Toto Zurianto

My photo

Toto Zurianto, alumni Fakultas Ekonomi USU (1986) dan Swinburne University of Technology, Melbourne (1994).
Lahir di Kayuaro (Kerinci, Jambi), pernah tinggal di Medan (1967-1970) dan (1976-1987), Lampahan (Aceh Tengah), Karang Inou (Aceh Timur), Padang (1975), dan di Jakarta (Cinere) sejak 1987. Pernah di Melbourne (1992-1994)!

Thursday, 6 August 2009

Confront the Brutal Facts

toto zurianto

Kenapa proses perubahan pelaksanaannya cenderung seret, lamban, dan sering gagal? Biasanya, akibat prosesnya kurang dilakukan secara terbuka. Akibat kekhawatiran yang berlebih-lebih, banyak pimpinan perusahaan yang menyembunyikan dampak suatu perubahan secara terbuka. Bahkan tidak jarang, prosesnya tidak melewati tahapan kajian yang kuat. Beberapa issue yang dianggap sensitif, biasanya tidak dikemukakan secara terbuka. Sering Pimpinan tidak berupaya untuk memberi kesempatan kepada pegawai untuk bertanya secara detail. Akibatnya, pegawai kurang merasa yakin bahwa program perubahan yang sedang dijalankan, adalah suatu pilihan yang paling baik yang harus dilakukan perusahaan. Seharusnya, semua pemimpin bersikap terbuka untuk menguji konsep perubahan yang ditawarkannya. Berikan kesempatan kepada pegawai untuk memberikan pemikiran lain yang mungkin saja bisa lebih baik. Hanya melalui ujian yang berulang-ulang, kita mempunyai kesempatan untuk memilih yang terbaik dari konsep yang ditawarkan. Kesempatan ini, kesempatan melakukan pengujian konsep, harus dilakukan secara brutal, tidak ditutup-tutupi. Biarkan siapapun untuk melakukan adu konsep, adu pemikiran.

Setelah sampai kepada titik akhir, ketika kita sudah tidak bisa lagi turun ke bawah, maka inilah kesepakatan yang harus dikunci, jangan dibuka-buka dan dibahas lagi. Akhir dari suatu diskusi yang brutal, adalah komitmen untuk menjalankan. Kita berhenti menimbang dan mengkritik. Ini saatnya untuk melakukan eksekusi.
Post a Comment