikir, bagaimana mencapai target tertentu. Pemimpin sering dihantui untuk mencapai angka-angka tertentu, terutama menyangkut penjualan, keuntungan, atau jumlah kegiatan yang dilakukan. Bahkan bisa mati-matian untuk mencapai sasaran ini.Tapi pencapaian dan sukses seorang Pemimpin bukan hanya ini. Semuanya bukan selalu harus melalui ukuran dalam bentuk angka. Pemimpin dituntut untuk bertanggung jawab dalam banyak hal yang lain, seperti, pengaruhnya kepada masyarakat, kepada keluarga, kepada organisasi, juga lingkungan di mana dia berada.
Menurut Kouzes dan Posner dalam bukunya A Leader's Legacy (2006), "being a leader brings with it a responsibility to do something of significance that makes families, communities, work organizations, nations, the environment, and the world better places than  they are today". Ini tantangan sebenarnya dari seorang Pemimpin. Bagaimana dunia, negara, departemen, perusahaan, atau lembaga yang dipimpinnya, bisa menjadi tempat yang lebih baik, lebih nyaman bagi semua orang. Jadi bukan sekedar hal-hal yang bisa dikuantifikasi.

Wednesday, 8 June 2016

PNS Terlalu Banyak

toto zurianto

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN dan RB)Yuddy Chrisnandi sudah tidak sabar untuk segera mengurangi jumlah pegawai negeri. Perlua da pengurangan sebanyak 1 juta pegawai, berkurang menjadi sekitar 3,5 juta pegawai dari jumlah sekarang yang mencapai 4,5 juta orang. Simulasi Kementerian PAN RB menetapkan jumlah ideal pegawai negeri sekitar 1,5 % dari jumlah penduduk. Jadi untuk Indonesia dengan penduduk sekitar 250 juta, juimlah ideal pegawai negeri sebanyak 3,5 juta orang.

Banyak pertimbangan yang disampaikan pemerintah mengenai pegaai negeri kita. Intinya, pegawai negeri dinilai belum cukup kompeten, sehingga pelaksanaan kegiatan tidak efisien dan tidak efektif. Kita perlu melakukan langkah besar melakukan perbaikan sistem kepegawaian, termasuk organisasi pemerintah. Banyak business process yang perlu disempurnakan. Apalagi dengan pemanfaatan teknologi, sudah waktunya bagi Indonesia untuk segera melakukan pembenahan besar. Dalam 4 tahun ke depan, pemerintah berusaha mengurangi pegawainya sebanyak 1 juta orang.

Hanya saja,  masyarakat belum mendapatkan gambaran lengkap bagaimana cara pemerintah melakukan pengurangan jumlah pegawai sebanyak 1 juta orang. Belum apa-apa, tantangan besar juga lahir dari kalangan pemerintah sendiri yang menyebutkan kebijakan MenPANRB dinilai masih prematur dan belum dibahas dengan Presiden. Presiden sendiri sebenarnya sudah setuju dengan rencana pengurangan jumlah pegawai negeri. Tetapi jelas memerlukan langkah tepat yang sering mendapat tantangan kuat.
Terlalu banyak aspek yang perlu dipersiapkan. Pemerintah perlu mendapatkan data lengkap mengenai profile pegawai yang ada sekarang. Perlu ada hasil assessment dan Maping (Profil) sebelum keputusan diambil. Lalu kalau ingin memberhentikan orang, bagaimana caranya? Apakah sudah menyiapkan alternatif tempat, pesangon, dan persiapan mental dari pegawai sendiri. Kebijakan exit memerlukan persiapan dan komunikasi. Ini yang menjadi tugas penting yang menghendaki persiapan.

Kopi dan Ngopi

toto zurianto

Bar Cafe Epic sekaligus tempat kerja Barista, menarik!


Kalau ke cafe, atau kedai kopi, tentunya tujuan utamanya bukan untuk minum kopi. Kalau cuma mau minum kopi, di rumah mungkin sebuah alternatif paling bagus. Kita bisa memilih bubuk kopi terbaik yang banyak tersedia di pasar. Termasuk kopi-kopi tradisionil Indonesia yang luar biasa. Bukan lagi kopi-kopi instant yang banyak sekali mereknya. Termasuk juga kopi-kopi yang tersedia di pasar-pasar tradisionil, atau super market besar. Kitapun bisa memesan kopi dari produsen atau penjual kopi on-line dengan tawaran kopi yang hebat.
Di rumah, kita bisa menyeduhnya sendiri ala kopi tubruk, atau kopi masak, ataupun menggunakan coffee machine modern yang manual atau automatic. Semua bisa dinikmati.

Tetapi ke cafe atau kedai kopi, di samping menikmati kopi, kita juga membeli suasana, nuansa, keindahan, kenyamanan, kekaguman dan perasaan hati yang damai. Kedai Kopi atau Cafe, sebuah tempat kongkow melepaskan diri dari keletihan dan kesumpekan. Atau hanya sekedar mencari suasana baru.

Kedai Epic di Jogja
Pertengahan Mei 2016 saya berkesempatan ke Jogja dan menginap di Hyatt Regency. Tentunya setelah hal-hal utama dan penting selesai, perlu mencari sesuatu. Salah satu pilihan, tidak jauh dari hotel Hyatt, masih di Jalan Palagan, mengunjungi Epic Cafe. Tempatnya bagus, parkir luas, dan area kedai kopi luas, bangunan tinggi seperti "gudang besar" bebas tanpa sekat. Pokoknya cukup nikmat, meskipun tanpa AC. Suasananya cukup ramai meskipun tidak crowded.
Minuman dan makanannya juga cukup lengkap. Bahkan kopinya Jempol! Epic juga mengolah kopinya sendiri. Berbekal hampir semua jenis kopi Indonesia Asli, Epic menyangrai sendiri, dan grind sendiri. Juga menyiapkan kopi dalam bungkusan-bungkusan siap pakai bisa di bawa pulang.







Di Cafe Epic, kita juga bisa melihat beragam furniturre interior yang bagus. Kalau berminat, kita bisa membelinya. Ini sesuatu yang berbeda dan perlu dilihat. Kita juga bisa duduk di luar ruang cafe, beranda samping yang lumayan enak. Apalagi pada malam hari. mari dicoba!


Untuk dibawa pulang, Epic menyajikan bermacam variasi, ada Gayo, Toraja, atau Kopi Panama.

Kopi Mandailing Tulang di Lebak Bulus
Lumayan juga, belum lama ini aku bisa nemui sebuah Kedai Kopi yang "Medan" banget. Maksudnya, disamping bisa ngopi, juga bisa menemukan kuliner Medan. Sebuah Kedai Kopi Mandailing Tulang di Jalan Lebak Bulus I, tidak jauh dari Jl. RS Fatmawati. Kopinya okay, juga Teh Tareknya, disajikan dalam Gelas Bagus. Tapi harganya enggak terlalu murah, sudah di atas Rp30 ribu. Lumayan. Kalau lagi kangen makanan Medan, datang saja ke sini! Cuma bukanya enggak terlalu pagi, jadi gak bisa breakfast.


Nasi Goreng dan Teh Tarik, enak!





Kopi Aceh Bang Edwin di Cinere

Di Cinere, tidak jauh dari Mal Cinere, di Jalan Markisa, kita bisa menemukan sebuah Kedai Kopi Aceh, tidak terlalu besar, namanya Edwin Kupi (maksudnya Kedai Kopi Bang Edwin). Anda tidak keliru, ini milik Bang Edwin, Selebriti Presenter yang dulu sering muncul di Televisi bersama Jodi (Edwin Jodi).
Sudah lebih 2 bulan Edwin's Kupi hadir di Cinere, Secara khusus, ini termasuk Warung Kopi Aceh, Hampir semuanya serba Aceh, Tertunya Kopi Aceh, juga kita bisa menikmati Nasi Goreng Aceh, Mie Aceh, dan Martabak Aceh. Termasuk Roti Cane dengan Kuah Karinya. Kalau anda rindu Timpan, sejenis Lepat Khas Aceh, bisa didapat di Kedai Kupi Bang Edwin.
Rasa makanan disini, termasuk enak, Kopinya, harum. Teh Tariknya Keren. Juga harganya tidak mahal.








Wednesday, 25 May 2016

Membasmi Kemiskinan dan Ketidakadilan

toto zurianto

Meskipun cukup tebal, tetapi buku Joseph E. Stiglitz ini perlu untuk dibaca. Bagi Indonesia yang tetap masih berkutat dengan kemiskinan dan ketidakadilan (poverty and unequality), termasuk kesulitan dalam menyiapkan lapangan kerja, sungguh kita harus tidak bosan membaca tulisan Stiglitz ini. Buku The Great Divide; Unequal Societies and What We Can Di About Them (2015), menjadi penting dan referens bagi para pengambil keputusan. Apakah di negara yang belum cukup maju seperti Indonesia, bahkan untuk kasus Amerika Serikat, hal ini penting untuk diperhatikan. Bagi Stiglitz,  kebijakan Amerika untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya sungguh sulit untuk dipahami.

Tentang ketidakadilan (unequality), di Amerika, 91 persen harta kekayaan negara berdasarkan GDP, ternyata dinikmati hanya oleh 1 persen penduduk terkaya. Jadi 99 persen rakyat Amerika ternyata tidak menikmati apa-apa. Situasi ini sudah berlangsung lama. Kebijakan Ekonomi Amerika Serikat sejak zaman Presiden Reagan, sudah tidak pro terhadap penduduk miskin.

Pandangan Stiglitz tentang ketidakadilan, perlu mendapat perhatian para pemimpin negara. Tidak hanya pemerintah Amerika Serikat. Terutama menyangkut 4 isu yang dinilai akan besar pengaruhnya kepada upaya meningkatkan kapasitas ekonomi rakyat. Pertama, perlu melihat ketidakadilan yang ternyata sudah meluas tidak hanya di negara miskin. Bahkan paling parah di Amerika Serikat dan Negara-negara maju.



Isu kedua, adanya kekeliruan di dalam mengelola ekonomi dan manajemen. Banyak kesalahan yang dilakukan oleh para pengambil keputusan. Tentunya bisa mengakibatkan masyarakat semakin tertekan.
Selanjutnya mengenai globalisasi yang membuat aspek eksternal dan internasional, menjadi sangat sensitif. Ekonomi internal kini menghadapi persaingan yang ketat. Pengetatan dan efisiensi, diperlukan untuk meningkatkan daya saing.
Terakhir mengenai peran pemerintah dan pemerintah regional, termasuk sangat penting.