Sunday, 17 May 2009

Mulailah berhenti melakukan hal-hal yang tidak ada manfaatnya

toto zurianto

Mulailah berhenti melakukan hal-hal yang tidak ada manfaatnya!

Kebanyakan kita terlalu asyik memikirkan hal-hal yang akan dilakukan besok. Kita, terutama para manajer dan eksekutif, semuanya mempunyai Agenda Esok, atau suatu "To Do List". Bahkan tidak sedikit dari kita yang hobby-nya mengutak-atik jadwal (work-plan) dari hari ke hari. Keadaan ini, tidak jarang mewarnai kehidupan kita yang membuat kita gelisah apabila tidak mempunyai pekerjaan lagi

Tentu saja mengatur plan adalah hal yang baik. Tetapi, perlu pula sekali-sekali kita mempunyai "Rencana un tuk tidak mengerjakan banyak hal". Kita perlu mempunyai suatu "Stop Doing List" yang berisi rencana-rencana untuk tidak mengerjakan banyak hal. Tidak sedikit aktivitas sehari-hari yang dikerjakan karena sudah kita lakukan berulang-ulang sejak dulu.Sering sebenarnya kegiatan itu tidak ada kaitannya dengan upaya kita untuk mewujudkan sasaran yang akan dicapai. Oleh karena itu, perlu sejak hari ini kita perlu mulai meninggalkan hal-hal yang sebenarnya kurang relevant dengan upaya untuk mencapai suatu target tertentu.


FORMULA dalam pengelolaan SDM

toto zurianto

Banyak sekali formula yang digunakan dalam mengelolaan Sumber Daya Manusia. Untuk pengembangan, sering digunakan Formula 70-20-10. Pada perusahaan-perusahaan menengah dan besar, pelaksanaan pengembangan kepegawaian umumnya dilakukan melalui F-7o-20-10 (Ulrich and Smallwood, 106). Sekitar 70% dari proses pembelajaran dan pengembangan pegawai (learning and development) terjadi dari kegiatan dan pengalaman bekerja (on the job experiences), termasuk melaksanakan tugas tertentu dan program penyelesaian masalah (problem solving). Sementara itu, sekitar 20% diperoleh dengan melihat dan mempelajari (sharing feedback dan observing) bagaimana orang lain melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu, serta mempelajarinya dari tokoh-tokoh melalui mentoring atau belajar dari para role model. Hanya 10% dari program learning and development didapat dalam kegiatan belajar formal di kelas-kelas (formal training).

Dalam Penilaian Kinerja Pegawai, Jack Welch juga menggunakan Formula 20-70-10. Di General Electric, Jack Welch sangat percaya bahwa, hanya 20% dari pegawainya masuk kategori The Top Performance yang banyak mengendalikan dan menjadikan keberhasilan perusahaan. 70% adalah para Middle Performance yang diperlukan dan penting melaksanakan tugas-tugas penting perusahaan. Tetapi ada sekitar 10% yang masuk kategori Low Performer yang diberikan peringatan, diberi bimbingan, diberikan training apabila memerlukan, dikasih kesempatan, tetapi apabila tidak bisa improved, pegawai tersebut dipersilahkan untuk meninggalkan perusahaan.

Friday, 15 May 2009

Sukabumi

toto zurianto

Jaraknya hampir 120 KM dari Jakarta. Banyak orang harus mengerutkan dahi kalau harus ke Sukabumi, jelas akibat jalan yang macet dan membosankan. Hampir setiap 5 kilometer, terpaksa harus antri, kalau tidak karena pasar, atau pertokoan di kota-kota kecamatan, truck pengangkut air mineral atau air pegunungan, pabrik-pabrik, juga angkot yang membuat kita terpaksa harus bersabar.

Disamping kemacetan itu, satu hal yang bisa kita simpulkan dari perjalanan "lama" Ciawi - Sukabumi adalah bangkitnya perekonomian yang tidak bisa kita bantahkan. Perhatikan pasar dan pertokoan, sejak dari Cikereteg, Caringin, Lido, Cicurug, Parungkuda, Cibadak, Cisaat sampai ke Sukabumi kota, sudah mulai ramai mulai jam 08.00 pagi bahkan sampai sekitar jam 10 malam, masih banyak orang yang berbelanja. Ada puluhan pompa bensin besar yang berdiri mulai Ciawi sampai Sukabumi. Lihat juga, pertumbuhan mini market semacam AlfaMart dan IndoMaret, wah luar biasa! Juga restaurant dan warung-warung makanan. Jadi diluar kemacetan yang menjengkelkan, pasti dalam 10 tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi masyarakat Sukabumi secara makro mengalami perkembangan positip. Tentu saja, kita perlu melihat pengaruhnya ke masyarakat yang paling bawah, apakah terjadi pemerataan, atau justru kemiskinan menjadi semakin melebar.

Disamping, perlu dengan segera memperbaiki kondisi jalan (yang kecil) dan perlalulintasan sepanjang jalan ke Sukabumi, pemerintah daerah Sukabumi, perlu pula memiliki Grand Strategy pengembangan potensi alam yang sangat kaya, baik alam pegunungan maupun lautan yang belum tergarap. Aset alami yang berlimpah ini, perlu mendapat perhatian serius di masa depan.

Tuesday, 12 May 2009

Employment Modes

toto zurianto




Salah satu pendekatan SDM yang penting tetapi jarang dijadikan referensi adalah "Employment Modes" yang dikemukakan oleh David Lepak dan Snell (1999-2003). Pendekatan ini bermanfaat bagi para pimpinan perusahaan (CEO) atau manajer di dalam menetapkan cara yang paling pas (lebih efisien dan lebih efektif)di dalam proses mendapatkan karyawan (HR Sourcing Process/Staffing). Dua hal yang dijadikan pertimbangan untuk melakukan bisnis proses pada suatu perusahaan, Pertama, Level atau strategis suatu kegiatan atau posisi terhadap pencapaian tujuan organisasi/perusahaan atau dikenal sebagai Strategic Value atau Value Added suatu kegiatan, dan Kedua, tingkat kemudahan untuk mendapatkan tenaga pelaksana kegiatan di pasar tenaga kerja, atau dikenal dengan istilah Uniqueness.

Kombinasi dari dua pendekatan ini akan melahirkan, apakah tinggi dan sulit, atau tinggi dan mudah, atau rendah dan sulit, atau rendah dan mudah, akan besar pengaruhnya kepada cara kita mengelola SDM di suatu organisasi. Dalam konteks recruitment, kombinasinya melahirkan keputusan, apakah SDM yang diinginkan harus dikembangkan secara internal (develop internally) melalui berbagai program pengembangan yang teratur, atau bisa juga dengan menggunakan strategi aliansi dan job based employment (acquired externally atau transferable), atau melalui kontrak (out-sourcing).

Dengan melakukan pengkajian sederhana dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan, pimpinan perusahaan dapat memutuskan pola (pendekatan) mana yang akan diambil yang memberikan manfaat maksimal terhadap perusahaan.

Friday, 8 May 2009

Rosa Park Moment

toto zurianto

RPM, Rosa Park Moment adalah suatu pergerakan yang bisa dilakukan oleh siapa saja yang didukung oleh adanya keberanian untuk melakukan suatu perubahan sehingga mampu melahirkan sesuatu yang berpengaruh besar. Awalnya terjadi di Montgomery Alabama, Amerika Serikat pada tahun 1955 ketika para warga kulit hitam masih dianggap najis dan tidak diperlakukan sama dengan warga kulit putih. Rosa Park, yang sedang dalam perjalanan pulang dari pekerjaannya dengan menumpang sebuah bus, tidak mau pindah ke posisi belakang tempat warga kulit hitam, karena bagian depan bus adalah tempat istimewa khusus untuk warga kulit putih.

Sedikit aktivitas Rosa, akhirnya menggerakkan revolusi besar di Amerika yang selanjutnya dikomandoi oleh Dr. Martin Luther yang hasilnya saat ini telah dinikmati oleh masyarakat Amerika, termasuk dengan munculnya Presiden Obama sebagai warga kulit hitam pertama pada jabatan yang sangat tinggi.
Semuanya diawali oleh Rosa Park Moment, hebat!

Sunday, 3 May 2009

Integrity, Jangan Pernah Bertoleransi

toto zurianto

Saat ini, pemilu Legislatif sudah selesai. Kita sudah mengetahui hasil sementaranya. Tapi yang kita tahu, baru dalam bentuk kemenangan partai-partai, partai mana yang lebih unggul. Salah satu tujuan penting dari Pemilu Legislatif sesungguhnya untuk mengetahui, diantara kemenangan partai-partai itu, siapa nantinya yang akan menjadi para wakil rakyat anggota DPR yang terhormat!

Ini adalah esensi penting dari Pemilu Legislatif. Pengalaman kita selama bertahun-tahun, khususnya menyangkut para anggota DPR atau pada saat pemilihan para pejabat negara yang lain, banyak ketidakpuasan pada diri pejabat yang akan dipilih. Sering pula hasilnya tidak saja mengecewakan, bahkan tidak jarang, bisa memperparah keadaan bangsa yang sedang berusaha untuk keluar dari kesulitan dan mampu bersaing dengan masyarakat internasional. Tapi bagaimana mungkin kalau orang-orang yang kita percaya untuk mewakili kita, ternyata integritasnya rapuh dan sangat diragukan!

Saya rasa, untuk pemilihan pejabat publik, termasuk pemilihan calon anggota DPR dan DPD, kita memerlukan alat seleksi yang tidak sekedar atas dasar jumlah suara yang dapat dikumpulkan saja. Kita memerlukan alat-alat ukur yang lebih ilmiah dan bisa dipertanggung-jawabkan. Tiga hal utama yang harus kita perhatikan dan tidak bisa dikompromikan adalah; pertama, apakah yang bersangkutan memiliki integritas yang terpuji? Ciri orang yang mempunyai integritas adalah orang yang selalu menjaga kebenaran (tell the truth). Mereka selalu berusaha bertanggung-jawab atas tindakannya dan rela menerima kesalahan dalam rangka untuk memperbaikinya. Kedua, mempunyai kemampuan intelligence (pintar dan visioner). Intelligence tidak sama dengan pendidikan. Ada orang yang pendidikannya biasa-biasa saja tetapi memiliki kemampuan yang bisa diandalkan. Demikian sebaliknya. Terakhir, Ketiga adalah Maturity atau Tingkat kematangan. Jelas, maturity tidak secara langsung berhubungan dengan usia seseorang (senioritas). You can by the way be mature at any age, and immature too! Orang yang mature, biasanya bisa menghormati emosi orang lain (enggak sedikit-sedikit marah!). Penampilannya sangat yakin atas dirinya (confidence), tetapi tidak arogant.

Saya rasa test uji integritas, kamampuan, dan kematangan, sudah saatnya dapat dilakukan kepada para calon pemimpin bangsa kita, baik untuk para calon anggota DPR maupun untuk calon pejabat negara yang lain. Jangan sampai kita hanya mengulang-ulang kejadian yang tidak begitu penting.

Monday, 27 April 2009

Dr. Kenichi Ohmae, Pemikir Strategis Dunia

toto zurianto

Salah satu ahli Strategi termashur around the World adalah Kenichi Ohmae, yang salah satu bukunya pernah dan selalu menjadi Best Seller sepanjang masa, The Mind of Strategies (McGraw-Hill). Saya lupa kapan persis terbitnya, tetapi saya membacanya sekitar tahun 1992. Ohmae yang sudah berbicara di banyak tempat sebagai ahli Manajemen Strategi dan penasehat ekonomi Presiden di beberapa negara itu, tercatat sebagai salah satu Management Guru asal Jepang yang paling terkenal. Bahkan dia pernah dipilih majalah The Economist (1994) sebagai satu dari lima Management Guru terbaik di dunia.

Ohmae sudah membuat lebih dari 140 buku dan artikel yang diterbitkan berbagai publisher terkenal dunia, seperti Harvard Business Review, Foreign Affairs, Wall Street Journal, dan New York Times.

Buku-bukunya banyak berbicara mengenai persoalan management, business, dan analisis sosial politik, antara lain yang terkenal adalah; The Mind of Strategist (McGraw-Hill), Triad Power (Free Press), Beyond National Borders (Dow Jones Irwin), The Borderless World (Harper Business), The End of the Nation State (Free Press), The Evolving Global Economy (editor, Harvard Business School Press), and The Invisible Continent - Four Strategic Imperatives of New Economy (HarperCollins/Nicholas Brealey Publishing),dan yang terakhir pemikirannya mengenai globalisasi, The Next Global Stage yang diterbitkan oleh Wharton School Publishing.

Bagi para peminat Ekonomi dan Globalisasi, saya menyarankan untuk tidak lupa membaca buku-bukunya Ohmae yang luar biasa kayanya.

KEADAAN DARURAT FLU BABI

toto zurianto
(berita dari detik.com)

Washington DC - Amerika Serikat (AS) menetapkan keadaan darurat atas terjadinya kasus suspect flu babi di negara tersebut. Hingga kini terdapat 20 kasus yang sudah terdeteksi antara lain di Ohio (1), Kansas (2), dan New York (8).

Status darurat ditetapkan setelah digelarnya pertemuan di Gedung Putih yang diikuti oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC). Demikian seperti dilaporkan reuters, Minggu (26/4/2009). Pertemuan tersebut juga menghasilkan beberapa butir kesimpulan sebagai respons terhadap merebaknya flu babi, yang telah menjadi ketakutan global. Di AS sendiri, belum ada penderita suspect flu babi yang meninggal dunia. Virus itu tergolong baru dan belum ada vaksin untuk mematikannya. CDC merekomendasikan adanya rencana untuk menutup sekolah-sekolah yang potensial bagi penyebaran virus flu babi.

Menteri Dalam Negeri Janet Napolitano mengatakan pemeriksaan penumpang pesawat dari Meksiko tidak menjamin dapat mencegah penularan virus flu babi. Karenanya, pemerintah juga akan melakukan pengawasan secara pasif. AS akan menggelontorkan dana US$ 50 juta untuk pengadaan Tamiflu dan Relanza sebagai stok obat-obatan yang strategis. Pemerintah tidak akan mengaitkan wabah flu babi ini dengan kemungkinan percobaan aksi terorisme dan tidak akan melakukan investigasi mengenai hal itu.

Saturday, 25 April 2009

ACHIEVING TARGET, Are You Success?

toto zurianto

Selalu menjadi perdebatan pada kalangan publik atau bahkan diperusahaan-perusahaan, apakah seorang pemimpin atau pejabat itu berhasil atau tidak. Contohnya, misalnya kalau kita me-refers kepada mantan Gubernur DKI Sutijoso pada masa jabatannya, "Apakah Sutijoso berhasil atau tidak?". Jawaban dari sepuluh orang untuk bertanyaan seperti ini akan sangat bervariasi. Banyak yang mengatakan Sutijoso tidak berhasil, misalnya ybs dianggap tidak mampu mengatasi masalah banjir, kemacetan lalu lintas, atau semrawutnya pedagang kaki lima. Tapi ada juga yang mengatakan Sutijoso berhasil, misalnya, melalui kekuatannya menerapkan proyek transportasi Jalan Bus "Bus Way" yang saat ini sudah beroperasi pada berbagai jalur di ibukota. Lalu sebenarnya, apakah Sutijoso berhasil? Begitu juga dengan performance pemimpin yang lain, bahkan Presiden SBY juga sangat bisa diperdebatkan.

Ukuran performance atau keberhasilan seseorang memang sering mendapatkan perdebatan masyarakat. Kenapa? Karena ada beberapa elemen pengukuran keberhasilan yang tidak kita lakukan. Paling penting adalah menyetujui bentuk target yang akan digunakan sebagai alat ukur sebelum pelaksanaan kegiatan. Kalau target tersebut tidak kita definisikan, bagaimana kita atau orang lain bisa meng-klaim bahwa kita berhasil atau gagal. Bahkan misalnya, urusan BusWay saja, akan bermacam-macam kesimpulan yang bisa kita berikan. Bisa berhasil karena cukup konsisten dijalankan dan lumayan perannya memberikan manfaat bagi masyarakat. Tapi bisa juga tidak karena masih banyak yang tidak efektif pelaksanaannya, mungkin proses pengadaannya tidak berlangsung baik, atau masih sering melanggar peraturan lalu lintas. Setelah target ditetapkan, alat ukur juga harus jelas. Seberapa besar pencapaiannya, dan bagaimana cara mengukurnya. Selalulah melakukan penetapan atau kesepakatan terlebih dahulu, antara orang yang melaksanakan (pelaksana) dengan pihak-pihak yang mempunyai otoritas untuk melakukan pengukuran. Tidak semua orang bisa atau boleh menyatakan apakah seseorang itu berhasil atau sukses.

Kita sering menyaksikan atau membaca berita-berita kurang pas di media massa. Cukup banyak masyarakat, atau kelompok masyarakat, atau para pejabat negara, atau terlebih lagi para politisi yang melakukan penilaian performance seorang pejabat dengan ukurannya sendiri-sendiri. Kalau dia menyukainya, dia bilang pejabat itu sukses, sebaliknya kalau dia kurang suka, dia katakan pejabat itu mempunyai banyak kelemahan dan tidak berhasil.

Hal lain yang juga sering tidak proporsional dalam konteks kinerja adalah soal siapa yang harus bertanggung jawab apa. Pada lembaga publik, kita cenderung menghakimi pejabat paling atas saja. Kalau ada kecelakaan pesawat, langsung yang kita anggap salah adalah Menteri Perhubungan. Kalau Jakarta banjir, Gubernur-lah yang kita kritik. Tentu saja ada yang menjadi porsi para pejabat puncak, tetapi ada juga yang menjadi tanggung jawab orang lain sesuai kesepakatan target yang sudah disusun pada masing-masing pihak yang berkepentingan. Sangat penting untuk membuat kejelasan dan memutuskan siapa melakukan apa dan siapa bertanggung jawab apa!

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mempunyai suatu alat ukur yang disepakati dengan parameter pengukuran yang jelas dan siapa yang melaksanakannya. Jangan sampai kita mengabadikan pola pemberian judgment tanpa ada alat ukur dan evaluasi yang jelas.

Wednesday, 22 April 2009

Leadership Series (MEMIMPIN ITU TIDAK MUDAH)

toto zurianto

Menurut Dave Ulrich (the Leadership Code), ada 5 hal yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang pemimpin yang tangguh, yaitu; (i) kemampuan untuk berpikir strategis, (ii) bisa menjadi eksekutor yang hebat, (iii) kemampuan menciptakan Talent, (iiii) bisa menetapkan siapa-siapa yang tinggal dan siapa-siapa yang harus pergi, dan (iiiii) selalu meng-upgrade kemampuan pribadi.

Mampu berpikir STRATEGIS adalah kekuatan visi yang harus ditunjukkan oleh seorang pemimpin dalam rangka mewujudkan masa depan (shape the future). Tanpa kemampuan berpikir strategis, organisasi pada dasarnya sedang tidak memerlukan leaders karena semua pengikut akan dengan mudah menjalankan misi organisasi dengan melihat hal-hal yang sudah dijalankan selama ini.

Menjadi Eksekutor (make things happen) adalah bagian penting yang sering tidak terlalu dianggap sebagai pekerjaan leaders. Seolah-olah, seorang leader, hanyalah seorang pemikir yang hanya tangguh pada tataran konsep dan membuat workplan saja. Eksekutor tangguh adalah menterjemahkan sesuatu dari yang kita ketahui menjadi suatu realita yang kita kerjakan (turn what we know into what we do). Hal penting yang harus dimiliki bagi seorang Pemimpin Eksekusi adalah kemampuan mengambil keputusan (tidak ragu dan tidak lemah atas intervensi), membuat proses perubahan sebagai hal yang biasa-biasa saja, dan berkeinginan untuk selalui melakukan monitoring dan belajar!

Mampu menjadi seorang Talent Manager (engaged today’s talent), biasa dibangun dengan keyakinan bahwa, SDM yang ada tidak perlu diberlakukan secara sama. Seorang leader harus bisa melakukan diferensiasi Pegawai sehingga orang-orang yang berbeda, diberikan pola pengelolaan yang berbeda-beda. Pemahaman mengenai demography dan kultur setiap generasi, perlu diketahui dan dipahami, dan tentunya diperlakukan secara berbeda-beda.

Bisa melahirkan generasi pengganti (build the next generation), leaders dituntut untuk membangun generasi akan datang. Leaders, pertama-tama harus melakukan mapping Pegawai, biasanya dengan menggunakan 2 parameter penting, memperhatikan Performance (result) dan Leadership (competency). Selanjutnya jangan lupa untuk menciptakan (mengarahkan) pola pengembangan (karir) yang paling sesuai bagi Pegawai sesuai profil-nya masing-masing. Leaders harus biasa dengan tools seperti performance management system, forced ranking, Map-Matirx Pegawai, Replacement Chart, Individual Development Plan.

Selalu meng-up-grade diri (invest in yourself), pertanyaan pertama, what are my strengths? Apakah kemampuan leadership, atau punya visi kuat, integritas teruji? Atau love of learning? Kedua, kita harus selalu berusaha untuk menjadi lebih baik, lebih mampu, lebih bisa melakukan sesuatu. Ketiga, penting untuk didapat jawabannya, sebenarnya kita ingin menjadi apa? Di samping itu, sangat penting bagi kita untuk selalu suka belajar. Kenapa? Karena belajar biasanya, bisa membuat kita merasa selalu kurang.

Jadi pesan penting bagi seorang pemimpin adalah, rupanya kita (pemimpin) tidak boleh ongkang-ongkang kaki seolah-olah target sudah kita capai, dan mencoba menikmati keberhasilan. Kita akan digilas, kalau tidak mampu melahirkan pemikiran yang strategis (visionary), atau kalau kita selalu gagal meng-eksekusi, atau menganggap remeh peran seorang talent manager, atau tidak punya kapasitas dalam membangun generasi pengganti, atau apalagi kalau keinginan belajar kita nyatakan sudah tamat dalam kehidupan kita.

Tuesday, 21 April 2009

A LEADER'S LEGACY

toto zurianto

Sebuah buku yang ditulis 2 ahli leadership kawakan James M. Kouzes dan Barry Z. Posner berjudul A Leader’s Legacy, berisikan petunjuk-petunjuk bagus bagi anda para profesional atau siapa saja yang sedang mengasah kemampuan kepemimpinannya. Penulis yang 15 tahun yang lalu (1995) telah menerbitkan buku Best Sellers dan menjadi pegangan para Leaders di seluruh dunia The Leadership Challenge; How to Keep Getting Extraordinary Things Done in Organizations, kembali memaparkan pemikirannya yang sangat brilliant dan perlu kita pelajari.

Buku yang dibagi atas 4 Bagian ini, yaitu (i) Significance, (ii) Relationships, (iii) Aspirations, dan (iv) Courage pada dasarnya meberikan kita tools untuk mempersiapkan capability kita agar “masa-masa” kepemimpinan yang kita jalankan, tidak saja memberikan manfaat besar bagi suatu organisasi, tetapi sekaligus akan meninggalkan semangat bagi para pegawai yang ditinggalkan.

Tentu saja menjadi Pemimpin dan berkeinginan untuk meninggalkan Legacy adalah pilihan. Banyak pemimpin yang terlalu formalistis yang cenderung menyederhanakan suatu “job description”. Pemimpin sejenis ini suka merasa-rasa bahwa kepemimpinannya hanya sementara, dan masa kepemimpinan itu hanya terminal pemberhentian untuk selanjutnya pergi menempuh perjalanan yang lain. Tapi, kalau anda memilih untuk meninggalkan sesuatu yang akan dikenang orang dan relatif berusia panjang, anda perlu mempunyai destini yang lebih bersifat long-term. Inilah visi dari seorang pemimpin yang akan meninggalkan legacy.

Memilih menjadi pemimpin yang meninggalkan legacy, jelas memerlukan kerja keras yang didukung oleh nilai (values) dan keberanian. Kenapa? Karena Legacy adalah sesuatu yang bukan saja abadi dan akan dikenang lebih lama. Tetapi, sesuatu yang tidak sama dengan biasanya. Sesuatu yang berbeda yang lahir akibat adanya keberanian untuk melahirkan hal-hal baru yang bermanfaat.

Monday, 20 April 2009

Mencari Format Kepemimpinan Bangsaku

toto zurianto

Sampai dengan hari ini Senin 20 April 2009, hasil pemilu Legislatif tetap memperlihatkan komposisi yang tidak berubah pada urutan pemenang Pemilu legislatif yang dilakukan 11 hari sebelumnya (9April 2009). Urutan 10 besar, apakah versi Quick Count ataupun versi KPU, masih tetap diduduki oleh Partai Demokrat, Golkar, PDI-P, PKS, PAN, PPP, PKB, Gerindra, Hanura, dan PBB.

Langkah berikut dari Pemilu Legislatif ini tentunya upaya mempersiapkan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada bulan Juli mendatang, mulai dari rencana-rencana koalisi antar partai, penetapan CaPres/CaWaPres, maupun pelaksanaan kampanye dan Pemilu sendiri.

Harapan masyarakat selanjutnya adalah lahirnya para pemimpin bangsa yang mumpuni, mampu mengajak masyarakat untuk menjadi lebih baik dari waktu sebelumnya. Pemimpin yang Mumpuni, memiliki kapabilitas (kompetensi) yang kuat, memiliki integritas yang teruji, punya visi yang berpikir jauh ke depan (visioner), dan adanya kemampuan dan keberanian untuk mewujudkan cita-citanya menjadi realitas (have courage to execute the vision).

Lalu, seperti apa pemimpin yang kita harapkan bisa kita miliki?
Pertama
, kita menginginkan hadirnya pemimpin yang tidak saja mampu melahirkan visi, tetapi telah mewarnai kehidupannya dalam visi itu sendiri. Bahkan nafas dan langkahnya diwarnai oleh cita-citanya melalui visi itu.
Kedua, kita mengharapkan hadirnya pemimpin yang punya keberanian untuk menciptakan keputusan-keputusan yang tidak populer. Kita sudah tidak mempunyai keinginan untuk mentolerir hadirnya pemimpin sekedar wacana visi dengan daya eksekusi terbata-bata.
Ketiga, kita selalu merindukan hadirnya pemimpin yang bisa bekerja sama, mementingkan keperluan negara dibandingkan dengan keperluan individu.

Sunday, 12 April 2009

SRIKANDI INDONESIA, HEBAT!

toto zurianto

KEKAGUMANKU PADA SRIKANDI INDONESIA

Saya begitu menikmati Kick Andy Jum’at malam 10 April 2009 kemaren. Saya kagum pada srikandi Indonesia yang bekerja pada jenis pekerjaan yang selama ini kebanyakan didominasi oleh para lelaki. Ada operator alat berat (mobil keruk) di pertambangan di Newmont. Saya tidak tahu berapa berat mobil itu, mungkin 50 ton lebih. Ada juga Kapten Kapal Patroli (kapal Tunda) yang beroperasi di perairan (pelabuhan) di Jayapura, namanya Ibu Nelce. Acara itu juga menampilkan seorang bintang Tamu, Ibu Entin, mantan Kapten Kapal Pelni yang pernah menakhnodai Kapal Penumpang Pelni dalam perjalanan dari pabriknya di Jerman ke Indonesia yang berlangsung selama 29 hari 9 jam. Acara itu juga menampilkan Ibu Ida Fiqria, satu-satunya wanita yang berprofesi sebagai pesawat komersial berbadan sedang. Ia saat ini sebagai pilot pesawat Garuda jenis Airbus A-330 dan sudah memiliki 5500 jam terbang.

Seorang Jenderal polisi wanita, tepatnya sebagai seorang Kapolda Propinsi Banten, Ibu Brigjend Polisi Rumiah, telah menampilkan kebanggaan kita akan para srikandi Indonesia yang mengepalai para polisi di propinsi itu. Ada juga seorang Perwira Tinggi dari Angkatan Laut, Ibu Christina Rantetetana. Ia adalah seorang dan satu-satunya Laksamana (Pertama) di TNI AL yang pernah kita miliki. Saat ini ybs sebagai Staf Ahli pada Menko Polsuskam. Acara Kick Andy juga menampilkan seorang wanita muda yang juga terlihat tangguh dan pemberani, seorang petugas pemadam kebakaran wanita, Yossi Anita namanya. Dia berasal dari Kota Padang dan berpengalaman tidak saja untuk memadamkan api, tetapi termasuk pula sebagai Anggota Tim SAR dengan tugas yang bervariasi. Saya juga terpesona pada kehebatan Letnan Dua Fariana Dewi yang tidak saja terlihat tetap feminin, tetapi juga tetap menggambarkan seorang penerbang pesawat Helicopter tempur yang luar biasa.
Sungguh sangat banyak profesi yang secara umum lebih banyak dilakukan para pria, saat ini mulai diemban oleh para srikandi dengan hasil yang sama hebatnya, bahkan bisa menjadi bintang untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu. Saat ini hampir semua profesi sudah sangat terbuka dan bisa dilakukan oleh para wanita dengan tetap melakukan pekerjaan-pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga. Lihat juga para pengemudi Bus Way TransJakarta yang banyak dilakukan oleh para wanita, para ibu-bu yang juga tangguh.

Memang sudah tidak asing lagi. Kita sudah terbiasa dan sering menyaksikan para wanita Indonesia yang menduduki jabatan tinggi dan strategis di negara ini, termasuk yang paling terkenal saat ini adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani yang juga merangkap sebagai Menko Perekonomian. Tentu saja Megawati yang pernah menjadi wakil Presiden di era Gusdur dan selanjutnya sebagai Presiden yang menggantikannya. Demikian juga Menteri Perdagangan dan Menteri kesehatan. Semuanya adalah para srikandi yang tangguh dan hebat.

Kita bergembira karena saat ini di Indonesia, sudah tidak ada lagi perbedaan antara pria dan wanita untuk menjadi Leader dan mencapai posisi puncak. Meskipun tidak mudah, tetapi sangat penting untuk dipahami bahwa, bekerja tidak mengenal diskriminasi. Semua orang punya hak dan kesempatan yang sama luasnya untuk menjalankan karirnya. Dimulai dari kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang setinggi-tingginya, selanjutnya adalah kekuatan dan komitmen yang harus dipelihara terus menerus dalam rangka mewujudkan cita-cita. Wanita, juga tidak perlu untuk mendapatkan “belas kasihan” dari para pria karena semuanya bisa ditaklukkan melalui iklim kompetisi yang wajar. Tentu saja ada juga beberapa hal yang perlu disepakati dengan para pria, terutama untuk pekerjaan rumah tangga dalam mengurus anak bagi yang berkeluarga. Sepakat dengan pengertian, perlunya pembagian pekerjaan yang wajar yang sebenarnya bukanlah sebagai pekerjaan yang hanya harus dilakukan oleh para wanita. Beberapa pekerjaan, seperti mengurus anak dan menyiapkan makanan bagi keluarga, bukanlah pekerjaan para ibu-ibu atau kaum wanita saja, tetapi sebagai pekerjaan bersama yang harus juga dilakukan secara seimbang oleh kaum pria. Pekerjaan-pekerjaan seperti ini perlu mendapatkan pemahaman yang benar sehingga bisa dijalankan secara baik. Hanya melalui itu, kita dapat mendapatkan para srikandi tangguh Indonesia yang hebat dan kuat!

PEMILU 2009 dan harapan Kita!

toto zurianto

Sampai dengan Sabtu pagi (11 April 2009), Partai Demokrat pimpinan Presiden SBY masih tercatat sebagai pemenang Pemilu Indonesia versi Quick Count beberapa lembaga survei (Lingkaran, LSI, LSN, CIRUS dan LP3ES) dengan meraih 20,4% suara, lebih tinggi dari PDI Perjuangan (14,8%) dan Partai Golkar (14,4%). Khusus posisi 2 dan 3, ada perbedaan diantara lembaga-lembaga survei yang ada tetapi dengan persentase sekitar 14,2 sampai dengan 14,8%. Kadang-kadang PDI-P di peringkat 2 ada juga yang diperingkat 3. Partai lain yang masuk kelompok 10 besar adalah PKS, PAN, PPP, PKB, Gerindra, Hanura dan PBB (lihat Tabel).


1 Partai Demokrat 20,4
2 Partai Golkar 14,8
3 PDI Perjuangan 14,4
4 PKS 8,6
5 PAN 5,8
6 PPP 5,4
7 PKB 5,1
8 Gerindra 4,5
9 Hanura 3,8
10 PBB 1,7


Peningkatan suara Partai Demokrat (PD) yang sangat siknifikan pada Pemilu 2009 dibandingkan Pemilu 2004, sungguh sangat luar biasa. Banyak pengamat yang menyebutkan hal itu terjadi akibat adanya Faktor SBY pada peristiwa ini. Pribadinya yang tidak meledak-ledak dan antikorupsi, antara lain tidak pandang bulu dengan menegakkan korupsi, disebut-sebut sebagai faktor penting yang menyebabkan kesuksesan PD. Hal ini dapat dimengerti mengingat tokoh lain di PD, saat ini bukan saja tidak terkenal tetapi dirasakan kurang menonjol, kecuali nama-nama seperti Andi Malarangeng dan Anas Urbaningrum.

Lalu kenapa Partai Golkar (PG) dan PDI Perjuangan (PDI-P) kini terseok-seok? Tentu akan banyak alasan yang bisa dikemukakan, antara lain akibat tuntutan perubahan yang gencar disampaikan para pemilih, juga “dosa-dosa masa lalu” yang sering begitu kejam tidak mengenal ampun. Memang masyarakat belum mempunyai referensi yang cukup mengenai profesional yang ada di PD. Masyarakat belum melihat para ahli yang cukup pada jajaran PD, terutama dukungan ahli ekonomi dan politik yang cukup memadai seperti yang kini banyak terdapat di PG dan PDI-P.

Kemenangan PD memang belum final dan masih menunggu hasil perhitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang baru resmi sekitar 2 minggu setelah Pemilu. Persentasenya juga belum cukup kuat, baru sekitar seperempat dari suara yang ikut memilih. Tetap saja PD belum bisa melangkah santai untuk menuju Senayan, apalagi menjamin bahwa Presiden SBY sudah pasti menjadi presiden pada pemilihan Presiden/Wapes pada bulan Oktober 2009 yang akan datang. Pertentangan yang lebi dahsyat tetap akan terjadi di depan, dan tugas para kader pemenang Pemilu masih sangat berat, terutama dalam rangka menjalin koalisi awal paska Pemilu Legislatif ini.

Sampai saat ini, koalisisi PD pada Pemilu 2004, kelihatannya masih tetap prospektif dan cukup solid, seperti PKS, PAN, PPP dan PBB. Sementara 2 partai pendatang baru yang cukup menggelora, Partai Gerindra Pimpinan Prabowo dan Partai Hanura Pimpinan Wiranto sudah menyatakan tidak ke Partai demokrat dan terlihat mulai dekat dengan PDI Perjuangan yang nyata-nyata menolak untuk berkoalisi dengan PD. Kalau aliansi PG dan PDI-P serta beberapa partai lain membentuk kekuatan sendiri yang berbeda dengan lingkaran PD cs, sangat menarik untuk mengamati perkembangan peta politik nasional Paska Pemilu Legislatif 2009 ini. Kedua kubu ini sama-sama akan didukung oleh kekuatan yang cukup berimbang pada kisaran antara 40 sampai dengan 45% suara. Tentu saja, kegiatan menjelang Pemilu Presiden pada bulan Oktober mendatang akan semakin menarik dan menggairahkan.

Kita tentu saja berharap, para legislator pada periode 2009 – 2014, benar-benar mampu menjalankan profesi legislator secara profesional. Masyarakat sudah muak dengan legislator yang rakus kepada uang dan memainkan sidang-sidang DPR dalam rangka memaksa untuk mendapatkan uang. Masyarakat tidak lagi bisa dibutakan oleh para pemeras yang hanya berharap bisa mendapatkan uang hasil Fit and Proper Test yang selama ini bergentayangan sedemikian bebas. Kita perlu terpesona dengan sidang-sidang DPR yang ditampilkan oleh legislator yang berbobot. Hari ini, para pimpinan partai politik perlu mempunyai agenda untuk meningkatkan derajat anggotanya dengan selalu melakukan up-grading terhadap kualitas anggotanya secara terus menerus. Suasana persidangan yang sepi karena para anggota melaksanakan objek lain di luar sidang, sangat memalukan kalau ke depannya masih tetap terjadi dan dianggap kejadian biasa-biasa saja. Pemenuhan daftar hadir anggota sekedar formalitas, terlalu memuakkan untuk terus dipertahankan. Pimpinan partai politik perlu melakukan pemantauan akan aktivitas dan kualitas angotanya yang duduk di kursi DPR tanpa pandang bulu. Para anggota DPR, termasuk DPRD I, II dan DPD, perlu mempertanggungjawabkan amanat masyarakat yang telah diberikan kepadanya melalui pencontrengan dalam Pemilihan Umum. Apalagi biaya gaji (honor) yang diberikan kepadanya juga tidak sedikit.

Permintaan kami tidaklah muluk-muluk. Berikan kami kebanggaan kepada anda karena anda adalah wakil kami yang terhormat, yang intelek, punya integritas dan reputasi.

Friday, 10 April 2009

Pemilu 2009

toto zurianto

Sampai dengan Jum'at Siang (10.30), Partai Demokrat pimpinan Presiden SBY masih mendominasi hasil Quick Count beberapa lembaga survei (LSI, CIRUS, LP3ES, LSN, dan Lingkaran)dengan perolehan suara sekitar 20,4% disusul oleh Golkar dan PDIP yang berbeda-beda diantara lembaga survey tersebut, tetapi keduanya antara 14,2 sampai dengan 14,8%. selanjutnya PKS (7,8%), PAN (5,8%), PPP (5,3%), dan PKB (5,1%). Dua kuda hitam, Gerindra-nya Prabowo menyodok diurutan 8 dengan suara 4,6% yang disusul oleh Hanura (3,8%), dan PBB (1,7%).

Kecuali Presiden SBY yang diperkirakan akan melenggang sebagai Capres dengan opsi besar untuk memilih CaWapesnya dari manapun yang dikehendakinya, para Capres lain diperkirakan akan melakukan manuver yang cukup bervariasi dan tidak mudah untuk menyusun Tim terbaiknya pada pemilihan calon Presiden bulan Oktober nanti.

Apabila tidak ada perubahan berarti antara hasil perhitungan Quick Count lembaga survei ini dengan hasil resmi KPU pada 2 minggu yang akan datang, perlu dipertimbangkan untuk segera mengurangi jumlah partai politik, mungkin idealnya maksimal hanya 10 partai, bukan 44 partai sebagaimana saat ini. Partai yang lain di luar 10 besar, diharapkan bisa bergabung dengan salah satu dari partai 10 besar itu. Jumlah 10 partai ini sama dengan Pemilu tahun 1971.

Monday, 6 April 2009

Formula I dari Sirkuit Sepang Malaysia (5 April 2009)

toto zurianto

Balap mobil Formula I sore ini di Sepang, cukup kontroversial, diberhentikan pada laps 32 dari 56 laps yang direncanakan akibat hujan deras. Biasanya kalau sudah mencapai lebih 75% dari balapan yang direncanakan, cukup sering balap F1 diberhentikan, dan pemenangnya sesuai urutan terakhir dan mendapatkan point penuh. Tapi pada balapan sore ini, karena masih di bawah 75%, point yang didapat semua pembalap hanya 50%-nya.

Hal menarik dari 2 seri F1 2009 yang sudah dilaksanakan (Melbourne dan Sepang) adalah, kini tim-tim besar yang selama lebih 10 tahun terakhir mendominasi, kini masih terseok-seok di belakang tanpa point, atau hanya mendapat sedikit point (di Sepang Lewis Hamilton dari McLaren berada di posisi 7 dengan point 1, 50% dari nilai 2). Sementara BrawnGP, reinkarnasi Tim Honda yang baru berdiri beberapa saat sebelum kalender 2009 berlangsung, so far menunjukkan performance yang sangat bagus. Tim yang dipunggawai oleh Ross Brawn, mantan Direktur Teknik Ferrari yang hebat itu dengan pembalap senior Jenson Button dan Rubens Barrichello, mantap di posisi teratas. Kita tunggu, apakah ini kehancuran Ferrari, McLaren, dan Renault, atau hanya sensasi sesaat ala BrawnGP, Toyota, dan BMW Sauber?

Friday, 3 April 2009

Berani Melihat Kekurangan

toto zurianto

Leadership Series 1
BERANI MELIHAT KEKURANGAN

Tidak mudah untuk melihat kekurangan diri sendiri. Kita secara umum sangat suka menjadi yang terbaik diantara sekelompok orang lain. Rasanya gimana gitu, kalau kita selalu dipuji-puji, terutama di dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh banyak orang. Sementara, tidak sedikit pula orang-orang yang hobby-nya memuji-muji orang lain, bahkan untuk prestasi yang biasa-biasa saja, belum luar biasa, dan belum banyak berbeda dengan orang lain. Kita bisa menjumpai, banyak sekali forum (pertemuan) yang sebagian pesertanya mencoba memuji sebagian peserta yang lain. Pokoknya kebanyakan orang yang hadir, mencoba saling memuji, seolah-olah sudah mencapai suatu prestasi yang mengagumkan.

Bagaimana sikap kita terhadap pujian-pujian yang belum pantas itu? Pertama, sekedar senang dalam hati, tidaklah salah. Penting bagi kita untuk mencari tahu, kenapa orang lain memuji diri kita. Apakah pujian itu sebagai pernyataan tulus karena terbukti kita sudah memberikan sesuatu yang bermanfaat (penting), atau bukan? Kalau kita sulit mencari alasan-alasan logis atas pujian itu, sebaiknya kita “biasa-biasa” saja. Kita perlu berusaha untuk tidak melambung atas pujian.
Memang bersikap tenang atau humble, tidaklah mudah. Sikap untuk berperilaku rendah hati ini, memerlukan pengendalian diri yang kuat, bahkan perlu didukung oleh keberanian yang luar biasa.

Bagaimana caranya, kalau kita yang sebenarnya baru biasa-biasa saja, tetapi dipuji-puji secara luar biasa. Kita akan tertekan, kalau apa yang dibicarakan orang, ternyata banyak yang tidak benar. Tenyata, ada banyak hal yang tidak mampu kita lakukan. Ternyata banyak hal yang tidak bisa kita selesaikan, tidak semua persoalan bisa kita kendalikan, tidak semua variable berada dalam penguasaan kita. Kita seperti melihat diri kita yang penuh kekurangan sementara orang lain memberikan pujian yang begitu mempesona.

Ini adalah ujian penting bagi para calon Pemimpin. Tidak ada cara lain, kecuali kita melakukan improvement atas kekurangan itu. Tidak semua hal harus kita ketahui, karena itu kita tidak perlu khawatir karena dianggap tidak mengetahui segala hal. Hanya saja, pada bidang kita, kita tetap harus setidak-tidaknya berada pada level yang tidak mengecewakan. Jangan sampai para bawahan kehilangan confident kepada kita dan menganggap kita tidak mengetahui apa-apa.

Tuesday, 31 March 2009

Jangan habiskan waktu untuk memikirkan hal-hal yang remeh temeh!

toto zurianto

Who you become?
Anda mau jadi apa? Kalau ingin menjadi sesuatu, jangan hanya memikirkan hal-hal yang enteng-enteng dan remeh temeh saja!
Seperti kata Nassim N. Taleb (the Black Swan), “Mengapa kita, entah ilmuwan atau bukan ilmuwan, orang penting atau hanya orang biasa, cenderung memperhatikan hal-hal remeh ketimbang hal-hal besar?”. “Mengapa kita terus berfokus kepada pada perkara-perkara kecil bukan pada peristiwa-peristiwa besar yang bisa signifikan, kendati ada bukti yang jelas tentang pengaruh mereka yang besar?

Jangan bunuh waktu kita untuk hal-hal yang kecil manfaatnya! Waktu selalu berjalan lebih cepat dari apa yang kita perkirakan. Kuatkan kemampuan (daya pikir), keyakinan dan kekuatan anda untuk mempengaruhi orang lain (meyakinkan orang lain yang lebih berkuasa), agar mulai sekarang, kita mempunyai cita-cita yang lebih kuat untuk memikirkan hal-hal yang lebih banyak manfaatnya dibandingkan dengan hal-hal yang remeh temeh!

Jangan pelihara ketakutan anda sehingga anda tidak berani untuk melahirkan gagasan-gagasan yang spektakuler. Siapapun kita, selalu mempunyai peluang untuk melahirkan hal-hal yang besar yang mungkin banyak manfaatnya kepada orang lain. Orang yang inovatif, selalu lebih berani menyampaikan gagasannya. The Lossers adalah orang-orang yang biasanya "sadar terlambat". Sudah memikirkan, tetapi ragu untuk mengemukakan, dan akhirnya disalib oleh para champion yang berani dan inovatif!

Wednesday, 25 March 2009

POSITIP TERHADAP KRITIK

toto zurianto

Membangun Legacy

Banyak sekali hal-hal yang harus diperhatikan oleh para calon pemimpin agar yang bersangkutan dapat dikenang sebagai pemimpin yang meninggalkan bekas positip atas kepemimpinannya terhadap organisasi yang ditinggalkannya nanti (Leader’s Legacy). Salah satu diantaranya adalah, dengan mengembangkan sikap ikhlas untuk dikritik.

Menjadi sasaran untuk dikritik, jelas sebagai sesuatu yang tidak menggembirakan. Kita sering gusar dan marah kepada orang yang memberikan kritikan atas inisiatip, pendapat, atau kebijakan kita. Banyak orang yang terlalu suka melakukan protes. Ada orang yang selalu mengangap pendapat orang lain salah dan tidak benar. Orang seperti ini selalu mati-matian untuk menyatakan ketidaksetujuannya terhadap sesuatu isu yang sedang didiskusikan. Kalau kita tidak sabar dan membalasnya dengan tensi yang tinggi, tujuan diskusi menjadi tidak tercapai, dan kita sering tidak bisa mengendalikan amarah. Tidak sabar, akhirnya kita membalasnya dengan kritikan yang tidak kalah tajamnya. Bahkan secara pribadi, hubungan kita menjadi terganggu.

Bagaimana cara kita menghadapi kerasnya perjuangan untuk menerapkan sesuatu yang lebih bermanfaat? Disamping kita selalu harus lebih kompeten (membangun skills dan memantapkan behavior), maka suatu kritik, bagaimanapun dahsyatnya, tetap harus kita jadikan sebagai sinyal untuk aware dan sebagai opportunity untuk menjadi lebih baik. Seseorang, apakah pemimpin atau calon pemimpin, harus mencintai kritik! Harus menganggap kritik sebagai kesempatan dan feedback. Dengan kritik, kita bisa menghindari potential problem yang bisa saja muncul di kemudian hari. Kita-pun bisa melakukan konsolidasi dan improvement karena banyak hal-hal yang selama ini kita anggap okay, sebenarnya sudah tidak okay!

Memang, banyak diantara kita yang memiliki ego sangat tinggi yang menganggap diri kita sudah sempurna. Kita sering takut apabila orang lain mengetahui bahwa sebenarnya kita mempunyai banyak kelemahan, atau orang bisa mengetahui bahwa kita tidak mengetahui segala hal, atau kita tidaklah sehebat yang didengung-dengungkan banyak orang di luar sana. Pilihannya akhirnya terpulang kepada kita sendiri, apakah kita merindukan dan memerlukan kritik yang sering menyakitkan tetapi memberikan kesempatan besar untuk melakukan improvement sekaligus mencegah kita untuk mengambil keputusan yang tidak menguntungkan, atau kita berusaha melupakannya dan hidup pada tatanan yang memang tidak keras meskipun berpotensi kolaps!



Jakarta, 24 Maret 2009

Toto Zurianto,
sedang berusaha untuk merindukan kritik! (he he he …………….)

Thursday, 12 March 2009

Sport European CHAMPION League

toto zurianto

Manchester United dan Arsenal bersama-sama Tim Inggris lain, Chelsea dan Liverpool berhasil merebut tiket babak perempat final (quarter final) Liga Champion Eropa setelah menundukkan lawan-lawannya. United berjaya mengkandaskan Inter Milan 2-0 tadi malam sehingga secara aggregate united menang 2-0 (0-0). Kedua goal United dicetak oleh Nemanja Vidic dan Christiano Ronaldo. Sementara Arsenal harus main selama 120 menit melawan AS Roma setelah score akhir 1-0 untuk Roma, sedangkan pada pertemuan pertama di Stadion Emirate, Arsenal bisa unggul 1-0. Akhir pertandingan, terpaksa dilakukan tendangan pinalti dengan score akhir 7-6 untuk Arsenal.

Liverpool berjaya menundukkan Real Madrid dengan score total 5-0 (score pertemuan pertama, Liverpool unggul 1-0 di Bernabu, markas Real Madrid. Chelsea yang bermain imbang 2-2 melawan Lyon (aggregate 3-2), juga lolos ke perempat final.

Hasil pertandingan perdelapan final tersebut menempatkan 8 kesebelasan untuk bisa menempuh jalan yang lebih baik, yaitu; United, Liverpool, Chelsea, Arsenal (4 klub Inggris), Villareal dan Barcelona (Spanyol), FC Porto, dan Bayern Munich.

Bagaimana kelanjutan kisah Liga Champion ini?

Monday, 9 March 2009

MUSIC Indonesia Tahun 70-an

MENDENGAR MUSIK di Medan

Sekitar tahun 71, meskipun aku masih kelas V SD (Sekolah Dasar), aku mulai mengenal musik Pop Indonesia. Ketika itu, kami baru saja memiliki sebuah Tape Recorded (Tape) merek Sharp yang tentu saja sangat sederhana, menyebabkan terjadinya perubahan cepat dalam blantika musik di rumah kami. Sebelumnya kami memang telah mempunyai Pick-up merek Philips yang lumayan bagus, tetapi sebagian besar plat (?), atau LP (long play) atau Single yang kami miliki, berisi lagu-lagu barat tempo doeloe. Atau kebanyakan dari kami, lebih banyak mendengar radio (RRI), siaran Malaysia (RTM), atau beberapa radio amatir yang jumlahnya sangat terbatas (di kota Medan).

Melalui Tape tersebut, mula-mula kami hanya memiliki beberapa cassettes, kalau saya enggak keliru yang paling sering diputar adalah; Female Top Hits (seperti lagu the End of the World), lalu yang paling top adalah Koes Plus (volume 5) dengan lagu Nusantara, wow dahsyat musiknya, terutama gebukan drum-nya Murry yang hebat itu. aku tidak pernah lupa syairnya;

Kuharap kau tidak akan cemburu, Melihat hidupku
Hidupku bebas selalu kawanku, Tiada yang memburu oh.
Di Nusantara yang Indah rumahku, Kamu harus Tahu
Tanah permata tak kenal kecewa, di Khatulistiwa,


Dst..............

Lagu-lagu lain yang sangat kusuka dari album itu adalah Penyesalan, Relax, Musik di Sekelilingku, dan Sonya. Sekitar tahun 70-an, boleh di bilang sangat sulit mendapatkan album cassettes asli, kebanyakan studio rekaman hanya menjual plat atau Piringan Hitam (PH). Lalu kalau kita mau mendengarkan cassettes, maka kita harus merekamnya ke dalam bentuk cassettes yang hanya dilakukan di toko musik (mereka merekam musik dari piringan hitam ke bentuk cassettes) dengan harha sekitar Rp200 sampai Rp300 saja, tergantung jenis cassettes, apakah C-60 (durasi 60 menit) atau C-90 (durasi 90 menit). Paling enak, kita bisa memilih lagunya, lalu akan diberikan judul-judl lagu pada cassettes itu yang diketik pada kertas putih.

Beberapa lagu yang sempat kumiliki ketika itu, adalah album pertama the Mercy's yang berisi lagu terkenal "Tiada Lagi", Love, Untukmu, Baju Baru, dan "Kisah Seorang Pramuria" yang belakangan penciptanya diperdebatkan, apakah ciptaan Albert Sumlang (the Mercy's) atau musisi Black Brothers!

Pola rekaman cassettes seperti ini berlangsung terus bahkan sampai menjelang tahun 80-an, yang diakhiri dengan semakin banyaknya studio rekaman yang menerbitkan lagu-lagu dalam bentuk cassettes asli, bukan hanya Piringan Hitam, yang paling terkenal adalah AR (Atlantic Record). Hampir setiap muncul lagu baru, aku merekamnya, antara lain aku pernah memiliki lagu-lagu Koes Plus mulai Volume 1 sampai Volume 13, Panbers, Ivo's Group, AKA, Freedom of Rhapsodia, Gembell's, D'Lloyd's, dan lain-lain.

Menjadi penggemar cassettes (dan direkam sendiri), memang mengasyikkan! Itulah sekelumit kisah masa lalu yang diwarnai oleh teknologi yang masih sederhana. Tidak seperti zaman CD seperti sekarang, kita begitu mudahnya memilih lagu tertentu untuk kita dengarkan. Dulu, perlu di-rewind atau forward dengan meraba-raba! Dulu, setelah mendengarkan lagu Koes Plus yang kelima (lagu Musik Disekelilingku), cassettes-nya kubalik dari side-A ke side-B, dan yang muncul Panbers Volume 2 (?), lagu Pilu. Ini lagu juga dahsyat, dibawakan dalam nada tingginya Benny Panjaitan;

Pilu, rasa hatiku
sejak kau tinggalkan daku.
Sedih, hatiku sedih
kau pergi tanpa pesan

Kini hanya bayanganmu melintas dimataku
Hanyalah wajahmu tak kulupa seumur hidupku.

dst, dst.


Pilu ini satu album dengan Pelipur Lara dan Indonesia my lovely country yang begitu energik dan terkenal.


Toto Zurianto

Saturday, 7 March 2009

DEALING WITH RECESSION

Berikut ini, tulisan Professor Paul Strebel, bagaimana kita menghadapi resesi. Ada 6 rekomendasi, mudah-mudahan bermanfaat!


SIX RECOMMENDATIONS

By Professor Paul Strebel
(November 2008)


The slide over the last year from economic growth into recession has been dramatic. The end of 2008 looks very different from the beginning of the year. This calls for a radical re-orientation of strategic priorities to deal with the shift in the economic environment. What is the best practice for dealing with a recession? Here are six recommendations:

1. Liquidity is king
The critical role of liquidity is something that the banks have re-discovered during the current financial meltdown - admittedly a special industry in extreme circumstances. Yet no matter what the industry, if revenues drop sharply and debtors stretch out their payables, all of a sudden creditors can lose confidence and insist on immediate payment.
After 9/11 collapsed airline revenues, lack of liquidity for fuel purchases grounded Swissair in October 2001 and soon drove it into receivership. Liquidity planning is critical, based on an analysis of the payments schedule, creditor terms and debtor collectability. The liquidity plan must be stress tested to see whether it can deal with worst case scenarios. The best insurance is real cash reserves in a safe bank.

2. Reduce fixed costs and increase flexibility
The ability to rapidly scale back activity when the recessionary storm hits without incurring major losses, and then scale back up on the rebound is key to coming out ahead after the storm passes. The budget airlines, with leased fleets, highly flexible pricing and rapid response to changing market conditions, came out of the 2001/2 downturn well ahead of the slower-moving larger airlines.

3. If necessary, restructure boldly, sooner rather than later
A downturn soon reveals what parts of the business are not profitable through a full economic cycle. Hanging on to non-economic business puts strain on the profitable business, thereby diminishing its rebound potential. If restructuring is needed, it’s important to move sooner before the markets for assets and divestments begin to freeze up. Bold decision-making is key with a preference for simplicity in the final business model. HSBC, for example, began aggressively scaling back its consumer finance and mortgage business in the US well before the full subprime crisis unfolded, which has allowed it to stagger its subprime write-downs over time without panicking its customers and shareholders.

4. Exploit opportunities to re-shape the competitive landscape
For those with strong balance sheets and liquidity, recessions throw up buying opportunities of a life-time at bargain prices. Acquiring talent, assets, access to markets, or whole businesses, at distressed prices, can completely change the balance of power in an industry. Bank of America’s acquisition of Merrill Lynch and JPMorgan’s takeover of Bear Stearns, together with the disappearance of Lehman Bros., has radically altered the power structure in the investment banking industry.

5. Leaders have to manage themselves responsibly
During difficult times the poet’s admonition is critical: make sure to “keep your head when those around you are losing theirs and blaming it on you.” A calm, steady hand must be visible at the top when implementing the measures needed in points 1 to 4. To retain credibility, execution must be accompanied by socio-political sensitivity.
Leaders lose credibility when they go on a big expense-paid fox hunt in England right after announcing a multibillion government bailout, or continue to promise eight figure bonuses in a firm that’s losing money. Instead, socio-political credibility requires they forego their bonuses, like the top executives at Goldman Sachs and UBS, as well as Josef Ackermann at Deutsche Bank, did in 2008.

6. Board members have to be strong sparring partners
Board members have to control the conduct of the business on behalf of the shareholders while, at the same time, supporting management in the value-creating process. In particular, during a recession, they have to ensure that management acts on points 1 through 3 to ensure the security of the business, while also encouraging management to be alert for windfall investment opportunities. This calls not so much for diversity on the board, but for board members with industry expertise, who are willing to support the CEO with difficult downsizing decisions and act as strong sparring partners to assess the desirability of potential investments.
The board can make the difference, as it did at Credit Suisse when the risk management committee called for a radical reduction in exposure to mortgage derivatives in mid-2006, exactly when the CEOs at rival banks were pushing for higher returns with more investment in the same instruments.





Paul Strebel is the Sandoz Family Foundation Professor at IMD. He is Director of the High Performance Boards program and teaches on the International Seminar for Top Executives, the Program for Executive Development and the Orchestrating Winning Performance program.

Underperformed, How to Improve?

toto zurianto

TIDAK INGIN MENDENGAR KELEMAHAN DIRI SENDIRI

Kebanyakan kita tidak ingin melihat kelemahan diri sendiri. Karena itu tidaklah heran, kalau dalam bekerjapun, kitapun tidak ingin orang lain berkata jujur kepada diri kita. Kita menjadi lebih senang kalau orang-orang; atasan kita, bawahan kita, atau teman kita, selalu memberikan pujian akan ketangguhan dan keberhasilan kita. Kritikan selalu akan menyakitkan. Kita tidak suka mendengar orang lain berkata tentang kelemahan kita. Bahkan sering pula kritikan kita anggap sebagai bentuk kecemburuan dari orang lain yang tidak perlu untuk diikuti.

Kalau mentality tidak ingin melihat kelemahan atau kesenjangan itu menjadi sangat dominan pada diri kita, maka hasilnya sangatlah berbahaya. Kita akan selalu menganggap diri kita sudah baik dan berprestasi, sangat narsistis! Hal ini akan menghalangi kita untuk tumbuh dan berkembang. Kata orang Cina, “Benal-benal cilaka dua bela”

Banyak orang yang tidak mamahami, kenapa Jack Welch selalu ingin melakukan differensiasi, sehingga harus selalu menilai adanya sekelompok pegawai yang masuk dalam kelompok 5% terendah, tujuannya juga sama. Agar para atasan atau supervisor, bisa sedini mungkin dapat memberikan peringatan kepada para bawahan yang kurang performed untuk melakukan perbaikan diri (to improve). Kitapun atau siapapun yang kebetulan dinilai rendah, harus memahami bahwa performance kita dibandingkan orang lain, saat ini berada dalam posisi yang cukup kritis, sehingga perlu untuk ditingkatkan.

Kalau sinyal (untuk mengetahui kesenjangan performance) tersebut tidak dapat tercipta pada suatu organisasi, maka pada suatu ketika, tanpa sempat untuk memperbaiki diri, tiba-tiba kita harus keluar dari organisasi sebagai Unimportant Liabilities.

INTEGRITY, INTELLIGENCE, and MATURITY

toto zurianto

MENJADI SUKSES ATAU?

Jangan pernah meng-klaim diri kita sukses, biar orang lain yang menyatakannya.

Bagaimana agar bekerja bisa Sukses?

Pertama, anda harus mempunyai Integritas. People with Integrity tell the truth, and keep their word. Mereka memegang tangungjawab atas apa yang dilakukan (past action), menerima kesalahan dan memperbaikinya!

Kedua, anda harus memiliki Intelegensia (Intelligence), bukan harus mengetahui seluruh ilmu, apalagi mengenai scientific yang kompleks. Intelligence berarti anda mengedepankan intelektualitas dengan nafas keilmuan yang kuat. Orang yang memiliki Intelligence kuat banyak yang berasal dari Universitas Top yang terkenal. Tapi dari perguruan tinggi biasa-biasa sajapun anda bisa saja mempunyai intelligence yang bisa diandalkan. Jadi Pendidikan is only a piece of picture.

Anda bisa pintar dengan belajar, bahkan tidak harus melalui perguruan tinggi.

Ketiga, anda harus mature. Maturity tidak selalu berhubungan dengan usia (pangkat, golongan, atau masa dinas). You can be mature at any age, and immature too! Orang yang matang (“dewasa”) biasanya lebih menghormati emosi orang lain. Mereka merasa sangat confident, tetapi tidak arrogant.

Disamping 3 hal tersebut diatas, orang yang sukses biasanya memiliki energy yang positip (they love to work, and to play too, and just love life), bisa mengajak orang lain untuk involved (inspire others), berani mengambil keputusan (courage to make tough yes-or-no decision), serta mampu menyelesaikan pekerjaan (the ability to get the job done).

Akhirnya kesuksesan biasanya perlu dipacu oleh passionate kita atas kehidupan, bukan hanya semangat tentang pekerjaannya saja, but everything!

Demikian Jack Welch and Suzy Welch (Winning, 2005)


SPORT and SOCCER

UNITED Win Again and Again!


Malam ini hanya ada 1 partai pertandingan Liga Inggris yang dimainkan, partai tunda (akibat freezing), Sunderland lawan Tottenham Hotspur. United akan maen jam 00.15 WIB melawan Fulham pada partai Quarter Final Piala FA. Chelsea menghadapi kesebelasan divisi rendah Coventy City. Besok ada pertandingan antara Arsenal lawan Burnley dan Everton vs Middlesbrough.

Bagi penyuka Liga Inggris, kedigdayaan United agaknya tidak tertahankan. Dengan total point 65, United unggul 7 angka dari Chelsea dan Liverpool yang sama-sama memiliki angka 58 setelah melakoni 28 pertandingan. Sementara United masih menabung 1 pertandingan sisa (melawan Portsmouth) yang ditunda karena MU bertandingan pada final Piala Carling tanggal 1 Maret lalu melawan Tottenham, dan memang 4-1 melalui adu pinalty.

Dengan sisa pertandingan 10 (plus partai tunda Melawan Portsmouth), club lain akan sangat susah untuk mengejar United, meskipun bisa.
Lihat, hanya ada 2 pertandingan cukup berat, yaitu melawan Liverpool (14 Maret) dan Arsenal (16 Mei), tetapi keduanya dilakukan di Old Trafford, markas besar Manchester United.


14-Mar United-Liverpool
21-Mar Fulham-United
04-Apr United-Aston Villa
11-Apr Sunderland-United
18-Apr Wigan-United
25-Apr United-Tottenham
02-Mei MiddlesBrou-United
09-Mei United-City
16-Mei United-Arsenal
24-Mei Hull City-United