Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Friday, 7 August 2009

Rendra

toto zurianto

Indonesia terkejut, tadi malam, Kamis (6 Agustus 2009), sekitar Pukul 10, dramawan terkenal, penulis dan pembaca puisi terkemuka Indonesia WS Rendra, meninggalkan kita menghadap yang maha kuasa. Rendra, termasuk salah satu sastrawan besar Indonesia, melalui tulisannya yang tajam dan suaranya yang berat lantang, menggema mencoba melawan keangkaramurkaan di bumi Indonesia. Dia terkenal sebagai salah satu penentang orde baru yang tindak tanduknya selalu berada di depan, mengaum seperti harimau lapar, seperti rajawali di angkasa yang sedang mencari mangsa!

Rendra, sejak tahun 70-an, terutama pada sekitar 1978, bersama-sama tokoh mahasiswa, bergerak melalui tulisannya yang tajam dan membangkitkan. Tentu saja, sebagai konsekuensi, Dia terpaksa harus berhadapan dengan kekuatan orde baru, antara lain terpaksa harus menjalani hari-hari kelam dalam rumah tahanan.

Sayang, dewasa ini kita kurang memiliki orang-orang seperti Rendra, yang hari-harinya lebih banyak ditujukan bagi perjuangan melawan ketidakadilan dan kesewenang-wenangan. Itulah harga dari suatu kehormatan yang sampai akhir hayatnya, tetap mendapat tempat dimuka bagi si Burung Merak! Selamat Jalan Bung!

Hidup Bukanlah untuk Mengeluh dan Mengaduh

Hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh
Hidup adalah untuk mengolah hidup
Bekerja membalik tanah
Memasuki rahasia langit dan samodra
Serta mencipta dan mengukir dunia
Kita menyandang tugas
Karena tugas adalah tugas
Bukannya demi sorga atau neraka
Tetapi demi kehormatan seorang manusia
Karena sesungguhnya kita bukan debu
Meski kita telah reyot, tua renta dan kelabu
Kita adalah kepribadian
Dan harga kita adalah kehormatan kita
Tolehlah lagi ke belakang
Ke masa silam yang tak seorang pun kuasa menghapusnya


WS Rendra